Teman saya, Nina, dokter gigi muda fresh graduate dan imut, 
berbagi pengalamannya saat jadi dokter PTT di desa terpencil – yang namanya 
sulit disebutkan – di wilayah Gorontalo. Dia bilang, desa itu terpencil bukan 
karena jaraknya yang sangat jauh, tapi lebih karena jalanan dan transportasinya 
terbatas.
      “Bayangin aja, untuk melewati jalan itu sampai ke tempat tujuan, para 
penumpang kendaraan bahkan sampe harus turun dan ikut ngedorong mobil angkutan 
itu (biar bisa nanjak ke atas)…” saking minim dan jeleknya jalanan, kata Nina. 
Hehehe, ini ni yang namanya bensin campur. Bensin campur dorong :))
   
  Jadi inget pelacakan pesawat Adam Air di teve. Tim SAR nasional dan tim 
pencari yang lain pastinya menghadapi medan semacam itu. Sudah jalan 
berkelok-kelok, kanan-kiri jurang (kata Nina), jalananya jelek…
  “Dan yang lebih parah lagi, kadang supaya mobil tetap berada di jalur yang 
benar, selain para penumpang diminta turun semua, mereka (kenek dan supirnya) 
sampai harus menarik kendaraan mereka yang tergelincir ke tepi (jurang) pake 
tali, dan setelah itu mobil jalan lagi….” Cerita Nina, terdengar semakin horor. 
Wah, nggak kebayang jadi penumpang di sono.
   
  Tapi tidak semua jalanan buruk, ada juga jalanan yang bagus mulus…
  “Kalau aspal jalannya masih mulus, berarti jalanan itu masih baru.”
  “Ya jelas dong, kan emang gitu…”
  “Tapi tunggu aja, beberapa bulan lagi jalanan itu ancur juga.” Kata Nina 
nahan ketawa.
  “Lho kok?”
  “Soalnya, untuk melanjutkan kerjaan mengaspal jalan selanjutnya, mereka kan 
pakai jalan yang baru itu. Udah gitu mobil dan mesin-mesin berat yang lewat, ya 
udah bener-bener ancur deh…”
  Hehehe, bener juga ya…..
  “Kalo gitu, ngaspalnya kenapa nggak mundur aja biar jalanannya ga ancur,” 
komentar Sita, teman saya yang lain.
  Wah… jelas ga bisa juga wong jangankan mobil besar dan berat yang lewat, 
mobil biasa aja susah. Satu-satunya jalan ya diaspal berkali-kali kali ya… maju 
mundur hihi.
   
  Cerita Nina beda lagi begitu terlibat dalam tim Puskesmas Keliling (Pusling). 
Medannya kali ini kampung nelayan tepi pantai. Bener-bener tepi pantai alias 
beberapa meter saja dari laut, itu pun Cuma beberapa kepala keluarga saja. 
Sambil bertugas mereka punya lagu andalan untuk menarik masyarakat. Lalu Nina 
menyanyi,
  “Aku Opa sehat, tubuhku kuat. Karena Ibu Opa rajin dan cermat. Semasa Opa 
bayi, selalu diberi Asi, makanan bergizi dan imunisasi…..”
  “Lho kok bukan ‘aku anak sehat, tubuhku kuat?’ kenapa anak diganti Opa?”
  “Kalo anak, itu belum terbukti benar-benar sehat. Masih anak-anak gitu lo 
Mbak. Tapi kalau Opa (kakek) sehat, berarti dia emang bener-bener terbukti 
sehat….”
  Ealah Nina, kreatif amat sih tim puskesmas keliling-nya…:)










 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke