|
Mari kita lawan kampanye Amerika yang memboikot Palestina dengan
kampanye internasional rakyat negeri-negeri Muslim untuk mendukung HAMAS dan
rakyat Palestina
oleh Wisnu Pramudya*
Krisis keuangan sedang menghantui Palestina, menyusul
penghentian bantuan dana dari PBB, Uni Eropa dan Amerika Serikat. Barat
mendesakkan sistem demokrasi ke mana-mana. Namun, begitu Harakah Muqawwamah
Al-Islamiyah (HAMAS) memenangkan lomba demokrasi di
Palestina, mereka beramai-ramai memboikotnya. AS bahkan memimpin kampanye
internasional mengisolasi pemerintah sah yang dipimpin HAMAS. Tujuannya
supaya jutaan rakyat Palestina kelaparan, lalu memberontak, lalu pemerintahan
ini segera jatuh dan diganti oleh rezim lain yang lebih mudah disuruh-suruh.
Apa namanya tindakan itu kalau bukan kejahatan?
Menteri Keuangan Palestina Umar Abdul-Razak memperkirakan, jika pemerintah
negara-negara Arab tidak segera membantu keuangan Palestina, ekonomi negeri
itu akan tumbang dalam 3-4 bulan ke depan. Kata Umar Abdul-Razak,
“krisis ekonomi ini akan menyebabkan kelaparan dan selanjutnya menyulut
lebih banyak kekerasan.” Celakanya, sudah sering terbukti pemerintah
negara-negara Arab biasanya nurut apa kata Eropa dan AS dalam membantu
Palestina.
"Tak ada lagi permen dan daging untuk anak-anak. Biji-bijian dan kacang
cukuplah,” kata Majdi Syarur kepada Reuters. Majdi seorang
pegawai negeri sipil Palestina yang juga ayah dari empat orang bocah.
Ma’ruf Rawasydeh punya kegetirannya sendiri. "Kantong saya kosong
sama sekali. Saya biasanya pinjam uang dari orang-orang yang saya kenal dan
sekarang mereka juga tak bisa meminjamkan lagi," katanya kepada IslamOnline.
Ma’ruf seorang ayah yang menjadi gantungan hidup istri dan
tujuh orang anak. Ia teknisi di perusahaan Penyiaran Nasional Palestina. Kini
Ma’ruf berhenti kerja karena tak punya uang untuk ongkos bis. Ia butuh 20
shekels (Rp 38.000) per hari, sepertiga dari gajinya, untuk membayar ongkos
bis dari desanya Bitin menuju tempat kerjanya di Ramallah. Orang seperi
Ma’ruf sama sekali tak tahu apakah ia akan pernah menerima gaji lagi.
Sejak bulan Maret pemerintah Palestina telah kesulitan membayar gaji 140.000
pegawai negeri sipil. Setiap bulan, gaji untuk ratusan ribu PNS itu
ditunggu-tunggu oleh sekitar sepertiga dari total penduduk Palestina yang 3,8
juta jiwa. Gaji sebesar US$ 118 juta (Rp 1,05 triliun) itu merupakan mesin
penting penggerak ekonomi Palestina. Selama ini gaji tersebut dipasok oleh
bantuan asing.
Selain kesulitan membayar gaji pegawainya sendiri, pemerintah baru Palestina
di bawah HAMAS juga mewarisi utang pemerintah lama di bawah Fatah sebesar US$
1,3 miliar (Rp 11,6 triliun) yang tetap harus dicicil, baik kepada Israel
maupun Bank Dunia.
Sebuah laporan Bank Dunia terbaru memperingatkan, penghentian bantuan untuk
Palestina akan mendorong Tepi Barat dan Jalur Gaza ke arah depresi ekonomi
yang parah, sekaligus melipat dua tingkat pengangguran pada tahun 2008.
Pendapatan per kapita warga Palestina diperkirakan akan anjlok 30% tahun ini.
Akibatnya, warga yang hidup di bawah garis kemiskinan akan melonjak jumlahnya
dari 44% ke rekor baru 74%.
Selama bertahun-tahun, konon kabarnya
Uni-Eropa membantu Palestina sebesar 500 juta Euro (Rp 5,3 triliun) per
tahun, sebagai donatur terbesar. Kini bantuan yang sering dikorup oleh
pemerintah lama itu dihentikan. Pemerintah baru Israel juga telah merampok
uang rakyat Palestina, dengan memutuskan untuk membekukan transfer bulanan
dari hasil pajak di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejumlah US$ 50 juta (Rp 445,3
miliar). AS juga menghentikan bantuannya, meskipun ‘menjanjikan’
bantuan kemanusiaan.
Organisasi non-pemerintah seperti Komite Palang Merah Internasional memang
sudah menyiapkan anggaran baru untuk membantu Palestina. Organisasi yang
bermarkas di Swiss (negeri kelahiran Zionisme) ini telah menganggarkan 42
juta Franc Swiss (Rp 285 miliar) untuk program-program di Israel dan teritori
Palestina selama tahun ini. Sebagian besar untuk bantuan pangan dan bantuan
gaji bagi warga Palestina. Namun jumlah itu tentu saja bagaikan “uang
recehan” dibandingkan kebutuhan sesungguhnya.
Melihat berbagai situasi tersebut, nampaknya diperlukan sebuah penggalangan
internasional bantuan “dari Rakyat untuk Rakyat”, terutama dari
negeri-negeri Muslim. Bantuan formal antar pemerintah maupun badan-badan
dunia, selain sering dikorupsi, juga sudah terbukti lebih banyak menghasilkan
ketergantungan baru yang memperparah keadaan dalam jangka panjang. Dari mana
bantuan “dari Rakyat untuk Rakyat” itu diharapkan datang? Dari
orang-orang seperti Anda! Ya, dari kita!
Di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu
pemerintah mujahidin HAMAS.
1. Sebar luaskan
kesadaran untuk membantu rakyat Palestina. Buatlah selebaran,
poster, e-mail, apa saja yang bisa memberi informasi tentang pentingnya kita
bangsa Muslim Indonesia membantu pemerintah HAMAS dan rakyat Palestina.
Pertanyaan yang paling sering akan Anda terima dari
mereka yang belum faham adalah, “Ngapain jauh-jauh membantu Palestina,
di Indonesia saja banyak yang susah!” Bersabarlah. Jelaskan kepada
mereka bahwa menolong Muslim di manapun mereka berada sama pentingnya. Sebab
kedekatan seorang Muslim dengan saudaranya tidak ditentukan oleh jarak, batas
negara atau kesamaan identitas bangsa.
Membantu orang yang susah di negeri ini sudah pasti
harus kita lakukan. Namun membantu rakyat Palestina juga kewajiban setiap Muslim.
Dibantu atau tidak oleh kita, perjuangan itu pasti akan dimenangkan Allah
SWT. Kita berkepentingan agar nama kita dicatat Allah SWT sebagai orang yang
ikut mengulurkan tangan membantu kemenangan mulia itu. Seberapa pun kecilnya
bantuan kita.
2. Sediakan kotak
sumbangan khusus untuk rakyat Palestina di masjid dan mushalla Anda.
Bicarakanlah dengan pengurus masjid atau mushalla tentang pentingnya masalah
ini. Sampaikan pengumuman dan perkembangan terakhir di Palestina secara
rutin, sesudah shalat berjamaah, sebelum shalat Jum’at, maupun di
acara-acara rutin lainnya.
Dekatkanlah hati jama’ah masjid atau mushalla
Anda serta warga sekitarnya dengan hati Muslimin Palestina dan para
mujahidinnya. Semakin sering kejahatan Israel dan Amerika terhadap rakyat
Palestina disebarluaskan, lambat laun akan membangkitkan juga kesadaran
Muslim Indonesia agar benci dijajah oleh negara-negara kafir. Penyadaran ini
adalah investasi jangka panjang Anda bila sewaktu-waktu jihad melawan
penjajah berkobar di negeri ini.
3. Sediakan kotak sumbangan khusus untuk rakyat
Palestina di kantor atau toko Anda. Tempat-tempat bisnis biasanya
hanya menyediakan fasilitas ala kadar bagi sumbangan-sumbangan sosial.
Rancanglah kotak sumbangan dan poster yang persuasif namun cukup
mencolok untuk menggugah orang membantu HAMAS dan rakyat Palestina.
Ingatkanlah orang-orang di toko maupun kantor tempat
Anda bekerja untuk selalu menyisihkan harta bagi anak-anak Palestina yang
terancam kelaparan.
4. Hubungi badan-badan
penerima zakat infaq shadaqah nasional, dan bicarakan rencana Anda
menyalurkan bantuan ke Palestina. Boleh jadi badan-badan penerima dan
penyalur ZIS yang selama ini kita kenal belum merancang program khusus untuk
Palestina.
Sebabnya dua kemungkinan: pertama, mereka berkonsentrasi
menyalurkan bantuan di dalam negeri, kedua, mereka
menghindari dikait-kaitkan dengan HAMAS yang oleh PBB dan AS dimasukkan ke
dalam daftar organisasi teroris. Yakinkanlah badan-badan tersebut agar
melakukan berbagai siasat untuk menyalurkan bantuan untuk Palestina dengan
aman. Jika bantuan untuk HAMAS
dianggap kurang aman, fokuskan untuk bantuan kemanusiaan. Misalnya untuk
kesehatan ibu dan balita, pendidikan, gizi keluarga. Apapun bisa dilakukan,
yang penting bantuan dikampanyekan, dikumpulkan, dan disalurkan secara
efektif.
5. Hubungi badan-badan
waqaf internasional yang selama ini membantu rakyat Palestina. Sempatkan
untuk mengunjungi situs-situs Internet milik berbagai badan waqaf swasta yang
membantu rakyat Palestina. Kirimlah e-mail kepada mereka. Jajaki kemungkinan
mengirim bantuan langsung dari Indonesia. Kalau itu dirasa
sulit, hubungkan badan-badan waqaf internasional itu dengan badan-badan ZIS
Indonesia yang tadi sudah kita hubungi.
6. Kirimkan surat dukungan dan doa kepada pemerintah dan rakyat
Palestina. Meskipun dana bantuan Anda belum banyak, tulislah surat berisi dukungan
dan doa dari masjid, organisasi, maupun perkumpulan-perkumpulan Anda kepada
pemerintah dan rakyat Palestina. Sampaikan kepada mereka bahwa di masjid Anda
dilaksanakan doa khusus bagi perjuangan dan kemenangan jihad Palestina.
7. Jangan berhenti
bekerja sampai Masjidil Aqsha kembali dibebaskan oleh pasukan Mujahidin! Bersabarlah
dalam melakukan berbagai usaha di atas. Biasanya kita di Indonesia bersemangat tinggi di
awal-awalnya saja. Tak lama kemudian semua
usaha itu melempem seperti tak pernah ada. Lebih baik mulai dengan perlahan.
Bikin kelompok kerja inti yang tidak terlalu banyak anggotanya. Buatlah
perencanaan yang tidak muluk-muluk, lalu mulailah langkah-langkah sederhana
yang tidak meletihkan. Lanjutkan, dan jangan pernah berhenti.
Kita lawan kampanye jahat Amerika untuk memboikot Palestina, dengan kampanye
internasional rakyat negeri-negeri Muslim untuk mendukung HAMAS dan rakyat
Palestina.
“Orang-orang
yang beriman
dan
berhijrah serta berjihad
di jalan
Allah dengan harta benda
dan diri
mereka, adalah lebih tinggi
derajatnya
di sisi Allah;
dan
mereka itulah orang-orang yang
mendapatkan
kemenangan.”
(at-Taubah: 20)
* penulis adalah seorang wartawan
|