Maafkan saya baru sempat mampir sekarang.
Rekan Adji, 'alih-alih' memiliki padanan kata dalam Bahasa Inggris
yaitu: 'instead of' atau 'on the contrary', sumber:
http://www.asiamaya.com/kamus. Contoh penerapan lain dapat dilihat
di Kompas, 27 Mei 2007, halaman 18, kolom 3.
Rekan Elvira, pernyataan anda ("saya sih stuju2 aja tulisan pribadi
di masukin ke milis. k lusiana tulisannya bagus2 koq.. lumayan buat
refreshing.") adalah contoh yang baik dari kalimat yang bisa
melemahkan argumen, dalam hal ini : pernyataan 1 benar, pernyataan 2
benar, pernyataan 1 dan pernyataan 2 tidak saling berhubungan. Milis
ini adalah milis terbuka bagi alumni SMA 1 Bekasi. Bukan karena anda
menilai bagus NCB dapat dimuat, tapi tidak serta merta karena saya
menilai jelek NCB dilarang dimuat.
Saya melemparkan wacana untuk memuat NCB dalam blog berdasarkan
beberapa pemikiran. Salah satunya karena manfaat lebih yang bisa
diambil NCB dari blog. Saya membaca ada penerbit yang tertarik dengan
NCB. Blog dapat memfasilitasi penulis dalam melakukan penelitian
tentang Produk, "P" penting dalam "Marketing". Beberapa manfaat
tersebut: menghitung jumlah pembaca, berapa lama pembaca menghabiskan
waktu di satu artikel, berapa banyak pembaca yang langsung pergi
dalam waktu kurang dari 2 detik, bagaimana pembaca bisa sampai ke
blog (dari sini bisa diketahui jumlah pembaca tetap, pembaca yang
diarahkan "Google" atau website lainnya), dll.
Blog dan milis adalah dua ruang yang berbeda fungsi. Blog adalah
ruang pribadi, milik pembuatnya. Pemilik blog bisa mengaturnya
menjadi terbuka, tertutup, atau terbatas. Pemilik blog memiliki hak
penuh untuk memilih orang yang boleh masuk sampai memilih
komentar/kritik apa yang bisa dimuat.
Milis adalah ruang terbuka. Ketika seseorang menulis di milis saat
itu juga ia memasuki ruang publik. Sebesar hak untuk menulis sebesar
itu juga hak seseorang untuk memuji, mengkritik tulisan di milis.
Tidak ada maksud saya untuk menghancurkan karakter penulis saat saya
memberikan kritik. Tapi sungguh, saya acapkali mendapati NCB layaknya
purwarupa dari dagelan: "slapstick" Saya tidak cukup rajin untuk
menghitung berapa banyak jumlah "hahaha", "hihihi" atau kata semacam
itu yang ada di semua NCB. Tapi, saya berani yakin jumlahnya cukup
fantastis. "Lucu" bagi penulis bisa jadi tidak "lucu" bagi pembaca.
Atau penulis tidak percaya diri dengan leluconnya sehingga perlu
memberi tanda "Ini Lucu!" Penulis yang cerdas bagi saya tidak
memerlukan "tanda" itu, namun kelihaian mengolah kata sudah cukup
untuk memberikan cerita yang menghibur, menakutkan, atau apapun yang
ia ingin sampaikan.
Satu lagi yang mengganggu saya dalam NCB adalah penyajian. Entah
terburu-buru, lengah atau memang tidak dipentingkan, NCB sering
dimuat dalam format yang berantakan. Huruf yang hilang, huruf besar
yang ada di tengah karena salah ketik. Cukup mengganggu, seperti
menggigit batu ketika makan nasi yang kurang bersih.
"He who would learn to fly one day must first learn to stand and walk
and run and climb and dance; one cannot fly into flying." -
Friedrich Nietzsche
Teman saya bilang menulis itu candu. Rekan Lusiana, saya yakin bagi
anda kritik tidak akan menghilangkan candu itu. Lagipula saya adalah
1 dari 500-an anggota milis ini. Dalam statistik kritik saya adalah
pencilan, bisa diabaikan.
Ah, kadang kita memang masih perlu belajar dari Republik Mimpi,
MetroTV, karena bagi mereka: "Kritik itu biasa, manusia ada lemahnya"
Salam,
Anne
--- In [email protected], "Lusiana M. Hevita" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Jeng Anne... jangan kuatir, ada juga kok di blog saya, cuma nggak
> selengkap di milis ;)
>
> salam,
> Vita
>
> --- In [email protected], "Anne Juliah" <ijhul@> wrote:
> >
> > Jeng Lusiana,
> >
> > Apa pernah terpikir untuk menempatkan tulisan anda di blog
pribadi
> > alih-alih di milis?
> >
> > Salam,
> > Anne
> >
> >
> > --- In [email protected], "Lusiana M. Hevita" <mhevita@>
> > wrote:
> > >
> > > HIGH HEELS DAN TUKANG URUT
> > > Kenapa ada tukang urut? Karena ada high heels. Kenapa ada
> high
> > heels? Karena ada tukang urut
*halah*
> > > High heels konon bisa bikin semua perempuan keliatan anggun
> > dan semampai, selain juga
dewasa dan seksi (hmmm). Tapi saya
> > mengalami betapa tidak enaknya pake high heels. Apalagi kalo
> makenya
> > sambil keseleo, nggak enak banget :p (hihi ini mah bukan salah
> high
> > heels-nya, tapi emang orangnya yang jalan nggak ati-ati).
> > > Bos yang dulu, selalu pake high heels. Kami biasa mendengar
> > langkah-langkah beliau yang ke sana kemari. Kalau sudah begitu,
> anak
> > buah jadi bisa siap-siap, pura-pura sibuk kerja kalau langkah
> > sepatunya datang mendekat hehehe. Saya sendiri punya sih beberapa
> > sepatu high heels, dipakai untuk saat-saat tertentu aja. Maksud
> pake
> > itu supaya keliatan rada `wibawa' dikit lah (dan tua-an dikit :),
> > masak pake sepatu teplek-teplek. Apalagi kalo kebetulan ada tamu
> > dari luar, or pejabat or bos-bos, biar gayaan dikit gitu ;) Jadi
> > high heels bisa dibilang semacam
benda yang menunjukkan status,
> > selera/gaya hidup, fashion? *Wah, soal ini bisa nanya Mbak Okky
> > Asokawati :)*
> > > Tapi, soal memilih sepatu yanga akan kita pakai memang
> > sebaiknya tidak main-main Dari buku yang pernah saya baca,
katanya
> > sepatu bisa menentukan kesuksesan seseorang. Di buku itu
> dijelaskan
> > kalau misalnya kita memakai sepatu yang tidak nyaman (karena
> > ukurannya, bahan, dll yang kurang tepat), kemudian harus berdiri
> > presentasi di depan, akan sangat mengganggu karena akibat nyeri
di
> > kaki presentasi kita jadi tidak maksimal. Demikian juga, hampir
> > semua aktivitas kita apapun itu akan sangat terganggu kalau
> kaki
> > kitanyeri, ngilu, panas, gara-gara sepatu. Memang sih,
> > meskipun `cuma' di kaki, tapi kalau kita salah pilih ukuran,
> percaya
> > deh
masih mendingan nyeker hehehe
> > > Dalam acara talk show-nya, Oprah bahkan pernah menggolongan
> > sepatu menjadi sepatu 30 menit, sepatu 1 jam, sepatu 2 jam, atau
> > sepatu sepanjang hari. Jadi, ada sepatu yang nyaman di kaki
> setengah
> > jam saja, ada yang satu jam, ada yang tahan dipakai selama dua
> jam,
> > sampai sepatu yang nyaman di kaki seharian. Biasanya sih semakin
> > cantik tu sepatu, semakin pendek kenyamanan pemakaiannya.
> Herannya,
> > kite para perempuan nape hobi ye pake sepatu model begitu.
> Padahal,
> > bisa aja kita memilih sepatu kets yang jauh lebih nyaman dipakai
> > daripada sepatu high heels.
> > > Sayangnya, oke tidaknya penampilan sangat didukung oleh
> > pemilihan sepatunya. Coba bayangkan kalau baju dan dandanan sudah
> > rapi, tapi sepatunya sama sekali nggak tepat modelnya
langsung
> turun
> > deh penilaian. Tapi, ketika kita berdandan biasa aja, lalu
> > mengenakan sepatu yang tepat dan `matching', akan kelihatan jauh
> > lebih keren.
> > > Nah, sekarang pilih mana? Fungsi atau gaya? Keren atau
> > nyaman? Hihihi, maunya semuanya ya
Sepatu yang memiliki semua
> > kriteria di atas bukannya nggak ada, tapi butuh merogoh kantong
> > lebih dalam untuk bisa memilikinya. Harganya bisa untuk membayar
> > tukang urut berkali-kali tuh ;)
> > > Selamat memilih sepatu!
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to
> see
> > what's on, when.
> > >
> >
>
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/