Oups... gak nyangka, koq om komar posting yg seperti ini yak.
seinget ane om komar itu penulis juga, jadi harusnya lebih ngerti nilai
"seni" yg ada di tulis tersebut.
puisi, syair, cerpen, dll adalah karya seni, jadi membacanya tidak selamanya
menggunakan logika
beda sama artikel yang merupakan karya ilmiah, sehingga tulisannya harus
sesuai logika, kalo gak sesuai logika, apalagi kalo ampe salah, bisa
dituntut penulisnya
ane emank lebih banyak nulis artikel dan hampir gak pernah nulis karya seni,
tapi menurut ane, gak seharusnya diberi komentar seperti itu, sama saja
mengebiri kreatifitas penulisnya

no offense yah om, cuma saran ajah

wass,
OpiK
ygcarimakandenganmenulis

On 11/29/06, komar udin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Bikin Puisi Koq gini yah&#8230;..

Apakah engkau kira ibadahmu bisa menggantikan
silaturrahmi?

[di sini yang bikin puisi bingung,
&#8220;ibadahmu&#8221; bisa menggantikan
&#8220;silaturahmi&#8221;. Emangnye
&#8220;silaturahmi&#8221; itu bukan
&#8220;ibadah&#8221;. Huuuh&#8230;lier!]

Apakah engkau kira pahala salam bisa digantikan
dengan memakai kaus kaki?

[ini lagi, kelewat geto lhooo&#8230;.koq membandingkan
&#8220;pahala salam&#8221; dan &#8220;pake kaus
kaki&#8221;. He..he..he&#8230;guru bahasa indon nya
sapa yah?]

Apakah engkau kira ilmu mu hanya bisa dibagi kepada
kalanganmu sendiri?

[ya enggak lah pak&#8230;kayak bulletin aje ditulis
&#8220;hanya untuk kalangan sendiri&#8221;]

Hanya karena kau kira Yang lain takkan memahami?

[hm..au ah gelap&#8230;darimana si pembuat puisi tahu
karena si engkau ini paham yang lain tidak paham]

Apakah engkau kira. Iman bisa diukur dari panjangnya
kain yang
engkau pakai untuk menutupi kepala?

[ya enggak lha&#8230;pertanyaan ini sama
aje&#8230;apakah engkau kira matahri bisa dipanjat
pake puun pinang&#8230;]

Atau dari panjangnya janggut dan pendeknya celana?

[ini
lagi&#8230;hua&#8230;ha..ha&#8230;.&#8221;janggut&#8221;
ama &#8220;iman&#8221;]

Apakah engkau kira.. Majlis talim mu berkah Bila
engkau hanya berkumpul dengan orang-orangmu saja?

[yeee&#8230;namanya juga orang gaul..dia gaul ama pak
rt, ama tukang becak, ama artis, pejabat
semuanya..terserah dia dooong&#8230;.lemes amat. Trus,
emangnye pernah denger si engaku bilang geto&#8230;]

Apakah engkau kira.. Mengetahui hadist, fiqh, nahwu
dan shorof membuatmu lebih dari lainnya?

[kalo ini ya bener&#8230;..emangnye sama mereka yang
tahu dengan mereka yang tidak tahu. Emangnye sama
doctor lulusan amrik ama bang muhali, penjual warung
rokok di komplek gue/ Yang gak boleh itu SOMSE alias
sombong sekaleee&#8230;.]

Apakah engkau lupa Bahwa allah menilai hamba dari
taqwanya?

[kayaknya gak deh&#8230;itu mah ada dalam al
qur&#8217;an///]

Apakah engkau kira..
Dengan hanya ber-habluminallah engkau akan masuk
syurga?

[kalo barangkali&#8230;..bener begitu so what geto,
lhoo

Aku rasa engkau salah Aku suka heran..

[ah&#8230;itu hanya perasaan de&#8217; rudi
saja&#8230;]

Engkau yang berkoar-koar atas tegaknya islam,
Justru malah memecah belah
Karena engkau melihat mereka yang tidak
sepertimu, dengan sebelah mata

[wah, ini mah nuduh&#8230;&#8230;tendensius&#8230;]

Engkau kira engkau lebih baik dari mereka? Mereka yang
engkau sangka,
bila tidak berpakaian sepertimu bila tidak mengetahui
apa yang engkau tahu

[gak tahu deh&#8230;]

Mereka yang tidak mengatakan terima kasih
dengan jazakillah.

[emang ada yang begitu&#8230;kalo ada ya biarin
aje&#8230;.

Mereka yang tidak memanggilmu akhi dan ukhti
fillah Lantas menjadi jauh lebih hina.. Begitu?

[i..c&#8230;d&#8230;h..i capeh
deh&#8230;&#8230;&#8230;]

Sombongmu itu lah yang akan menghancurkanmu
Sombong yang tersimpan rapi dalam jubah-jubah
panjang
Sombong yang tersirat dari matamu dalam setiap
pandang
Sombong dalam ekslusifitas indah yang kau kira
tak
kelihatan.

[ini ngatain orang sombong&#8230;.]

Aku muak. Jangan engkau mengaku islam Bila engkau
tidak memperlakukan sesama muslim sebagai saudara mu
sendiri Berjuta dalil yang kau pelajari Tentang orang
islam harus saling menyayangi

[tahu saling menyayangi malah memaki-maki&#8230;.]

[ke bawah gak ada
comen&#8230;ngantuuuuuuuk&#8230;&#8230;pokokknya ini
mah bukan puisi, ini ngoceh, ngomel lageeeee&#8230;.]

Tentang jangan berjalan dengan sombong di muka bumi
Kemana dalil-dalil itu pergi?
Seharusnya

kalau engkau memang lebih baik dari kami
Ajak kami untuk kembali..
Bukan ke jalan mu, tapi ke jalan Nya

Bukan memakai pakaianmu, tapi untuk berpakaian
lebih sopan di hadapan Nya
Bukan untuk menggunakan bahasa mu, tapi
mempelajari kitab Nya
Karena Ia tidak mengukurmu dengan hubunganmu
dengan Nya saja

Berbaurlah..
Bersama kami (yg engkau kira akan masuk neraka)
>
Bukankah dimana-mana islam itu sama?
> > >
> > > Bukankah Allahmu, Allah kami juga?
> > >
> > > Habluminannas- nya pada kemana?
> > >
> > > Aku merasa bebas untuk berkata
> > > Karena dengan pengetahuan yang engkau punya
> > > Seharusnya engkau tahu bahwa sakit hatiku
> > > adalah perihmu pula
> > >
> > > (edit bebas dari Mas Rudi Wijisaksono dalam
> > milist
> > > MyQuran, Komunitas Muslim Indonesia )
> > >

__________________________________________________________
Want to start your own business?
Learn how on Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/r-index

Kirim email ke