"ente jual ane beli!"

wa ha ha..
komar.. parah banget
gue aja udah diprotes sama opik

buat mas opik,
banyak gaya orang dalam menyampaikan pendapat
ada yang dengan gaya bahasa intelek, acakadut, dsb2.

kalau saya, komar, atau anak iwp lainnya, bahasanya kurang apik
trengginas bahkan terkesan militan
bukan salah guru bahasa-nya, karena kita satu guru satu ilmu
mungkin memang kami yang demikian adanya
mohon maklum dan maaf bila kurang berkenan

andri

-----Original Message-----
From: [email protected] on behalf of komarudin ibnu mikam
Sent: Mon 8/20/2007 3:54 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [sma1bks] Inswapala menggugat
 
Bagi saya, saya akan cross check ke semua pihak. Kalau memang alasannya
rasional yah...barangkali itu yang terbaik. Tapi kalau ada 'sesuatu'
dibelakang itu, jawaban saya : ente jual ane beli!

Hidup adalah berpihak kepada kebenaran!

On 8/20/07, OpiK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   walau ane tidak pernah terdaftar sebagai anggota IWP, tapi ane turut
> berduka atas dipindahkannya markas IWP oleh pihak sekolah
>
> tapi (no offence) rasanya koq kurang bijak jika anggota dan alumni IWP
> harus mengeluarkan propoganda seperti ini
>
> >  Atau... jikalau pada akhirnya kami yang harus tergusur
> > kami ucapkan : Selamat!!
> > kali ini kami kalah, fine!
> > suatu saat akan bangkit melawan!!
> >
>
>
>
>
>
>
> Selama ini, IWP memang dikenal sebagai organisasi ekskul yang paling solid
> dan kompak. Rasa persahabatan dan juga persaudaraan antar anggota (dan juga
> alumni) masih terjalin dengan sangat erat walau kini sudah berpencar di
> berbagai tempat. Tapi koq rasanya kurang elegan jika harus mengeluarkan
> propoganda seperti itu.
>
> Friends, gak ada yg abadi di dunia ini. Segala sesuatunya hanya tinggal
> menunggu waktu. Jika waktunya tiba, semua akan berubah. Seperti EPL yg
> sebelumnya bisa disaksikan gratis, sekarang harus bayar.
>
> Sekolah pastinya punya pertimbangan tersendiri untuk memindahkan mabes
> IWP. Toh pemindahan mabes ini juga bukan untuk kali pertama, sebelumnya pun
> mabes IWP juga pernah mengalami perpindaha. Tapi, apakah pemindahan mabes
> tersebut berdampak pada berkurangnya rasa persahabatan dan persaudaraan dari
> anggota IWP? rasanya tidak. IWP tetap kompak walau mabesnya di pindah. Jadi
> yg dibutuhkan sekarang adalah jiwa legowo dari anggota aktif dan juga alumni
> IWP. Benar, pasti harus ada adaptasi lagi terhadap mabes yg baru, tapi itu
> tidak akan berlangsung lama. Percaya deh (apa yg dikatakan rudy)
>
> bagaimana menurut rekan Komar?
>
> --
> OpiK
> http://taufiek.wordpress.com
>
>  
>



-- 
Komarudin Ibnu Mikam
Penulis dan Publishing Consultant
Hp. 0818721014
email : [EMAIL PROTECTED]
homepage : komaribnumikam.multiply.com
* Sekuntum Cinta untuk Istriku (GIP)
* Merit Yuk! (QultumMedia)
* Sabar,Kunci sukses Karir Gemilang (DR)
*Komik Anak Nabi Adam (CPB)
*Komik Anak Nabi Nuh (CPB)
*Komik Anak nabi Hud (CPB)
*Kisah Gugurnya 70 Syuhada Uhud (KBP)
*Kisah Jatuhnya BEnteng yahudi (KBP)
*Kisah Perang Badar (KBP)
* Dinda, Izinkan Aku Melamarmu (KBP)
*Rahasia dan Keutamaan Jum'at (Qultum Media)
*Nasroon, Kisah Sufi kantoran (DR)
*Yang Romantis di TAMAN cinta (GIP, lom terbit)
*Novel Intelijen SOLDIER OF ALLAH (in progress lom ada penerbit yang mau)
*Novel Keluarga Ruang Cinta (in progress lom ada penerbit yang mau)
*Doa-doa Kaum Profesional (Dian Rakyat, lom terbit)
*Berlatih SYukur (Dian Rakyat, lom terbit)

<<winmail.dat>>

Kirim email ke