walau ane tidak pernah terdaftar sebagai anggota IWP, tapi ane turut berduka atas dipindahkannya markas IWP oleh pihak sekolah
tapi (no offence) rasanya koq kurang bijak jika anggota dan alumni IWP harus mengeluarkan propoganda seperti ini > Atau... jikalau pada akhirnya kami yang harus tergusur > kami ucapkan : Selamat!! > kali ini kami kalah, fine! > suatu saat akan bangkit melawan!! > Selama ini, IWP memang dikenal sebagai organisasi ekskul yang paling solid dan kompak. Rasa persahabatan dan juga persaudaraan antar anggota (dan juga alumni) masih terjalin dengan sangat erat walau kini sudah berpencar di berbagai tempat. Tapi koq rasanya kurang elegan jika harus mengeluarkan propoganda seperti itu. Friends, gak ada yg abadi di dunia ini. Segala sesuatunya hanya tinggal menunggu waktu. Jika waktunya tiba, semua akan berubah. Seperti EPL yg sebelumnya bisa disaksikan gratis, sekarang harus bayar. Sekolah pastinya punya pertimbangan tersendiri untuk memindahkan mabes IWP. Toh pemindahan mabes ini juga bukan untuk kali pertama, sebelumnya pun mabes IWP juga pernah mengalami perpindaha. Tapi, apakah pemindahan mabes tersebut berdampak pada berkurangnya rasa persahabatan dan persaudaraan dari anggota IWP? rasanya tidak. IWP tetap kompak walau mabesnya di pindah. Jadi yg dibutuhkan sekarang adalah jiwa legowo dari anggota aktif dan juga alumni IWP. Benar, pasti harus ada adaptasi lagi terhadap mabes yg baru, tapi itu tidak akan berlangsung lama. Percaya deh (apa yg dikatakan rudy) bagaimana menurut rekan Komar? -- OpiK http://taufiek.wordpress.com
