disalurkannya ke mana ya?
kok gak liat ada info tsb pada tulisan di bawah.

thanks
budi

On 5/17/06, Lina Sri Rosmawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 

 

Wassalam ,

Lina Sri Rosmawan

Call   Center  Officer

021-75900-800 ext 4127

[EMAIL PROTECTED]

 


From: Fadhlin
Sent: Wednesday, May 17, 2006 1:34 PM
To: Muni Rela Santi; Lina Sri Rosmawan
Subject: Ayo bantu HAMAS!

 

Ayo bantu HAMAS!

 

 

 

 

Rabu, 17 Mei 2006

Mari kita lawan kampanye Amerika yang memboikot Palestina dengan kampanye internasional rakyat negeri-negeri Muslim untuk mendukung HAMAS dan rakyat Palestina

oleh Wisnu Pramudya*

 Krisis keuangan sedang menghantui Palestina, menyusul penghentian bantuan dana dari PBB, Uni Eropa dan Amerika Serikat. Barat mendesakkan sistem demokrasi ke mana-mana. Namun, begitu Harakah Muqawwamah Al-Islamiyah (HAMAS) memenangkan lomba demokrasi di Palestina, mereka beramai-ramai memboikotnya. AS bahkan memimpin kampanye internasional mengisolasi pemerintah sah yang dipimpin HAMAS. Tujuannya supaya jutaan rakyat Palestina kelaparan, lalu memberontak, lalu pemerintahan ini segera jatuh dan diganti oleh rezim lain yang lebih mudah disuruh-suruh. Apa namanya tindakan itu kalau bukan kejahatan?

Menteri Keuangan Palestina Umar Abdul-Razak memperkirakan, jika pemerintah negara-negara Arab tidak segera membantu keuangan Palestina, ekonomi negeri itu akan tumbang dalam 3-4 bulan ke depan. Kata Umar Abdul-Razak, "krisis ekonomi ini akan menyebabkan kelaparan dan selanjutnya menyulut lebih banyak kekerasan." Celakanya, sudah sering terbukti pemerintah negara-negara Arab biasanya nurut apa kata Eropa dan AS dalam membantu Palestina.

"Tak ada lagi permen dan daging untuk anak-anak. Biji-bijian dan kacang cukuplah," kata Majdi Syarur kepada Reuters. Majdi seorang pegawai negeri sipil Palestina yang juga ayah dari empat orang bocah.

Ma'ruf Rawasydeh punya kegetirannya sendiri. "Kantong saya kosong sama sekali. Saya biasanya pinjam uang dari orang-orang yang saya kenal dan sekarang mereka juga tak bisa meminjamkan lagi," katanya kepada IslamOnline.

Ma'ruf seorang ayah yang menjadi gantungan hidup istri dan tujuh orang anak. Ia teknisi di perusahaan Penyiaran Nasional Palestina. Kini Ma'ruf berhenti kerja karena tak punya uang untuk ongkos bis. Ia butuh 20 shekels (Rp 38.000) per hari, sepertiga dari gajinya, untuk membayar ongkos bis dari desanya Bitin menuju tempat kerjanya di Ramallah. Orang seperi Ma'ruf sama sekali tak tahu apakah ia akan pernah menerima gaji lagi.

Sejak bulan Maret pemerintah Palestina telah kesulitan membayar gaji 140.000 pegawai negeri sipil. Setiap bulan, gaji untuk ratusan ribu PNS itu ditunggu-tunggu oleh sekitar sepertiga dari total penduduk Palestina yang 3,8 juta jiwa. Gaji sebesar US$ 118 juta (Rp 1,05 triliun) itu merupakan mesin penting penggerak ekonomi Palestina. Selama ini gaji tersebut dipasok oleh bantuan asing.

Selain kesulitan membayar gaji pegawainya sendiri, pemerintah baru Palestina di bawah HAMAS juga mewarisi utang pemerintah lama di bawah Fatah sebesar US$ 1,3 miliar (Rp 11,6 triliun) yang tetap harus dicicil, baik kepada Israel maupun Bank Dunia.

Sebuah laporan Bank Dunia terbaru memperingatkan, penghentian bantuan untuk Palestina akan mendorong Tepi Barat dan Jalur Gaza ke arah depresi ekonomi yang parah, sekaligus melipat dua tingkat pengangguran pada tahun 2008. Pendapatan per kapita warga Palestina diperkirakan akan anjlok 30% tahun ini. Akibatnya, warga yang hidup di bawah garis kemiskinan akan melonjak jumlahnya dari 44% ke rekor baru 74%.

Selama bertahun-tahun, konon kabarnya Uni-Eropa membantu Palestina sebesar 500 juta Euro (Rp 5,3 triliun) per tahun, sebagai donatur terbesar. Kini bantuan yang sering dikorup oleh pemerintah lama itu dihentikan. Pemerintah baru Israel juga telah merampok uang rakyat Palestina, dengan memutuskan untuk membekukan transfer bulanan dari hasil pajak di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejumlah US$ 50 juta (Rp 445,3 miliar). AS juga menghentikan bantuannya, meskipun 'menjanjikan' bantuan kemanusiaan.

Organisasi non-pemerintah seperti Komite Palang Merah Internasional memang sudah menyiapkan anggaran baru untuk membantu Palestina. Organisasi yang bermarkas di Swiss (negeri kelahiran Zionisme) ini telah menganggarkan 42 juta Franc Swiss (Rp 285 miliar) untuk program-program di Israel dan teritori Palestina selama tahun ini. Sebagian besar untuk bantuan pangan dan bantuan gaji bagi warga Palestina. Namun jumlah itu tentu saja bagaikan "uang recehan" dibandingkan kebutuhan sesungguhnya.

Melihat berbagai situasi tersebut, nampaknya diperlukan sebuah penggalangan internasional bantuan "dari Rakyat untuk Rakyat", terutama dari negeri-negeri Muslim. Bantuan formal antar pemerintah maupun badan-badan dunia, selain sering dikorupsi, juga sudah terbukti lebih banyak menghasilkan ketergantungan baru yang memperparah keadaan dalam jangka panjang. Dari mana bantuan "dari Rakyat untuk Rakyat" itu diharapkan datang? Dari orang-orang seperti Anda! Ya, dari kita!

Di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu pemerintah mujahidin HAMAS.

1.    Sebar luaskan kesadaran untuk membantu rakyat Palestina. Buatlah selebaran, poster, e-mail, apa saja yang bisa memberi informasi tentang pentingnya kita bangsa Muslim Indonesia membantu pemerintah HAMAS dan rakyat Palestina.

Pertanyaan yang paling sering akan Anda terima dari mereka yang belum faham adalah, "Ngapain jauh-jauh membantu Palestina, di Indonesia saja banyak yang susah!" Bersabarlah. Jelaskan kepada mereka bahwa menolong Muslim di manapun mereka berada sama pentingnya. Sebab kedekatan seorang Muslim dengan saudaranya tidak ditentukan oleh jarak, batas negara atau kesamaan identitas bangsa.

Membantu orang yang susah di negeri ini sudah pasti harus kita lakukan. Namun membantu rakyat Palestina juga kewajiban setiap Muslim. Dibantu atau tidak oleh kita, perjuangan itu pasti akan dimenangkan Allah SWT. Kita berkepentingan agar nama kita dicatat Allah SWT sebagai orang yang ikut mengulurkan tangan membantu kemenangan mulia itu. Seberapa pun kecilnya bantuan kita.

2.    Sediakan kotak sumbangan khusus untuk rakyat Palestina di masjid dan mushalla Anda. Bicarakanlah dengan pengurus masjid atau mushalla tentang pentingnya masalah ini. Sampaikan pengumuman dan perkembangan terakhir di Palestina secara rutin, sesudah shalat berjamaah, sebelum shalat Jum'at, maupun di acara-acara rutin lainnya.

Dekatkanlah hati jama'ah masjid atau mushalla Anda serta warga sekitarnya dengan hati Muslimin Palestina dan para mujahidinnya. Semakin sering kejahatan Israel dan Amerika terhadap rakyat Palestina disebarluaskan, lambat laun akan membangkitkan juga kesadaran Muslim Indonesia agar benci dijajah oleh negara-negara kafir. Penyadaran ini adalah investasi jangka panjang Anda bila sewaktu-waktu jihad melawan penjajah berkobar di negeri ini.
 
3.    Sediakan kotak sumbangan khusus untuk rakyat Palestina di kantor atau toko Anda. Tempat-tempat bisnis biasanya hanya menyediakan fasilitas ala kadar bagi  sumbangan-sumbangan sosial. Rancanglah  kotak sumbangan dan poster yang persuasif namun cukup mencolok untuk menggugah orang membantu HAMAS dan rakyat Palestina.

Ingatkanlah orang-orang di toko maupun kantor tempat Anda bekerja untuk selalu menyisihkan harta bagi anak-anak Palestina yang terancam kelaparan.

4.    Hubungi badan-badan penerima zakat infaq shadaqah nasional, dan bicarakan rencana Anda menyalurkan bantuan ke Palestina. Boleh jadi badan-badan penerima dan penyalur ZIS yang selama ini kita kenal belum merancang program khusus untuk Palestina.

Sebabnya dua kemungkinan: pertama, mereka berkonsentrasi menyalurkan bantuan di dalam negeri, kedua, mereka menghindari dikait-kaitkan dengan HAMAS yang oleh PBB dan AS dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris. Yakinkanlah badan-badan tersebut agar melakukan berbagai siasat untuk menyalurkan bantuan untuk Palestina dengan aman. Jika bantuan untuk HAMAS dianggap kurang aman, fokuskan untuk bantuan kemanusiaan. Misalnya untuk kesehatan ibu dan balita, pendidikan, gizi keluarga. Apapun bisa dilakukan, yang penting bantuan dikampanyekan, dikumpulkan, dan disalurkan secara efektif.

5.    Hubungi badan-badan waqaf internasional yang selama ini membantu rakyat Palestina.
Sempatkan untuk mengunjungi situs-situs Internet milik berbagai badan waqaf swasta yang membantu rakyat Palestina. Kirimlah e-mail kepada mereka. Jajaki kemungkinan mengirim bantuan langsung dari Indonesia. Kalau itu dirasa sulit, hubungkan badan-badan waqaf internasional itu dengan badan-badan ZIS Indonesia yang tadi sudah kita hubungi.

6.    Kirimkan surat dukungan dan doa kepada pemerintah dan rakyat Palestina. Meskipun dana bantuan Anda belum banyak, tulislah surat berisi dukungan dan doa dari masjid, organisasi, maupun perkumpulan-perkumpulan Anda kepada pemerintah dan rakyat Palestina. Sampaikan kepada mereka bahwa di masjid Anda dilaksanakan doa khusus bagi perjuangan dan kemenangan jihad Palestina.

7.    Jangan berhenti bekerja sampai Masjidil Aqsha kembali dibebaskan oleh pasukan Mujahidin! Bersabarlah dalam melakukan berbagai usaha di atas. Biasanya kita di Indonesia bersemangat tinggi di awal-awalnya saja.
Tak lama kemudian semua usaha itu melempem seperti tak pernah ada. Lebih baik mulai dengan perlahan. Bikin kelompok kerja inti yang tidak terlalu banyak anggotanya. Buatlah perencanaan yang tidak muluk-muluk, lalu mulailah langkah-langkah sederhana yang tidak meletihkan. Lanjutkan, dan jangan pernah berhenti.

Kita lawan kampanye jahat Amerika untuk memboikot Palestina, dengan kampanye internasional rakyat negeri-negeri Muslim untuk mendukung HAMAS dan rakyat Palestina.

"Orang-orang yang beriman
dan berhijrah serta berjihad
di jalan Allah dengan harta benda
dan diri mereka, adalah lebih tinggi
derajatnya di sisi Allah;
dan mereka itulah orang-orang yang
mendapatkan kemenangan."

(at-Taubah: 20)

* penulis adalah seorang wartawan

 



--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS






--
"My faith runs so very much faster than my reason that I can challenge the whole world and say, 'God is, was and ever shall be'."
Mahatma Gandhi

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke