Title: Message
hehehe... setelah gw lihat lagi ... iya juga ...
evida ngirim judulnya sama ...
 
tapi gapapa kan .. tinggal hapus aja .... :D
 
 
harry muryanto
kelahiran cibarusah ...
 
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of handoko dwi witjaksono
Sent: Tuesday, August 22, 2006 10:57 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [sma1bks] FW: Menertawakan Hollocaust di Iran

Ry, perasaan kemarin evida ngirim e-mail yang sama
hehehe...

tapi gpp dech "IRAN memang TOP BGT"

--- Harry Muryanto <harry.muryanto@bankmandiri.co.id>
wrote:

>
> Iran emang TOP !!!
>
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED].com
> [mailto:[EMAIL PROTECTED].com] On Behalf
> Of A. Putra
> Subject: [FTITB97] Menertawakan Hollocaust di Iran
>
>
> Dari Republika..
>
> Menertawakan Hollocaust di Iran
> dsy
>
> Siapa bilang kisah pembantaian kaum Yahudi saat
> Perang Dunia II melulu
> bercerita soal air mata. Datanglah ke Teheran, Iran,
> bulan-bulan ini. Di
> Museum Seni Kontemporer Palestina di kota itu, boleh
> jadi gambaran
> hollocaust itu justru membuat kita tersenyum, bahkan
> terpingkal.
> Sejak Selasa (15/8) kemarin, di gedung itu memang
> digelar pameran
> internasional kartun hollocaust. Direncanakan
> berlangsung sebulan penuh,
> setidaknya 204 karya kartun dari berbagai penjuru
> dunia dipamerkan di
> sana.
> ''Kami menggelar pameran ini untuk mengetahui sejauh
> mana batas
> kebebasan ala Barat itu mereka yakini,'' kata Masoud
> Shojai, ketua
> Asosiasi Kartunis Iran, sekaligus ketua
> penyelenggara pameran tersebut,
> kepada kantor berita AFP. 'Mereka' yang dimaksud
> Masoud tentu saja dunia
> Barat, yang selama ini selalu mengusung dalih
> kebebasan untuk melanggar
> apa pun. Tak kecuali perasaan religius umat beragama
> lain.
>
> Mau contoh? Satu saja, kasus kartun Nabi Muhammad,
> yang marak awal tahun
> ini. Alih-alih mawas diri, dengan dalih kebebasan
> itu pula, sebagian
> kalangan di dunia Barat justru mempertanyakan reaksi
> umat Islam atas
> munculnya kartun tersebut.
>
> Tak perlu menunggu respons Barat, sebenarnya, karena
> Masoud sendiri
> sudah beroleh jawaban. ''Mereka bisa seenaknya
> menulis apa pun tentang
> Nabi kita. Tetapi, saat ada seorang saja
> mempertanyakan soal pembantaian
> Yahudi, dia malah didenda, bahkan dipenjara,'' Kata
> Masoud, menyindir.
> Ucapan itu merujuk perlakuan hipokrit Barat terhadap
> David Irving,
> sejarahwan Inggris yang tidak hanya kena denda atas
> sikapnya yang
> skeptis soal hollocaust, tetapi bahkan harus
> meringkuk di penjara.
> Tentang pameran sekaligus kompetisi kartun itu,
> Masoud sendiri
> menyatakan tidak bermaksud membantah cerita
> pembantaian orang-orang
> Yahudi di PD II tersebut. ''Kami hanya
> mempertanyakan, mengapa justru
> rakyat Palestina yang harus membayarnya?'' kata dia.
>
>
> Kompetisi kartun itu sendiri berlangsung di tengah
> hebohnya pemuatan
> kartun Nabi oleh harian Denmark, Jyland-Posten, awal
> tahun ini. Saat
> itu, Asosiasi Kartunis Iran menantang para kartunis
> dunia untuk
> menuangkan ide mereka seputar hollocaust. Hasilnya,
> tidak kurang dari
> 1.100 kartun dari 60 negara masuk ke dalam daftar
> panitia lomba. Dari
> jumlah itu, 204 kartun memenuhi syarat untuk ikut
> dipamerkan dan
> berpeluang memenangkan hadiah uang. Lumayan besar,
> yakni masing-masing
> 12 ribu, delapan ribu, dan lima dolar AS untuk juara
> satu, dua, dan
> tiga.
>
> Satu di antara nominator kartun tersebut datang dari
> peserta asal
> Indonesia, Tony Thomdean. Dengan jenaka Tony
> menggambarkan Patung
> Liberty, Dewi Kemerdekaan, tengah menggenggam daftar
> korban hollocaust
> di tangan kiri, sementara tangan kanannya memberikan
> salut ala Hitler.
> ''Heil ...!''
> ''Kami datang kemari untuk belajar banyak tentang
> pembantaian yang
> menjadi dasar pendirian negara Israel itu,'' kata
> Zahra Amoli, seorang
> mahasiswi yang datang berombongan ke pameran
> tersebut. Hari pertama
> pameran tersebut, kemarin, dihadiri seratusan orang
> pengunjung. Dengan
> antusias mereka berkeliling, mengamati, dan tak
> jarang tersenyum simpul
> menyaksikan kartun-kartun tersebut.
>
> Sikap yang ditunjukkan masyarakat Iran akan
> hollocaust itu, tidak lepas
> dari sikap presiden mereka, Mahmud Ahmadinejad.
> Desember 2005 lalu, saat
> berpidato di Provinsi Sistan Baluchestan,
> Ahmadinejad menyatakan, Barat
> telah memosisikan mitos hollocaust itu melebihi
> keyakinan akan ketuhanan
> dan kenabian. ''Mereka menindak keras siapa saja
> yang meragukan mitos
> tersebut, namun membiarkan orang-orang yang
> mengingkari ketuhanan dan
> agama,'' kata Ahmadinejad, sebagaimana dikutip BBC,
> saat itu.
> Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut
> Ahmadinejad juga menyatakan,
> jika memang Barat sebagai pelaku pembantaian
> tersebut peduli dengan
> nasib bangas Yahudi, mengapa bukan sebagian wilayah
> Eropa, AS, Kanada,
> atau Alaska, yang diberikan kepada Israel sebagai
> tebusannya.
> ''Mengapa justru rakyat palestina yang harus
> membayar?'' kata
> Ahmadinejad. Ucapan itulah yang kemudian dikutip
> Masoud, ketua panitia
> pameran itu. Dalam banyak hal, hollocaust memang
> telah menjadi barang
> dagangan Barat dan tentu saja, Israel. Klaim mereka
> bahwa selama PD II
> telah terjadi pembantaian atas sedikitnya enam juta
> Yahudi, membuat
> peristiwa itu selalu dihidup-hidupkan. Tidak hanya
> kamp-kamp penahanan
> Yahudi, khususnya Kamp Auschwitz, dijadikan museum.
> Lebih dari 250
> museum didirikan di banyak negara untuk menyokong
> klaim tersebut. Untuk
> anak-anak sekolah, di AS dan Eropa sejak lama
> hollocaust menjadi salah
> satu bahan pelajaran. Untuk masyarakat awam, kurang
> apa dengan munculnya
> film-film yang terus memamah biak persoalan itu.
>
> Sedemikian gencarnya propaganda rezim Zionis soal
> hollocaust, sehingga
> kalangan Yahudi sendiri tak kurang yang merasa
> rikuh. Sejarawan Yahudi,
> Alfred M Lilienthal, bahkan dalam situsnya,
> www.alfredlilienthal.com
> <http://www.alfredlilienthal.com/> , menyebut
> propaganda itu dengan
> hollocaust mania. Yang paling mutakhir, Tel Aviv
> bahkan kembali
> melakukan upaya mereka sejak lama, untuk menekan
> Majelis Umum PBB
> menetapkan tanggal 27 Januari sebagai ''Hari
> Hollocaust''.
> Tidak hanya itu, seorang anggota Komite Pendataan
> Hollocaust
> AS-Polandia, Rana I. Aloy, menyatakan, dalam PD II,
> tidak hanya
> orang-orang Yahudi yang mengalami penderitaan.
> ''Korban paling banyak
> pada PD II justru adalah orang Rusia,'' kata Aloy.
>
> Klaim hollocaust juga tidak pernah menemukan dokumen
> pendukung. Bahkan,
> laporan Palang Merah Internasional dan perundingan
> sejumlah pejabat
> negara penentang Nazi, tak pernah disebutkan
> keterangan soal pembakaran
> orang-orang Yahudi oleh Nazi tersebut.
>
> Karena itu, tidak heran bila sejarawan Australia,
> Frederick Toben,
> pernah mengatakan bahwa Israel sepenuhnya dibentuk
> atas dasar kisah
> hollocaust. ''Karena hollocaust adalah kisah bohong,
> berarti Israel
> dibangun di atas kebohongan besar,'' kata Toben.
> Untuk itu, sebagaimana
> kemudian dialami David Irving, Toben juga mengalami
> pemenjaraan akibat
> kata-katanya itu.
> Itulah kebebasan ala Barat. Di Teheran, orang-orang
> Iran mencoba
>
=== message truncated ===

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

__._,_.___

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
School education Pre school education Classmate search
Classmate finder High school classmate


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke