Jeng Anne... jangan kuatir, ada juga kok di blog saya, cuma nggak 
selengkap di milis ;)

salam,
Vita

--- In [email protected], "Anne Juliah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Jeng Lusiana,
> 
> Apa pernah terpikir untuk menempatkan tulisan anda di blog pribadi 
> alih-alih di milis? 
> 
> Salam,
> Anne
> 
> 
> --- In [email protected], "Lusiana M. Hevita" <mhevita@> 
> wrote:
> >
> >                 HIGH HEELS DAN TUKANG URUT
> >     Kenapa ada tukang urut? Karena ada high heels. Kenapa ada 
high 
> heels? Karena ada tukang urut…*halah*
> >     High heels konon bisa bikin semua perempuan keliatan anggun 
> dan semampai, selain juga…dewasa dan seksi (hmmm). Tapi saya 
> mengalami betapa tidak enaknya pake high heels. Apalagi kalo 
makenya 
> sambil keseleo, nggak enak banget :p (hihi ini mah bukan salah 
high 
> heels-nya, tapi emang orangnya yang jalan nggak ati-ati).
> >     Bos yang dulu, selalu pake high heels. Kami biasa mendengar 
> langkah-langkah beliau yang ke sana kemari. Kalau sudah begitu, 
anak 
> buah jadi bisa siap-siap, pura-pura sibuk kerja kalau langkah 
> sepatunya datang mendekat hehehe. Saya sendiri punya sih beberapa 
> sepatu high heels, dipakai untuk saat-saat tertentu aja. Maksud 
pake 
> itu supaya keliatan rada `wibawa' dikit lah (dan tua-an dikit :), 
> masak pake sepatu teplek-teplek. Apalagi kalo kebetulan ada tamu 
> dari luar, or pejabat or bos-bos, biar gayaan dikit gitu ;) Jadi 
> high heels bisa dibilang semacam…benda yang menunjukkan status, 
> selera/gaya hidup, fashion? *Wah, soal ini bisa nanya Mbak Okky 
> Asokawati :)*
> >         Tapi, soal memilih sepatu yanga akan kita pakai memang 
> sebaiknya tidak main-main Dari buku yang pernah saya baca, katanya 
> sepatu bisa menentukan kesuksesan seseorang. Di buku itu 
dijelaskan 
> kalau misalnya kita memakai sepatu yang tidak nyaman (karena 
> ukurannya, bahan, dll yang kurang tepat), kemudian harus berdiri 
> presentasi di depan, akan sangat mengganggu karena akibat nyeri di 
> kaki presentasi kita jadi tidak maksimal. Demikian juga, hampir 
> semua aktivitas kita – apapun itu – akan sangat terganggu kalau 
kaki 
> kitanyeri, ngilu, panas, gara-gara sepatu. Memang sih, 
> meskipun `cuma' di kaki, tapi kalau kita salah pilih ukuran, 
percaya 
> deh…masih mendingan nyeker hehehe… 
> >     Dalam acara talk show-nya, Oprah bahkan pernah menggolongan 
> sepatu menjadi sepatu 30 menit, sepatu 1 jam, sepatu 2 jam, atau 
> sepatu sepanjang hari. Jadi, ada sepatu yang nyaman di kaki 
setengah 
> jam saja, ada yang satu jam, ada yang tahan dipakai selama dua 
jam, 
> sampai sepatu yang nyaman di kaki seharian. Biasanya sih semakin 
> cantik tu sepatu, semakin pendek kenyamanan pemakaiannya. 
Herannya, 
> kite para perempuan nape hobi ye pake sepatu model begitu. 
Padahal, 
> bisa aja kita memilih sepatu kets yang jauh lebih nyaman dipakai 
> daripada sepatu high heels.
> >     Sayangnya, oke tidaknya penampilan sangat didukung oleh 
> pemilihan sepatunya. Coba bayangkan kalau baju dan dandanan sudah 
> rapi, tapi sepatunya sama sekali nggak tepat modelnya…langsung 
turun 
> deh penilaian. Tapi, ketika kita berdandan biasa aja, lalu 
> mengenakan sepatu yang tepat dan `matching', akan kelihatan jauh 
> lebih keren.
> >      Nah, sekarang pilih mana? Fungsi atau gaya? Keren atau 
> nyaman? Hihihi, maunya semuanya ya… Sepatu yang memiliki semua 
> kriteria di atas bukannya nggak ada, tapi butuh merogoh kantong 
> lebih dalam untuk bisa memilikinya. Harganya bisa untuk membayar 
> tukang urut berkali-kali tuh ;)
> >   Selamat memilih sepatu!
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >  
> >        
> > ---------------------------------
> > Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to 
see 
> what's on, when.
> >
>


Kirim email ke