Info dari milis syiar islam.semoga bermanfaat. Maaf kalau sudah pernah
dapet.

 

Thank you & Best regards, 
  
Vanda Vandhana 
Senior Sales Engineer 
PT Almega Sejahtera Jakarta 
Mitra Sunter Boulevard Blok A1-2 
Jakarta 14350 
Phone : 62-21-65833731/32 
mobile:  0816-1822155 

  _____  

From: vanda vandhana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, 31 July, 2007 12:00 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Fw: [syiar-islam] Hikmah Pengharaman Babi.

 

 

----- Forwarded Message ----
From: INDRA <[EMAIL PROTECTED]>
To: daarut <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, July 30, 2007 8:47:33 AM
Subject: [syiar-islam] Hikmah Pengharaman Babi.




Hikmah Pengharaman Babi. 

Fauzi Muhammad Abu Zaid 

Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang 
sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan 
daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka. 

Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung 
ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya 
kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka 
bertanya kepada Imam, 
"Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram. Antara lain ia 
memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan 
bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Babi 
diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan 
proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu 
terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?" 

Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan 
kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam 
jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu 
babi betina.

Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?" 
Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya 
perlihatkan suatu rahasia." 

Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan 
agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam 
satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, 
untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu 
dari keduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung 
kedua ayam tersebut. 

Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi 
jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan 
keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk 
melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri
atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya. 

Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh 
'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. 
Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan 
membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian 
melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian 
membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu 
menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya." 

Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat 
Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang 

berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah 
memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa 
yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari, 
memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan 

itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung 
bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, 
tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. 

Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah. Ilmu pengetahuan 
modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi 
daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman, 
seorang Muslim Jerman, dalam bukunya: 
"Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130- 131: 
"Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya 
berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan 
kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang 
mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, 
dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang 
berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?" 

Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihdt fi at Tafsr al Qur'an 
al Karm, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh 
daging babi: "Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan 
cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada 
manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga 
saat ini, generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini. 
Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di 
antaranya: 
Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus 
Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi. 
Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan 
kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan 
persendian. Penyakit pengelupasan kulit. Benalu eskares, yang 
berbahaya bagi manusia. Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang 
untuk segera menjauhi babi. 

Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi 
hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah 
penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya 
dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan 
berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa 
dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah 
kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya 
sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. 

Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, 
kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan 
kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan 
tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika 
dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang 
tidak sedap. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, 
yaitu Cina dan Swedia -Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, 
sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular- menyatakan: daging 
babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. 

Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya 
memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara 
Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan 
India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, 
sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam 
Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang 
diadakan di Sao Paulo. 

Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak 
babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging 
babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, 
seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti 
yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua 
hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum 
disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan 
itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak 
terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena 
bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan 
lemak babi. 

[Non-text portions of this message have been removed]

 

 

 

  _____  

Pinpoint
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48250/*http:/searchmarketing.yahoo.com/arp/spons
oredsearch_v9.php?o=US2226&cmp=Yahoo&ctv=AprNI&s=Y&s2=EM&b=50>  customers
who are looking for what you sell. 

Kirim email ke