MANAJEMEN DENGAN HATI(1),Semua Berawal dari Hati
15/11/2006 02:09:08 WIB
JAKARTA, Investor Daily
Detak jantung kota Jakarta terasa berhenti sejenak. Hening. Alunan musik
instumentalia nan syahdu menambah daya magis keheningan pertemuan dua hari
itu. Di tengah keheningan itulah terdengar desau suara: Tersenyumlah,
santai, dan pasrahlah!
Pemandangan di atas mewarnai seluruh rangkaian acara dua hari workshop yang
digelar di sebuah gedung mewah di kawasan Kuningan, Jakarta, awal November
lalu.
Bukan hanya para peserta - di antaranya sejumlah eksekutif top -- yang
membuat lokakarya itu menjadi istimewa. Bukan pula tempat mentereng yang
membikin pertemuan dua hari tersebut terasa berkelas. Jauh dari semua ukuran
duniawi, lokakarya justru menarik karena temanya yang tak lazim untuk
umumnya kuping komunitas Metropolitan Jakarta: Membuka Hati.
Selama dua hari, sekitar 70 peserta dari berbagai profesi dilatih untuk
membuka hatinya, menggali potensi-potensi murni yang ada di dalam dirinya,
serta ditanamkan kesadaran bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah andalan utama
dan satu-satunya pegangan dalam kehidupan.
"Tanggalkan sejenak penggunaan otak Anda, karena otak atau pikiran merupakan
sesuatu yang sementara. Gunakan hati Anda karena dialah sesungguhnya diri
sejati Anda, tempat dzat dari Sang Pencipta bersemayam," ungkap Idayanti
Sudiro, master reiky, yang menjadi instruktur pelatihan membuka hati.
Bersama Romo Ignasitus Sudaryanto (rohaniwan Katolik) serta Hajjah Kasandra
Hermawan (master membuka hati), Idayanti menuntun peserta untuk mengenal
lebih dalam hakekat hati dari sudut pandang spiritual, bukan sekadar
segumpal organ yang terletak di tengah rongga dada.
Hati adalah kunci hubungan dengan Tuhan. Hati adalah kunci ketenangan,
kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan sejati. Hati merupakan cerminan dari
diri dan hidup manusia secara keseluruhan. Ia kunci kesehatan fisik, mental
dan emosional, serta penuntun kemajuan spiritual.
Sebagai tempat di mana dzat Sang Pencipta bersemayam, hati senantiasa
memberikan semua yang terindah, terbaik, termurni, dan tersuci. Hati adalah
Bait Allah, tempat di mana semua kebaikan berdiam, dan semua kebaikan juga
memancarkan cahayanya.
"Hanya Tuhan yang mampu memasuki relung hati kita. Hanya Tuhan pula yang
memiliki otonomi penuh untuk membuka hati kita. Tak ada makhluk lain yang
dapat mengakses hati kita," tutur Okky, panggilan Idayanti.
Jika hanya Tuhan yang membersihkan hati, sebaliknya, hanya ulah manusia
sendiri yang membuat hati kerap "terluka". Keangkuhan, egoisme, hawa nafsu,
ambisi meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara, bertumbuhnya
emosi-emosi negatif seperti amarah, dendam, benci, serta sikap saling
mengumpat, merupakan jenis-jenis penyakit modern yang bercokol dalam hati
yang lemah dan hampa. Ia menggerogoti kehidupan spiritual umat manusia.
Selain mengotori, penyakit-penyakit modern tersebut juga membuat hati
membeku. Ia menutup rapat-rapat pintu masuk datangnya cahaya Illahi.
"Karut-marut kehidupan kita saat ini memang tidak lepas dari perilaku
masyarakat yang semakin sulit mendengarkan bisikan hati. Kemampuan otak
serta produk-produk pikiran atau akal, jauh lebih dipercaya ketimbang
berbicara atau berbuat dengan hati," ucap Romo Sudaryanto.
Doa dan Keheningan
Namun, menjadikan hati sebagai satu-satunya tempat bersemayamnya dzat Sang
Pencipta, ternyata bukan suatu perkara mudah. Membuka hati terhadap
datangnya cahaya Illahi membutuhkan kesediaan tanpa pamrih, kesungguhan,
keberanian, serta keterbukaan hati itu sendiri untuk membiarkan Rahmat Tuhan
mengalir ke dalam setiap renik kehidupan.
Lebih dari itu, mengasah mata hati agar lebih tajam dan bercahaya,
membutuhkan suatu kesabaran dan latihan yang terus menerus. Dua cara mudah
yang dikembangkan Padmajaya, sebuah yayasan yang begitu peduli dengan
kehidupan spritualitas di zaman ini, yakni doa dan meditasi (hening). Dua
cara ini diyakini Idayanti, Sudaryanto, serta Kasandra, sebagai pintu masuk
paling efektif dalam mengembangkan latihan membuka hati.
Doa (dalam agama pun) mengandaikan bahwa hanya dengan mengandalkan berkat
Tuhan, emosi-emosi negatif beserta sampah-sampahnya yang bercokol di hati
manusia segera mengalir keluar. Dalam doa, setiap insan berkomunikasi dan
memohon berkat Tuhan Sang Pencipta agar emosi-emosi negatif, yaitu tumpukan
kotoran yang berkaitan dengan emosi negatif, dikeluarkan dari hati. Berkat
Tuhan akan mengalir, menekan, dan membongkar setiap tumpukan kotoran dari
emosi negatif yang ada di hati.
"Pembersihan dan pembukaan hati ini sangatlah penting bagi semua manusia.
Karena hanya dengan hati yang bersih dan terbuka, hubungan dengan Tuhan pun
akan nyambung," ungkap Prihandojo Kristanto, konseptor dan inisiator
pelatihan Membuka Hati.
Mengisahkan pengalaman rohaninya, pemilik perusahaan jasa (konsultan) Pajak
dan Keuangan, PB & Co, ini mengaku betapa dahsyatnya kekuatan doa untuk
membersihkan hati dari berbagai kotoran.
Sedangkan dengan meditasi atau keheningan dimaksudkan agar setiap orang
melepaskan diri dari alam sekitar, bahkan dari egonya sendiri, untuk
kemudian masuk ke dalam dirinya yang sejati. Dalam keheningan, seseorang
dengan leluasa memasuki relung hatinya yang terdalam, berdialog dengan
kesejatian dirinya.Di sana, dan dalam keheningan itulah, ia menemukan
kebenaran sejati.
Tiga Jurus
Selain doa dan meditasi, senyum, santai dan pasrah merupakan obat mujarab
bagi kesehatan hati. Ketiga hal itu sangat membantu pembentukan hati yang
lembut dan bersih, hati yang memberi, terbuka dan jujur.
"Senyumlah, senyum lebih manis. Senyumlah ke hati Anda, maka hati Anda pun
akan semakin terbuka," ungkap Kasandra, sang instruktur Membuka Hati.
Terasa sulit ketika harus melakoni seulas senyum atas "order" Kasandra.
Namun, sepahit-pahitnya sebuah kehidupan, seulas senyum tetaplah penawar
paling jitu untuk mengurangi ketegangan hati. Dengan senyum, setidaknya,
dominasi otak otomatis akan berkurang dan seseorang disiapkan untuk santai.
Senyum juga mempunyai peranan yang luar biasa untuk kesehatan.
"Tersenyumlah, maka dunia pun akan tersenyum bersama Anda," ungkap sebuah
pepatah.
Apabila seseorang dapat tersenyum secara lepas, energi yang tadinya mengarah
ke tubuh berbalik arah dan mulai memancar keluar. Tidak hanya
timbunan-timbunan tekanan yang ada di kepala didorong ke luar kepala, tapi
juga dengan semua emosi negatif yang ada di seluruh tubuh. Energi tubuh
menjadi meningkat, lebih halus dan lebih bersih.
"Jadi, meski tampak sederhana, senyum terbukti menjadi energi yang sangat
kuat memengaruhi kesehatan kita, baik fisik, mental maupun emosional. Senyum
membuat hati menjadi lebih terbuka," tukas Kasandra.
Selain senyum, santai merupakan obat paling mujarab untuk otak dan fisik.
"Anda tidak akan membuka hati lebih baik jika tubuh Anda dalam keadaan
tegang, serta otak Anda dibaluti berbagai persoalan," ungkap Kasandra lagi.
Senyum, santai, dan pasrah, menjadi tiga serangkai yang dipercayai oleh para
pelatih spiritual sebagai sumber kekuatan bagi kebersihan hati nurani.
Khusus tentang pasrah, jiwa dari pesan ini menyebutkan bahwa untuk
memperoleh apa pun, seseorang harus melepaskan sikap pamrih, ketergantungan
padanya.
"Pejamkan mata Anda dan bersantailah! Biarkan berkat Tuhan memberikan semua
yang terindah untuk hati, perasaan dan seluruh diri Anda," terdengar sekali
lagi suara lembut di keheningan siang.
Itulah suara Romo Sudaryanto, Idayanti serta Kasandra, yang tetap berani
mengajarkan tentang Membuka Hati, justru di tengah kehidupan masyarakat
modern yang terasa makin asing dengan ajaran-ajaran keagamaan. (alex
dungkal)
[Non-text portions of this message have been removed]
Yahoo! Groups Links
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/