Note: forwarded message attached.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
--- Begin Message ---

  
Anda orang Indonesia?

Masih tinggal di Indonesia?

Di JaTINAGOR?

Ke kampus naik bis umpel-umpelan?

Lalu lintas macet?

Pernah naik   kereta super ekonomi ke Yogya or Surabaya?

Pernah kebajiran?

Pernah dipalakin di bus sama gerombolan preman?                              

 

Ok, sekarang saya serius. Kalau Ada yang bertanya: apa sih 

yang bisa dibanggakan for being Indonesian? 

 

Maka jawaban saya adalah : Kita.

Kita harus bangga karena kita orang Indonesia bisa dan 

biasa hidup susah!!!

 

Becanda lagi nih?

Nggak, saya serius!! Saya nggak boong.

Kalau saya boong biarkan Tuhan memberikan cobaan yang berat 

pada saya (red: katanya harta yang berlimpah merupakan 

cobaan yang berat).

 

Kemampuan untuk hidup susah (saya sebut aja "survival 

ability" ya) tidak dimiliki orang-orang yang lama hidup 

di negara-negara mapan.

 

Boss saya (orang India) pernah cerita: suatu ketika temannya

- sebut saja Sarukh dan keluarganya - pamit pada boss saya 

pulang ke negara asalnya India yang murah meriah untuk 

menikmati pensiun dini, setelah 15 tahun kerja di Singapore.

 

Eh, belum satu tahun pamitan pulang ke India...  si Sarukh 

sudah balik lagi ke Singapore, dan kali ini minta bantuan 

Boss saya untuk dicariin kerjaan lagi di Singapore.

 

What happened? Tanya boss saya.

 

Sarukh bercerita, setelah pulang ke India, anak remajanya   

yang dibesarkan di Singapore menjadi rada-rada stress dan 

menjadi pasien tetap psikiater disana. Selidik punya 

selidik agaknya hal itu disebabkan karena anaknya Sarukh 

tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan 

dari kondisi yang sangat mapan (Singapore) ke kondisi yang   

sebaliknya India).               

Jadi, dalam hal ini, anak si Sarukh yang sudah biasa hidup 

dalam kemapanan tidak punya "kemampuan bertahan waras" untuk 

hidup di negara yang belum mapan. Demi kebaikan anaknya, 

akhirnya si Sarukh memutuskan menunda pensiun dini-nya dan 

kembali kerja di Singapore. 

 

Kalau kita-kita yang sudah biasa hidup susah di Jakarta, 

pindah or berkunjung ke India sih nggak ada masalah.

Saya jadi ingat, 2 tahun lalu ketika saya dan rekan2 kerja   

saya berkunjung ke India, boss saya wanti-wanti untuk bawa 

obat sakit perut, dan selama di India hanya minum-minuman 

dari botol/kaleng. Kalau ke restoran local jangan sekali-

kali minum air putih yang disediakan dari dari Teko/ceret 

di restoran tersbut, karena kebersihan airnya tidak   

terjamin, dan biasanya perut orang asing tidak siap untuk 

itu; begitu nasehat boss saya.

 

Pada waktu itu satu rombongan yang berangkat ke India 

terdiri dari 5 orang. Satu orang dari Jepang, dua orang 

Singapore dan dua orang Indonesia (termasuk saya baru 

sebulan kerja di Singapore). Dalam 2 minggu kunjungan ke 

India , kolega dari Singapore dan Jepang langsung menderita 

diare di minggu pertama ke India, diselidiki, kemungkinan 

penyebabnya adalah mereka pernah memesan kopi atau the di 

restoran local pada saat makan siang (yang tentunya tidak 

dari botol). Sementara si orang Jepang, walaupun secara 

ketat dia hanya minum-minuman botol atau kaleng selama 

makan di restoran-restoran lokal, terkena diare diduga 

karena si orang jepang ini menggunakan air keran dari 

hotel   untuk berkumur-kumur selama sikat gigi. Sedangkan 

saya dan satu orang rekan lagi dari Indonesia, sehat 

walafiat, tidak menderita suatu apapun selama di sana 

(mungkin karena di Indoneisa, sudah terbiasa jajan es 

dipinggir jalan yang mungkin airnya tidak lebih bersih 

dari air di restoran-restoran   India).

 

What is the moral of the story?

 

Kita harus bangga karena kita bisa lebih baik dari orang 

Jepang dan Singapore!!! (at least, dalam hal ketahanan 

perut).

 

Cerita lainnya lagi, bulan lalu saya di kirim kantor 

(yang base-nya di Singapore) untuk mengikuti sebuah 

workshop di Rio de Janeiro, Brazil. Total waktu tempuh 

saya dari Singapore ke hotel saya di Rio de Janeiro 

Brazil adalah 36 jam (termasuk 5 jam transit di Eropa).

 

Sebenarnya, dari Singapore ke Brazil, jalur yang paling 

umum dan cepat adalah ke arah Timur, transit di Amerika, 

terus ke Brazil. Dengan jalur ini saya perkirakan, dalam 

26-30 Jam   saya sudah bisa mencapai Brazil.

Cuma, karena saya orang Indonesia, untuk transit di 

Amerika pun saya butuh apply VISA Amerika, yang mana 

proses aplikasi visa tersebut memerlukan waktu sedikitnya 

2 minggu. Padahal, saya tidak punya waktu sebanyak itu.

 

Alhasil, yah begitulah, saya harus memilih rute yang 

sebaliknya, mengeliling belahan bumi bagian barat, transit 

di Amsterdam, dengan waktu tempuhnya 6-10 jam lebih lama.

 

Jadinya, cukup melelahkan, tapi nggak apa-apa, namanya 

juga orang Indonesia, harus terbiasa dengan hal-hal yang 

susah-susah.

 

Saya sampai di hotel di Rio, hari minggu jam 11 Malam. 

Dan keesokan paginya saya langsung mengikuti workshop 

di sana. Walaupun masih terasa lelah, saya tetap berusaha   

untuk terlibat aktif dalam workshop pagi itu, dengan 

mengajukan pertanyaan atau memberi masukan atas pertanyaan 

peserta lainnya.

 

Pada saat istirahat, saya sempat berbincang-bincang dengan 

kolega-kolega dari Jerman peserta workshop itu. Beberapa 

dari mereka mengeluh kecapaian dan menderita "jet lag", 

karena mereka telah menempuh 12 jam perjalanan dari Jerman, 

dan baru saja tiba di Brazil hari minggu siang, sehingga 

belum cukup waktu istirahat untuk adaptasi Jet lag, begitu 

keluh mereka. Lalu, saya berkata pada mereka, bahwa 

sebenarnya mereka lebih beruntung dari saya, karena saya 

harus menempuh 36 jam perjalanan dari Singapore, dan baru 

tiba di hotel pukul sebelas malem, kurang dari 12 jam 

sebelum workshop dimulai. 

Mereka tertegun, salah seorang dari   mereka bertanya pada 

saya: "Tapi kamu naik pesawat, di kelas Bisnis khan?"

"Tidak, jatah saya Cuma kelas ekonomi", jawab saya lagi.

Mereka terlihat semakin terkagum-kagum (atau kasihan?), 

dan salah seorang dari mereka memuji. "Its very impressive, 

you guys Singaporean are really-really hard   workers"

"I'm not Singaporean, I'm Indonesian working in Singapore" 

jawab saya dengan bangga.

 

Agaknya, hari itu saya menjadi cukup terkenal di kalangan 

Kolega dari Jerman, hanya karena terbang selama 36 jam 

dari Singapore 12 jam sebelumnya dan masih bisa secara 

aktif mengikuti workshop tersebut. Saya tahu kalau saya 

menjadi pembicaraan mereka, karena sewaktu makan malam, 

kolega dari jerman lainnya - yang saya tidak pernah 

ceritakan mengenai perjalanan saya dari Singapore? 

bertanya pada saya tips and trick supaya bisa tetap segar 

setelah menempuh perjalanan begitu lama (ini berarti dia 

mendapatkan cerita saya dari kolega jerman lainnya).

 

Saya bingung jawabnya. Ingin sekali saya menjawab: 

"Berlatihlah dengan naik kereta api super   ekonomi dari 

Jakarta ke Surabaya di saat-saat mendekati hari lebaran. 

Kalau Anda terbiasa dengan alat transportasi ini - dimana 

tidak hanya species "Homo Sapiens" yang bisa menjadi 

penumpangnya, dan di tambah lagi waktu tempuhnya yang lama 

sekali karena hampir di setiap stasion harus berhenti,   

maka Anda akan bisa menaklukkan semua alat transportasi 

terbang apapun yang di muka bumi ini".

 

Namun, saya urungkan memberi jawaban di atas, karena saya 

khawatir dia tidak akan mengerti atas apa yang saya 

jelaskan, saya yakin mereka tidak bisa "survive" dengan 

alat transportasi ini, yang fasilitasnya tentu jauh dari 

kelas bisnis pesawat terbang (Note: kolega saya dari 

jerman, otomatis mendapat fasilitas kelas bisnis di 

pesawat apabila waktu tempuhnya lebih dari 10 jam).

 

Seminggu, setelah saya pulang dari Workshop di Brazil, 

ntah karena terkagum-kagum dengan "kemampuan hidup susah" 

(dari sudut pandang mereka) yang saya miliki, atau karena 

alasan lainnya, kolega saya dari Jerman yang saya temui di 

Brazil, menghubungi atasan saya yang intinya meminta saya   

untuk ditugaskan ke Jerman, membantu project yang saat ini 

sedang berjalan di sana. 

 

Alhasil, bulan September - November saya akan bergabung 

dengan kolega-kolega di Jerman menyelesaikan project 

disana. Cukup membanggakan, karena, kata boss saya, ini 

kali pertama "Kantor Pusat" meminta bantuan dari kantor 

cabang untuk mensupport project yang sedang mereka 

kerjakan di kantor pusat.

 

Jadi setelah membaca tulisan ini, saya harap pembaca   

sekalian punya alasan semakin bangga menjadi orang 

Indonesia. Kalau anda lagi di luar negeri dan ditanya 

"Anda dari mana?" Jawablah dengan bangga: Ya, Saya 

dari Indonesia, negara yang lagi susah, saya juga 

hidupnya susah, tapi saya bisa "survive", dan saya 

bangga karenanya!!!

 
  Any problem???
   
   
   
   
   


                
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low  PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



'life first, science more'

www.fk.unpad.ac.id

kirim surat: [EMAIL PROTECTED]
langganan: [EMAIL PROTECTED]
berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Selamat berdiskusi, tolong beri tahu rekan-rekan yang lain. Terima kasih.

- Potong bagian yang tidak perlu dari surat yang Anda balas, hemat bandwidth! 
Terima kasih -

moderator: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links






 




--- End Message ---

Kirim email ke