Dari milis tetangga, semoga mangfaat.

 

Seorang klien mengirim sebuah tantangan unik. Ia ingin saya mencangkok sebuah 
sistem kode etik untuk para staf salesman-nya. "Saya ingin para salesman 
perusahaan saya mengalami sebuah transformasi yang mampu membuat mereka menjadi 
salesman yang agresif dan produktif. Saya ingin salesman saya menjadi prajurit 
tangguh yang bisa saya andalkan untuk membuka pasar dan menciptakan pertumbuhan 
usaha di tahun 2007."

 

Saya kebetulan orang yang tidak pernah mau menyerah terhadap sebuah tantangan. 
Akhir pekan lalu, saya terinspirasi oleh "Bushido-The Code of Samurai". 
Mungkinkah bushido adalah jawaban yang saya cari? Di Jepang sekitar abad ke-9, 
kelompok pendekar yang disebut samurai atau bushi membentuk sebuah kelas elite 
di masyarakat hingga abad ke-12. Mereka malah menjadi kasta penguasa selama 
berabad-abad, hingga status mereka dihilangkan pada 1876 dalam era Meiji.

 

Bayangkan, alangkah idealnya apabila kita dapat mengubah para salesman di 
perusahaan Anda menjadi salesman yang berjiwa bushido! Luar biasa, bukan? 
Bushido yang menjadi the code of samurai terdiri dari tujuh prinsip: baik/murah 
hati, keberanian, kejujuran, kehormatan, keadilan, loyalitas, dan respek. 
Memang susahnya adalah bagaimana menerjemahkan ketujuh pilar itu ke dalam code 
of conduct seorang salesman. Setelah saya renungi dalam-dalam, akhirnya muncul 
juga solusinya, yaitu harus dibalik mulai dari belakang.

 

Respek: seorang salesman yang baik memang harus memulainya dengan perasaan 
respek penuh kepada konsumen dan pelanggannya. Ia tidak boleh punya sikap 
meremehkan dan merendahkan konsumen. Hanya dengan memulai sikapnya dengan 
respek, seorang salesman bisa mengabdi dan melayani dengan baik seorang 
konsumen atau pelanggan.

 

Loyalitas: jangan lupa, loyalitas sesungguhnya seorang salesman ada pada produk 
atau jasa yang dijualnya. Ia adalah personifikasi sejati dari produk dan jasa 
itu. Hanya lewat dirinya, produk dan jasa yang dijual menjadi hidup dan bisa 
berinteraksi aktif dengan konsumen dan pelanggan. Seorang salesman harus 
menjadi satu dengan produk dan jasa yang dijualnya.

 

Keadilan: seorang salesman yang baik selalu akan bisa berada di tengah. 
Bertindak dengan penuh fairness. Tidak pernah menipu. Dalam dialeg Hokkian, 
salah satu bahasa Chinese, adalah istilah ceng-li, yang artinya berdagang 
dengan penuh fairness. Seorang salesman yang baik biasanya memiliki naluri 
untuk bersikap ceng-li, sehingga para konsumen akan respek dan percaya penuh. 
Apabila hal ini mampu dipenuhi seorang salesman, biasanya akan mendapat respek 
dari konsumen dan pelanggannya, sehingga ia akan memiliki reputasi dan 
kredibilitas yang baik.

 

Kehormatan: seorang salesman yang berjiwa bushido tahu sepenuhnya apa arti 
kehormatan itu. Misalnya, ia tahu cara untuk menepati janji. Ia punya rasa 
tanggung jawab sangat besar. Ia sadar akan kewajibannya untuk membentuk 
reputasi dan kredibilitas perusahaan yang baik, serta menjaganya dengan 
hati-hati.

 

Kejujuran: konon sangat mustahil bagi seorang salesman yang berprestasi tinggi 
untuk bisa jujur sekaligus. Anggapan ini terbukti salah kaprah. Seorang 
salesman justru harus hidup penuh kejujuran dengan hati yang bersih. Ia harus 
bisa bekerja keras, dengan penuh semangat tinggi dan memilihara kejujuran 
hatinya. Sikap dan perilaku jujur akan mendapat respek luar biasa dari konsumen 
dan pelanggan. Apabila kejujuran dipraktekkan oleh semua salesman, maka 
kewajiban dan tanggung jawab akan sepenuhnya dijunjung secara bersama-sama. Ini 
adalah lingkungan kerja yang sangat ideal.

 

Keberanian: seorang salesman yang baik biasanya cepat membaca gelagat. Berani 
mengambil inisiatif. Tidak akan membiarkan sebuah peluang kabur begitu saja. Ia 
akan memperlihatkan keberanian untuk memperjuangkan agar sebuah transaksi bisa 
tercapai. Entah ia memberanikan diri minta diskon lebih besar atau masa kredit 
lebih lama. Ia tidak akan ragu-ragu. Ia justru akan memperlihatkan keberanian 
bak seorang pendekar yang maju perang.

 

Baik/murah hati: seorang salesman yang piawai sangat paham untuk memperlihatkan 
simpati dan ketulusan hatinya. Ia bukanlah sebuah robot dingin tanpa emosi 
sedikit pun. Ia duta besar produk yang diwakilinya. Ia mengerti diplomasi dan 
keramahan untuk menciptakan customer intimacy. Ia memiliki skills yang tinggi 
untuk merebut hati pelanggannya. Ia tahu kapan harus berpihak pada konsumen. Ia 
pelayan konsumen yang setia. Bila ia mampu melayani kebutuhan sang konsumen 
dengan baik, nasibnya akan bertahan lama.

 

Ketika "bushido" ini saya berikan dalam sebuah pendidikan dan pelatihan 
salesman di perusahaan teman saya, hasilnya sangat mujarab. Saya melihat ada 
kebanggaan tertentu di mata para salesman ketika mereka merasa bahwa profesi 
mereka setara dengan para samurai. Mereka merasa bahwa profesi yang digeluti 
selama ini terbukti memiliki etika tinggi yang patut mereka junjung dengan 
kesungguhan hati.

 

Kafi Kurnia <[EMAIL PROTECTED]>

[Intrik, Gatra Nomor 9 Beredar Kamis, 11 Januari 2007] Copyright © 2002-04 
Gatra.com Hangtuah Digital Library

-



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke