Make your self marketable!
Pada satu sesi acara dialog interaktif pagi di sebuah
stasiun TV swasta yang bertema tentang peluang karir,
salah seorang narasumber, yang kebetulan seorang
konsultan karir, mengungkapkan bahwa jika kita
“terpaksa” harus bekerja di sebuah perusahaan dan
tidak bisa berwirausaha, maka satu hal yang harus
selalu kita perhatikan adalah “make your self
marketable!”. Secara pribadi, saya sangat menyetujui
pendapat itu.
Saat ini, kita hidup di sebuah era persaingan yang
ketat. Setiap tahun, ribuan lulusan institusi
pendidikan dari berbagai jenjang dihasilkan, sementara
daya serap perusahaan cenderung tidak mengalami
peningkatan yang signifikan. Konsekuensinya, akan
lebih banyak pengangguran terdidik yang dimiliki oleh
negeri ini setiap tahun. Maka yang kita perlukan untuk
memenangkan kompetisi tersebut adalah sebuah strategi
pemasaran diri yang tepat.
Ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan untuk
mencapai tujuan diatas:
1.      Penguasaan  kompetensi/ keterampilan dasar
Saat ini, jenjang pendidikan yang tinggi, serta label
lulusan dari sebuah perguruan tinggi ternama tidak
lagi menjadi garansi bagi kesuksesan karir seseorang. 
Kuliah sejatinya adalah sebuah kawah candradimuka,
dimana setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang amat
luas untuk memperbesar kapasitas keilmuan serta
keterampilan dalam berbagai bidang, sehingga output
lulusan yang dihasilkan pun berbeda-beda, bergantung
pada seberapa keras seorang mahasiswa menempa diri
semasa kuliah.
Kita pun semakin meyakini bahwa kualitas mutu lulusan
tidak hanya ditentukan oleh nama besar sebuah
institusi pendidikan, tetapi lebih pada kompetensi
seseorang dalam bidang yang ia geluti.
Sesungguhnya, lepas dari bangku kuliah tidaklah
berarti kita telah mengetahui dan menguasai segalanya.
Dalam bidang kedokteran misalnya, kita mengenal adanya
istilah pendidikan kedokteran berkelanjutan, hal ini
diselenggarakan untuk selalu mengembangkan
keterampilan dan kompetensi yang dimiliki oleh seorang
dokter agar siap menghadapi dunia yang terus bergerak
maju.  
2.      Kejelian  menangkap dan mengoptimalkan peluang
Peluang adalah kesempatan emas untuk melambungkan
karir seseorang menuju puncak. Namun tidak semua orang
mampu mengoptimalkan setiap peluang yang ada.
Keberhasilan seseorang amat ditentukan oleh
kejeliannya melihat dan mengoptimalkan peluang.
Seluruh kapasitas dan kompetensi yang dimiliki
seseorang jika bersenyawa dengan kemampuan
mengoptimalkan peluang, tentu akan melahirkan
kesukseskan. 
Singapura adalah contoh yang baik tentang hal ini.
Negeri ini mampu menciptakan satu peluang baru yang
menggabungkan antara dua kekuatan, yaitu sektor
pariwisata dan pelayanan kesehatan, dan menghasilkan
suatru kekuatan ekonomi baru yaitu medicaltourism
(wisata medis -pen). Wisata medis yang dikelola secara
apik mampu menyedot devisa yang amat besar bagi negeri
jiran ini setiap tahun.
3.      Penguasaan hal lain yang masih berhubungan dengan
keterampilan dasar
Setelah kita memiliki kompetensi yang baik dalam suatu
bidang, maka langkah berikutnya yang perlu kita tempuh
dalam meningkatkan daya saing kita ialah penguasaan
bidang lain yang masih berhubungan dengan spesialisasi
yang kita tekuni.  
Seorang dokter umum yang baru lulus, tentu amat baik
jika memiliki keterampilan menulis. Hal ini
menyebabkan ia tidak hanya memiliki keterampilan medis
praktis, tetapi juga membuka peluang untuk terjun
dalam bidang jurnalistik kesehatan –satu bidang yang
relatif jarang dibidik oleh dokter. 
Dengan menulis sejumlah artikel kesehatan populer di
beberapa medi cetak  akan memberikan dua keuntungan
bagi seorang dokter, yaitu memperbesar income, juga
memperluas wawasan di bidang kesehatan.
4.      Memperluas dan memperkokoh jaringan
Tak hanya ranah wirausaha, bagi mereka  yang hendak
berkarir dalam sebuah perusahaan juga perlu
mengembangkan jaringan yang baik. Kita amat memerlukan
sebuah koneksi dalam artian sebuah keterhubungan
dengan pusat-pusat informasi yang amat berperan untuk
pengembangan kapasitas diri, serta menjamin bahwa kita
senantiasa terhubung dengan kemajuan “dunia luar”.
Motivasi seseorang dalam berkarir berbeda-beda. Ada
orang yang murni berorientasi finasial, namun ada juga
yang menuntut adanya pengembangan kapasitas karyawan
oleh pihak perusahaan tempat mereka bekerja. 
Untuk tipe yang kedua, umumnya mereka amat
mengharapakan adanya tantangan serta pengetahuan baru
di tempatnya bekerja. Konsekuensinya, mereka akan
cenderung merasa jenuh jika aspek pengembangan diri
karyawan tidak menjadi prioritas bagi sebuah
perusahaan, termasuk jika aspek pembelajaran terhadap
hal-hal baru telah terpenuhi seluruhnya. Alternatif
yang paling mungkin ditempuh oleh karyawan jika
menemui kondisi semacam ini adalah pindah kerja.
Namun sebelum memutuskan untuk pindah kerja ada satu
hal yang harus diperhatikan, yaitu sejauh mana kita
mengetahui karakteristik kantor baru yang akan kita
masuki, untuk itu kita memerlukan informasi yang
akurat. Hal ini dapat kita tempuh dengan membaca
profil perusahan, atau yang lebih praktis informasi
ini bisa kita dapatkan dari karyawan yang telah lama
bekerja di perusaahan tersebut. Untuk itulah koneksi
yang sehat menjadi penting.
Semoga bermanfaat.

Genis Ginanjar Wahyu, dr
Dokter umum, tinggal di Bandung 

d.a Jalan Ahmad IV. No 28 Kelurahan Pamoyanan, 
kecamatan Cicendo, Bandung 40173
Telp: 0817825212/ (022) 6034627

Bank Muamalat Indonesia Capem Cihampelas, Bandung
a.n Nugria Fitriana 
Nomor rekening: 103.03470.22 




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke