hehehe..... koq Pak Harry jadi kebawa sih, padahal saya mah kagak punya 
tendensi apa2. Maklum udah keburu capek duluan ngasuh dua orang anak tanpa 
bantuan siapa2 (kacian dee.......) Apalagi gak punya temen ngobrol makanya 
seneng banget kalo milis jadi rame dan membuka kesempatan buat setiap orang 
kasih komentar.
   
  Soal kenal mah, kayaknya saya kenal Pak Harry gak gitu2 banget deh abis 
dulunya Mbak Santi (temen saya yang di PMR itu looh... hehehe... Pak Harry 
kenal gak??) jarang cerita2 tentang Pak Harry ampe dalem. Hehehe............ 
*peace ah
   
  Soal Cakil...... Bwakakaka.................... sumpee deh masih inget aja!!! 
Pengalaman ama Cakil mah wuiih... bosen banget deh disuruh bayar duit beli bola 
mulu gara2 gak ikut renang,  herannya tuh bola kayaknya gak nambah2 deh!!!  
hehehe..............

Harry Muryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
       
  hehehe... vida, kayak gak kenal gw aja .. 
  gw kan pecinta damai dari dulu..  :D
   
  terakhir terjebak (dianggap ikut) berantem gara2 basket sudarsono cup waktu 
kelas 1.
  satoe tigha melawan satoe sembilan.. norak juga tuh anak2 .. pake berantem 
segala..
  akibatnya seluruh penghuni dua kelas itu yang laki disuruh lari keliling 
lapangan ama Bang Cakil.
   
  disuruh lari keliling lapangan 6 kali.. eh, pake salah itung lagi..
  akibatnya disuruh nambah 3 keliling lagi.. cakil ..cakil..
  lucu kalo inget itu .. :)
   
   
  harry 97
   
    
  -----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of evida 
kartini
Sent: Wednesday, December 13, 2006 4:46 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [sma1bks] Potret (Keliru) Poligami


      iiih berantem.... udah gak jaman. plis de ahh............
  biasa aja lagee............... :-P (biar samaan, hehehe...........)

Harry Muryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    asik nih ... gw seneng bisa berantem ..
   :P
   
   
   
    
  -----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of evida 
kartini
Sent: Wednesday, December 13, 2006 4:17 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [sma1bks] Potret (Keliru) Poligami


      kalo bosen delete aja ngapah??? kasian juga sama orang yang pengen 
komentar, suka-suka dong! namanya juga manusia...doyan ngomong. 
   
  soal bosen... gw juga bosen sama urusan futsal... wong udah gak ikutan.. jauh 
lagi, hehehe

Harry Muryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
     
  Udah ah.. Bosen ... kaga SELESE-SELESE...
  bener kata bang komar...
  yang mao poligami.. silahkan aja ...
  yang gak mao, ya.. jangan mengharamkan ...
   
   
   
   
    
  -----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of evida 
kartini
Sent: Wednesday, December 13, 2006 3:35 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [sma1bks] Potret (Keliru) Poligami


      saya malah berpikir kasus YZ-ME justru mendapat kecaman yang sangat berat 
daripada kasus poligami Aa Gym. Bayangin aja, gak cuma diomongin di negara 
sendiri yang punya acara infotainment bejibun, masuk youtube yang semua orang 
bisa langsung liat rekamannya, sampe masuk ke media2 cetak internasional. belum 
lagi rasa malu yang didapat dari YZ yang pastinya mundur dari jabatan2nya, 
istrinya yang sampe ngorbanin rasa malunya untuk muncul di TV cuma minta supaya 
kasus suaminya reda, dan malu anak2nya yang bakalan berdampak pada masalah 
kejiwaan. sudah jelas kecaman yang didapet.... wuih berat banget...  apalagi  
itu baru yang keliatan doang aja syereeemnya udah segitu. 
   
  nah kalo Aa Gym mah, justru orang lebih banyak demo isu poligaminya daripada 
tokoh Aa Gym itu sendiri... cuma kebetulan aja Aa Gym itu publik figur di 
bidang agama makanya agak santer isunya, tapi sekali lagi kecamannya lebih 
kepada isu poligaminya. Karena gak bisa disangkal juga kalo banyak kasus 
poligami yang memberi kesan buruk di masyarakat. Gak usah jauh2 deh, adek 
nyokap gwyang dipoligami suaminya sempet stress, trus berantem sama istri 
keduanya sampe guling2an, cakar2an didepan anak2nya yang cuma bisa bengong 
ngeliatin. Dan pastinya banyak juga kasus serupa. Wajar banget deh kalo 
ternyata isu poligami jadi marak karena ketakutan2 akan hal seperti itu bisa 
terjadi ke mereka apalagi kaum perempuan. gw sendiri aja takut banget 
ngebayanginnya meskipun belum tentu semua kasus poligami kayak gitu. Kasus 
poligami Aa Gym ini toh gak sampe menguliti kehidupan pribadinya kalaupun 
diboikot ibu2 pengajian, saya pikir itu wajar karena ibu2 itu mungkin takut 
(termasuk saya deh
 kayaknya) .. nanti jangan2 Aa Gym bakalan ceramah yang isinya anjuran tentang 
poligami. 
   
  Dan menurut gw, poligami itu pada dasarnya halal atau diperbolehkan hanya 
saja yang memberi potret (keliru) poligami itu sendiri yah kebanyakan para 
poligamer itu sendiri. Jadi susah juga untuk meyakinkan masyarakat kalo 
ternyata poligami itu.... hhhmm...ya begitu itu....
   
  kayaknya gitu aja dulu, anak gw minta nyusu lagi nih! mohon maaf kalo gak 
berkenan
  *peace ah
   
  

QiDHiR Abdul Salam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Rabu, 13 Des 2006,-Jawapos
Potret (Keliru) Poligami


  Oleh Sirikit Syah 

Sahabat saya dr Nalini Agung menelepon hanya untuk menyampaikan komentar 
kerasnya. "Ada tiga jokes of the year tahun ini, laki-laki semua. Aa Gym, Yahya 
Zaini, dan Akhmad Dani," katanya dengan nada jengkel. Menurut perempuan cantik 
dan pintar itu, Yahya, yang tampil bisu di sisi istrinya di hadapan publik 
Kamis malam lalu, "Adalah laki-laki bertubuh besar, bernyali ciut. Ada 
persoalan dengan istri, lari ke perempuan lain. Kini ada persoalan dengan 
perempuan lain, berlindung kepada istrinya."

Tentang Aa Gym, Nalini tidak banyak berkomentar, selain, "Ternyata, Aa Gym 
manusia biasa juga." Namun, Nalini tak dapat menoleransi kepongahan suami 
bernama Akhmad Dani. "Suami macam itu, kalau saya jadi Maia, wis tak tinggal."

Tiga lelaki "jokes of the year", istilah bagus temuan seorang perempuan 
berpendidikan dan berkarir, yang juga ibu rumah tangga yang baik. Di kalangan 
pemerintah, Presiden SBY tak berkomentar sepatah kalimat pun mengenai kasus 
YZ-ME, malah mempersoalkan regulasi perkawinan poligami seolah-olah itu ancaman 
nasional. 

Di lapangan, berbagai kelompok masyarakat, antara lain mahasiswa Universitas 
Muhamadiyah Jogjakarta, berdemo menentang poligami. Ibu-ibu muslimat memboikot 
pengajian Aa Gym. Sangat mengherankan, tak ada masyarakat yang berdemo 
memprotes YZ, wakil rakyat yang melakukan skandal seks.

Dunia sudah terbolak-balik. Aa Gym -yang menikah dengan uang sendiri dan 
mendapat rida istri- dihujani kecaman lebih keras daripada pelaku perzinahan 
dan perselingkuhan dengan menggunakan uang rakyat/negara.

Potret Poligami

Seperti yang dikatakan Aa Gym, poligami sudah sangat dikelirukan maknanya. Yang 
melakukan misleading atas makna poligami itu termasuk di antaranya pemerintah, 
para pemimpin negara, tokoh masyarakat, aktivis perempuan, dan media massa. 
Poligami telah dipotret sebagai kejahatan dan kekerasan pada perempuan dan 
anak-anak.

Alih-alih mendengarkan penjelasan Aa Gym dan Teh Ninih, istrinya, masyarakat 
lebih suka mendengarkan sumber-sumber yang tidak layak bicara. Bagaimana kita 
percaya pandangan Farhat Abbas tentang poligami? Dia sendiri suami yang gemar 
mempermainkan perempuan dan membohongi istrinya. 

Juga, mengapa mendengarkan Sandy Harun yang tak setuju poligami atau berbagi 
suami? Look who’s talking. Dia adalah "the other woman", yang kemudian 
dinikahi. Dalam status sebagai istri Djodi, dia berhubungan dan punya anak 
dengan Tommy Soeharto. Dalam kata lain, Sandy adalah pelaku poliandri, sebuah 
tindakan melanggar hukum. Orang seperti itu akan kita dengar pendapatnya?

Kekecewaan masyarakat yang luar biasa kepada Aa Gym sebetulnya dipicu oleh 
pemujaan berlebihan pada sosok kiai muda itu. Ibu-ibu membanjiri pengajiannya 
dan rela antre berbulan-bulan hanya untuk bisa mengunjungi pesantrennya di 
Bandung. Aa dipandang sebagai dewa. Ketika Aa melakukan hal yang manusiawi 
(bersifat manusia), masyarakat terkejut dan patah hati. Kebanyakan orang kecewa 
karena Aa sering mendengung-dengungkan konsep keluarga sakinah. "Sakinah apaan, 
bohong besar," kata sementara orang.

Apakah keluarga sakinah tak dapat tercapai dengan tindakan Aa menikah lagi? 
Apakah keluarga sakinah tidak mungkin dialami keluarga poligami? Saya melihat 
keluarga poligami Aa Gym lebih sakinah daripada banyak keluarga nonpoligami.

Pembelokan (bila bukan pemelintiran) makna poligami -dari sebuah solusi menjadi 
tindak kejahatan- itu hanya skala kecil upaya pemerintah untuk menutupi 
amburadulnya pengelolaan negara belakangan ini. Ketua DPR menyalahgunakan 
voucher pendidikan, anggota DPR terlibat skandal seks yang videonya merebak ke 
seluruh msayarakat, lumpur Sidoarjo tak tertangani, angka kemiskinan meningkat, 
rakyat tak punya bahan bakar untuk memasak, BUMN yang terus merugi atau kalau 
untung dijual.

Kekeliruan masyarakat terjadi ketika mereka selalu membenarkan persepsinya 
sendiri. Di antaranya, dengan kalimat "Mana ada perempuan mau dimadu." 
Kenyataannya, banyak peremuan bersedia dimadu. Lalu, "Ya, tapi mereka pasti 
tertekan dan menderita." Lagi-lagi, sebuah upaya pembenaran antipoligami. 

Perempuan lain boleh pura-pura atau acting. Namun, kita tak dapat menuduh Teh 
Ninih hipokret, bukan? Dia dengan wajah bersinar menyatakan ikhlas dan rida 
suaminya menikah lagi. Bahkan, mimik, gesture, dan body language Ninih dan Aa 
selama jumpa pers menunjukkan bahwa mereka masih saling (bahkan lebih) 
mencintai. 

Saya percaya mereka telah mendapatkan hikmah. Masyarakat tak mau menerima 
kenyataan itu. Mereka menolak fakta kebenaran. Bukan Aa dan Ninih yang 
hipokret, melainkan kita sendiri.

Poligami bukan anjuran, apalagi kewajiban. Seperti kata Aa, "Jangan 
menggampangkan." Aa tentu saja sah berpoligami karena dia bukan PNS, dia mampu, 
dan memiliki ilmu serta potensi untuk berbuat adil. Banyak laki-laki tak 
bertanggung jawab bersembunyi di balik UU Perkawinan yang melarang poligami dan 
meneruskan tindakan bejatnya mempermainkan perempuan tanpa status perkawinan 
sah.

Poligami yang baik dilakukan dengan cara kesepatakan suami istri, kompromi, 
atau persuasi. Setiawan Djodi berhasil mempersuasi istrinya untuk menerima 
kehadiran Sandy Harun. Ray Sahetapy gagal karena Dewi Yull memilih bercerai. 

Sebagai perempuan muslim, kita boleh stay on atau quit dalam perkawinan 
poligami. Alasan quit jelas: enggan berbagi. Alasan stay on: mencintai suami 
dan tak ingin kehilangan atau tak berdaya secara ekonomi dan sosial.

Kesalahan perjuangan para aktivis perempuan adalah lebih menghormati PSK dan 
perempuan simpanan yang independen daripada mereka yang mau jadi istri kedua. 
Para istri pertama yang ikhlas, yang seharusnya mendapat apresiasi dari kita, 
malah didudukkan sebagai korban yang perlu dikasihani. 

Banyak gerakan perempuan yang didukung pemerintah meneriakkan yel-yel 
antipoligami. Sitoresmi yang menjadi istri keempat Debby Nasution dipecat dari 
LSM-nya di Jogjakarta karena dianggap "tidak berdaya". 

Pada intinya, UU Perkawinan yang membatasi perkawinan poligami hanya melindungi 
para istri pertama yang enggan berbagai hak dengan sesama perempuan (padahal 
diteriakkan persamaan hak dengan laki-laki). Lebih buruk lagi, UU itu 
melindungi laki-laki hidung belang yang tak mau bertanggung jawab. Itu sama tak 
bertanggung jawabnya dengan laki-laki yang berpoligami, padahal tidak mampu, 
tidak adil, dan tak mendapat restu istri pertama.


Sirikit Syah, ibu rumah tangga, aktif sebagai pengarang

  __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

    
---------------------------------
  Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.   




    
---------------------------------
  Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and 
get things done faster.   




    
---------------------------------
  Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.   

 

 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke