asik nih ... gw seneng bisa berantem ..
 :P
 
 
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of evida kartini
Sent: Wednesday, December 13, 2006 4:17 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [sma1bks] Potret (Keliru) Poligami





kalo bosen delete aja ngapah??? kasian juga sama orang yang pengen
komentar, suka-suka dong! namanya juga manusia...doyan ngomong. 
 
soal bosen... gw juga bosen sama urusan futsal... wong udah gak ikutan..
jauh lagi, hehehe

Harry Muryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 
Udah ah.. Bosen ... kaga SELESE-SELESE...
bener kata bang komar...
yang mao poligami.. silahkan aja ...
yang gak mao, ya.. jangan mengharamkan ...
 
 
 
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of evida kartini
Sent: Wednesday, December 13, 2006 3:35 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [sma1bks] Potret (Keliru) Poligami


saya malah berpikir kasus YZ-ME justru mendapat kecaman yang sangat
berat daripada kasus poligami Aa Gym. Bayangin aja, gak cuma diomongin
di negara sendiri yang punya acara infotainment bejibun, masuk youtube
yang semua orang bisa langsung liat rekamannya, sampe masuk ke media2
cetak internasional. belum lagi rasa malu yang didapat dari YZ yang
pastinya mundur dari jabatan2nya, istrinya yang sampe ngorbanin rasa
malunya untuk muncul di TV cuma minta supaya kasus suaminya reda, dan
malu anak2nya yang bakalan berdampak pada masalah kejiwaan. sudah jelas
kecaman yang didapet.... wuih berat banget...  apalagi  itu baru yang
keliatan doang aja syereeemnya udah segitu. 
 
nah kalo Aa Gym mah, justru orang lebih banyak demo isu poligaminya
daripada tokoh Aa Gym itu sendiri... cuma kebetulan aja Aa Gym itu
publik figur di bidang agama makanya agak santer isunya, tapi sekali
lagi kecamannya lebih kepada isu poligaminya. Karena gak bisa disangkal
juga kalo banyak kasus poligami yang memberi kesan buruk di masyarakat.
Gak usah jauh2 deh, adek nyokap gwyang dipoligami suaminya sempet
stress, trus berantem sama istri keduanya sampe guling2an, cakar2an
didepan anak2nya yang cuma bisa bengong ngeliatin. Dan pastinya banyak
juga kasus serupa. Wajar banget deh kalo ternyata isu poligami jadi
marak karena ketakutan2 akan hal seperti itu bisa terjadi ke mereka
apalagi kaum perempuan. gw sendiri aja takut banget ngebayanginnya
meskipun belum tentu semua kasus poligami kayak gitu. Kasus poligami Aa
Gym ini toh gak sampe menguliti kehidupan pribadinya kalaupun diboikot
ibu2 pengajian, saya pikir itu wajar karena ibu2 itu mungkin takut
(termasuk saya deh kayaknya) .. nanti jangan2 Aa Gym bakalan ceramah
yang isinya anjuran tentang poligami. 
 
Dan menurut gw, poligami itu pada dasarnya halal atau diperbolehkan
hanya saja yang memberi potret (keliru) poligami itu sendiri yah
kebanyakan para poligamer itu sendiri. Jadi susah juga untuk meyakinkan
masyarakat kalo ternyata poligami itu.... hhhmm...ya begitu itu....
 
kayaknya gitu aja dulu, anak gw minta nyusu lagi nih! mohon maaf kalo
gak berkenan
*peace ah
 


QiDHiR Abdul Salam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Rabu, 13 Des 2006,-Jawapos
Potret (Keliru) Poligami


Oleh Sirikit Syah 

Sahabat saya dr Nalini Agung menelepon hanya untuk menyampaikan komentar
kerasnya. "Ada tiga jokes of the year tahun ini, laki-laki semua. Aa
Gym, Yahya Zaini, dan Akhmad Dani," katanya dengan nada jengkel. Menurut
perempuan cantik dan pintar itu, Yahya, yang tampil bisu di sisi
istrinya di hadapan publik Kamis malam lalu, "Adalah laki-laki bertubuh
besar, bernyali ciut. Ada persoalan dengan istri, lari ke perempuan
lain. Kini ada persoalan dengan perempuan lain, berlindung kepada
istrinya."

Tentang Aa Gym, Nalini tidak banyak berkomentar, selain, "Ternyata, Aa
Gym manusia biasa juga." Namun, Nalini tak dapat menoleransi kepongahan
suami bernama Akhmad Dani. "Suami macam itu, kalau saya jadi Maia, wis
tak tinggal."

Tiga lelaki "jokes of the year", istilah bagus temuan seorang perempuan
berpendidikan dan berkarir, yang juga ibu rumah tangga yang baik. Di
kalangan pemerintah, Presiden SBY tak berkomentar sepatah kalimat pun
mengenai kasus YZ-ME, malah mempersoalkan regulasi perkawinan poligami
seolah-olah itu ancaman nasional. 

Di lapangan, berbagai kelompok masyarakat, antara lain mahasiswa
Universitas Muhamadiyah Jogjakarta, berdemo menentang poligami. Ibu-ibu
muslimat memboikot pengajian Aa Gym. Sangat mengherankan, tak ada
masyarakat yang berdemo memprotes YZ, wakil rakyat yang melakukan
skandal seks.

Dunia sudah terbolak-balik. Aa Gym -yang menikah dengan uang sendiri dan
mendapat rida istri- dihujani kecaman lebih keras daripada pelaku
perzinahan dan perselingkuhan dengan menggunakan uang rakyat/negara.

Potret Poligami

Seperti yang dikatakan Aa Gym, poligami sudah sangat dikelirukan
maknanya. Yang melakukan misleading atas makna poligami itu termasuk di
antaranya pemerintah, para pemimpin negara, tokoh masyarakat, aktivis
perempuan, dan media massa. Poligami telah dipotret sebagai kejahatan
dan kekerasan pada perempuan dan anak-anak.

Alih-alih mendengarkan penjelasan Aa Gym dan Teh Ninih, istrinya,
masyarakat lebih suka mendengarkan sumber-sumber yang tidak layak
bicara. Bagaimana kita percaya pandangan Farhat Abbas tentang poligami?
Dia sendiri suami yang gemar mempermainkan perempuan dan membohongi
istrinya. 

Juga, mengapa mendengarkan Sandy Harun yang tak setuju poligami atau
berbagi suami? Look who's talking. Dia adalah "the other woman", yang
kemudian dinikahi. Dalam status sebagai istri Djodi, dia berhubungan dan
punya anak dengan Tommy Soeharto. Dalam kata lain, Sandy adalah pelaku
poliandri, sebuah tindakan melanggar hukum. Orang seperti itu akan kita
dengar pendapatnya?

Kekecewaan masyarakat yang luar biasa kepada Aa Gym sebetulnya dipicu
oleh pemujaan berlebihan pada sosok kiai muda itu. Ibu-ibu membanjiri
pengajiannya dan rela antre berbulan-bulan hanya untuk bisa mengunjungi
pesantrennya di Bandung. Aa dipandang sebagai dewa. Ketika Aa melakukan
hal yang manusiawi (bersifat manusia), masyarakat terkejut dan patah
hati. Kebanyakan orang kecewa karena Aa sering mendengung-dengungkan
konsep keluarga sakinah. "Sakinah apaan, bohong besar," kata sementara
orang.

Apakah keluarga sakinah tak dapat tercapai dengan tindakan Aa menikah
lagi? Apakah keluarga sakinah tidak mungkin dialami keluarga poligami?
Saya melihat keluarga poligami Aa Gym lebih sakinah daripada banyak
keluarga nonpoligami.

Pembelokan (bila bukan pemelintiran) makna poligami -dari sebuah solusi
menjadi tindak kejahatan- itu hanya skala kecil upaya pemerintah untuk
menutupi amburadulnya pengelolaan negara belakangan ini. Ketua DPR
menyalahgunakan voucher pendidikan, anggota DPR terlibat skandal seks
yang videonya merebak ke seluruh msayarakat, lumpur Sidoarjo tak
tertangani, angka kemiskinan meningkat, rakyat tak punya bahan bakar
untuk memasak, BUMN yang terus merugi atau kalau untung dijual.

Kekeliruan masyarakat terjadi ketika mereka selalu membenarkan
persepsinya sendiri. Di antaranya, dengan kalimat "Mana ada perempuan
mau dimadu." Kenyataannya, banyak peremuan bersedia dimadu. Lalu, "Ya,
tapi mereka pasti tertekan dan menderita." Lagi-lagi, sebuah upaya
pembenaran antipoligami. 

Perempuan lain boleh pura-pura atau acting. Namun, kita tak dapat
menuduh Teh Ninih hipokret, bukan? Dia dengan wajah bersinar menyatakan
ikhlas dan rida suaminya menikah lagi. Bahkan, mimik, gesture, dan body
language Ninih dan Aa selama jumpa pers menunjukkan bahwa mereka masih
saling (bahkan lebih) mencintai. 

Saya percaya mereka telah mendapatkan hikmah. Masyarakat tak mau
menerima kenyataan itu. Mereka menolak fakta kebenaran. Bukan Aa dan
Ninih yang hipokret, melainkan kita sendiri.

Poligami bukan anjuran, apalagi kewajiban. Seperti kata Aa, "Jangan
menggampangkan." Aa tentu saja sah berpoligami karena dia bukan PNS, dia
mampu, dan memiliki ilmu serta potensi untuk berbuat adil. Banyak
laki-laki tak bertanggung jawab bersembunyi di balik UU Perkawinan yang
melarang poligami dan meneruskan tindakan bejatnya mempermainkan
perempuan tanpa status perkawinan sah.

Poligami yang baik dilakukan dengan cara kesepatakan suami istri,
kompromi, atau persuasi. Setiawan Djodi berhasil mempersuasi istrinya
untuk menerima kehadiran Sandy Harun. Ray Sahetapy gagal karena Dewi
Yull memilih bercerai. 

Sebagai perempuan muslim, kita boleh stay on atau quit dalam perkawinan
poligami. Alasan quit jelas: enggan berbagi. Alasan stay on: mencintai
suami dan tak ingin kehilangan atau tak berdaya secara ekonomi dan
sosial.

Kesalahan perjuangan para aktivis perempuan adalah lebih menghormati PSK
dan perempuan simpanan yang independen daripada mereka yang mau jadi
istri kedua. Para istri pertama yang ikhlas, yang seharusnya mendapat
apresiasi dari kita, malah didudukkan sebagai korban yang perlu
dikasihani. 

Banyak gerakan perempuan yang didukung pemerintah meneriakkan yel-yel
antipoligami. Sitoresmi yang menjadi istri keempat Debby Nasution
dipecat dari LSM-nya di Jogjakarta karena dianggap "tidak berdaya". 

Pada intinya, UU Perkawinan yang membatasi perkawinan poligami hanya
melindungi para istri pertama yang enggan berbagai hak dengan sesama
perempuan (padahal diteriakkan persamaan hak dengan laki-laki). Lebih
buruk lagi, UU itu melindungi laki-laki hidung belang yang tak mau
bertanggung jawab. Itu sama tak bertanggung jawabnya dengan laki-laki
yang berpoligami, padahal tidak mampu, tidak adil, dan tak mendapat
restu istri pertama.


Sirikit Syah, ibu rumah tangga, aktif sebagai pengarang

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


  _____  

Everyone is raving about the
<http://us.rd.yahoo.com/evt=45083/*http://advision.webevents.yahoo.com/m
ailbeta> all-new Yahoo! Mail beta. 






  _____  

Check out the
<http://us.rd.yahoo.com/evt=43257/*http://advision.webevents.yahoo.com/m
ailbeta> all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and
get things done faster. 



 

Kirim email ke