JM merupakan salah satu manager terbaik di dunia. Terlepas dari
kerhasilannya mengangkat Chelsea karena dihuni oleh bintang-bintang top,
tapi kemampuannya meracik strategi dan juga memompa motivasi pemainnya
sangat luar biasa. Dulu semangat seperti itu cuma terlihat pada tim Arsenal,
tapi sekarang pemain Chelsea punya daya juang yang luar biasa pula.

Lepasnya gelar juara Premiership membuat nasib JM berada di ujung tanduk.
Apalagi kalau mereka kalah lagi di final FA. JM bisa di pecat!!!. Tapi siapa
penggantinya? RAsanya blon ada pelatih yg sekelas dengan JM. Dan JM pun
mendapat dukungan penuh dari pemain2nya. Jadi salah besar kalo Abrahamovich
sampe memecat JM.

Bravo premiership...

On 5/8/07, komar udin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Betul. Saya setuju. walau pun kalah, saya salut pada
Mourinho. Waktu di piala champion ngelawan Liverpool,
doi itu berada di tengah2 semua pemain dan
teriak-teriak penuh semangat. walau gak dengar apa
yang diomongin, kita bisa nebak, ia mencoba
membangkitkan 'inner power' para pemain-nya. Semangat.


--- malik <[EMAIL PROTECTED] <maliksiregar%40yahoo.co.id>> wrote:

>
> Walaupun GW bukan Fans Chelsea But....ini adalah
> sebuah pembelajaran.....
>
>
>
> Mourinho Berdiri di Depan Pasukannya
>
> Andi Abdullah Sururi - detikSport
>
>
>
> (AFP/Carl de Souza)
>
> Jakarta - Melihat kegagalan Chelsea mengalahkan
> Arsenal tadi malam tidak seperti menyaksikan sebuah
> tim besar yang jadi pecundang -- berkat pemimpin
> perang bernama Jose Mourinho.
>
>
> Di Emirates Stadium, Minggu (6/5/2007), Mourinho
> menggerak-gerakkan pulpen ke pahanya ketika Khalid
> Boulahrouz menjatuhkan Julio Baptista di kotak
> penalti dan wasit menunjuk ke titik putih. Mourinho
> tahu hukuman penalti buat Arsenal seperti hukuman
> mati di pengadilan.
>
>
> Pada saat itu kondisi Chelsea laksana sekelompok
> kecil prajurit Sparta menghadapi pasukan Persia
> pimpinan Raja Xerxes: tak punya kesempatan menang.
> Dalam keadaan wajib menang, Chelsea malah tertinggal
> dan kalah jumlah pemain.
>
>
> Tapi Chelsea miliki Mourinho, seperti Sparta
> mempunyai Raja Leonidas (dalam film 300), yang
> dengan suara lantang tak henti-hentinya
> membangkitkan semangat sekitar 300 prajurit elitnya
> agar tidak gentar menghadapi ratusan ribu pasukan
> Persia.
>
>
> Mungkin seperti itu pula yang dilakukan Mourinho di
> ruang ganti saat turun minum. Apapun retorika yang
> disampaikannya, anak-anak buahnya terbukti bertarung
> habis-habisan di sepanjang babak kedua.
>
>
> Secercah harapan muncul tatkala Michael Essien --
> prajurit paling tak kenal lelah di kubu The Blues
> tadi malam -- mencetak gol balasan. Gol itu belum
> menyelamatkan pasukannya, tapi cukup berarti untuk
> meninggikan keberanian untuk terus bertarung.
>
>
> Tiga kali Chelsea melakukan shot on goal berbahaya,
> tapi selalu dipatahkan Jens Lehmann. Beruntung pula
> mereka tidak kebobolan lagi oleh sundulan William
> Gallas dan tembakan Alexander Hleb.
>
>
> Keberuntungan akhirnya tidak berpihak. Leonidas dan
> pasukannya ditumpas Xerxes. Mourinho dan skuadnya
> pun gagal menaklukkan Arsenal, dan harus menyerahkan
> titel Premiership kepada Manchester United.
>
>
> Namun tugas Mourinho tidak berhenti di situ. Ia
> tidak membiarkan prajurit-prajuritnya yang gagah
> berani itu merasakan kepedihan. Ia menyuruh stafnya
> untuk merangkul para pemainnya dan tidak lesu.
> Salomon Kalou, misalnya, hanya punya waktu beberapa
> detik untuk duduk loyo di lapangan sebelum
> dibangkitkan oleh ofisial Chelsea.
>
>
> Sementara Mourinho menunjukkan bagaimana seorang
> prajurit harus menyikapi kekalahan yang diderita
> dari sebuah perlawanan hebat. Ia memerintahkan
> timnya berkumpul dan membalas dukungan suporternya.
> Kalah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal
> dari sesuatu yang baru.
>
>
> Maka Kapten John Terry pun tidak berlama-lama
> berdiam diri merenungi kegagalannya mengangkat tropi
> juara seperti dua musim terakhir. Ia segera membuka
> kaosnya dan melemparkannya ke arah pendukung The
> Blues, lalu bersama-sama timnya mendekati
> suporternya.
>
>
> Mourinho tampak sibuk bergerak. Bahasa non-verbalnya
> menunjukkan betapa Chelsea dan fansnya tidak boleh
> sedih atas kegagalan tersebut. Ia terus mengangkat
> kepalanya lebih tinggi, sebagai simbol bahwa
> kebanggaan tidak boleh dihilangkan oleh kekalahan.
>
>
> Ucapan-ucapan Mourinho pun tidak sedikitpun
> menggambarkan kegagalan. MU tidak dinilainya lebih
> baik daripada mereka. "Masalahnya adalah, tim dengan
> jumlah poin lebih banyak adalah pemenang," tukasnya.
>
>
> Selebihnya ia menghamburkan kata-kata pujian pada
> pasukannya. "Harus saya katakan, barangkali saya
> lebih bangga sekarang ketimbang waktu kami jadi
> juara."
>
>
> Di penghujung perjuangan Mourinho berada di garis
> terdepan Chelsea, bukan sekadar menjadi orang di
> balik layar. Ia tahu kapan waktunya membalas Frank
> Lampard cs yang selalu berada di belakang dirinya
> sewaktu diterpa isu bakal didepak Roman Abramovich.
>
>
> "Sepanjang musim ini pemain-pemainku menjadi
> pahlawan atas segalanya. Mereka sungguh brilian. Ini
> adalah sebuah pertandingan yang akan selalu diingat
> dan menunjukkan betapa besar Chelsea sebagai sebuah
> klub," demikian Mourinho.
>
>
>
> VIVA LIVERPOL
>
>
>
>

__________________________________________________________
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
http://tv.yahoo.com/collections/265




--
OpiK
http://taufiek.wordpress.com

Kirim email ke