Pernahkah berpikir tentang mati?
Gimana rasanya ya? Apakah seseram yang sering diceritakan orang? Apakah
sesakit seperti yang juga dirasakan Nabi sang Kekasih Tuhan? Konon peluh
menetes dari dahi beliau, dan malaikat pencabut nyawa nyaris tak tega
melanjutkan prosesi itu.
Entah kenapa siang hari yang penat ini tiba-tiba terpikir tentang mati. Satu
kata, empat huruf yang pasti dan mutlak akan terjadi pada siapapun yang hidup,
cepat atau lambat. Tak pandang usia, gender, agama, pendidikan, status,
termasuk juga kekayaan. Hanya satu yang dilihat Tuhan, Keimanan.
Bagaimana kita akan mati? Di hari Senin kah, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat,
Sabtu atau Ahad? Pagi hari, siang, sore atau malam? Dalam keadaan duduk,
berdiri atau terbaring? Di jalan, di Mal, di tempat kerja, di kendaraan, di
tempat tidur atau di atas sajadah? Dan apakah kita sempat menyebut nama-Nya
dengan penuh kerinduan, berteriak, mengaduh, atau jangan-jangan mengeluarkan
kata-kata yang ngawur?
Ketika apa kita akan mati? Saat baca buku, makan, tidur, nonton teve,
presentasi, mengetik, mengendarai mobil, melahirkan anak,
atau saat sujud
menghadap kepada-Nya di kelima waktu panggilannya.
Saya ingin mati di hari Jumat, di subuh/fajar yang hening, dalam keadaan
menyebut nama Tuhan dengan penuh kerinduan, hiks..ingin meninggal seperti
seperti Nabi Kekasih-Nya. Menjawab panggilan Tuhan yang terakhir
Yaaa Ayyuhannafsulmuthmainnah.. irjiii ilaa rabbiki
raadliayatammardliyyah.. fadkhulii fi ibaadi.. wadkhuliijannatii
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi
diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-ku dan masuklah ke
dalam surga-Ku (Al Fajr: 27-30) Amiin, semoga ya!
(Awalnya dreamlist saya berjumlah 110, ini dreamlist saya nomor terakhir,
jumlah totalnya menjadi 110 + 1 = 111 :-)
Selengkapnya tentang Dreamlist bisa lihat di
http://mhevita.multiply.com/journal/item/22
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.