Please deh jangan Ganyang Malaysia dunkz. Nanti kalo gara-gara ganyang-ganyangan ini astro cabut dari Indonesia gimana? takutnya gw nanti jadi gak bisa nonton Liga Inggris lagi, sayang kan duitnya, dah bayar iurannya neh, patungan ama tetangga sebelah. Liga Inggris kan dah kayak second religion gw, I'll do everything dah buat nonton Liga Inggris, walaupun mesti bayar dari TV tetangga yang udah gebukin wasit karate, TKI dan TKW Indonesia, gw toh gak kenal ama mereka. Biar kata mereka mo ngambil sepulau-dua pulau kita juga gpp, kali2 ajah dengan demikian Astro bisa jadi gratis, dan kite-kite para penggemar Liga Inggris bisa nonton gratis lagi.
Jangan ganyang ya....tar kalo diganyang ama disweeping kan kasihan juga para TKI dan TKW kita di sana, bisa-bisa mereka dipulangkan ke Indonesia lagi, di sini kan pekerjaan kurang, bisa nambah2 jumlah pengangguran neh. Lagian para TKI dan TKW kan pahlawan devisa. Tau pahlawan kan? mereka dikenang jika mereka meninggal. Kita butuh mereka untuk nambah2-in kas negara lagee. Jadi biarin deh segebuk-dua gebuk untuk jadi martir negara yang berpenduduk 200 juta lebih ini. Semoga jasamu mendapat balasan kebaikah dari Allah SWT. Tolong dipikir matang-matang kalo mau ganyang Malaysia. Nanti banyak temen2 kita gak bisa jalan-jalan di sana lagi, gak bisa shopping-shopping lagi, gak bisa ke Genting Highland lagi. Kasihan juga Bunga Citra Lestari yang baru dapet cowok artis Malaysia, masa harus putus sih? Udah deh gak usah ngeributin masalah harga diri bangsa. Harga diri bangsa ini kan udah hilang sejak kapan tau. Lagian kita kan negara miskin ups salah, negara pra sejahtera eh salah lagi... negara yang bisa dipercaya dinkz kan banyak utangnya. Nanti kalo kita ribut-ribut trus Malaysia malah ngebujuk negara pendonor supaya tidak ngasih utangan lagi gimana? APA KATA DUNIAAAA Bener kata Qidhir, intropeksi ajah, mungkin kita bener tapi kalo ternyata masih digebukin berarti kita harus mengakui kalo kita memang salah, ya ga dhir? kita jangan dulu buru-buru menjudge bahwa mereka salah, gak selamanya kok bangsa yang dah berusaha ngerebut pulau kita, ngegebukin TKI-TKW kita itu mendadak memukuli wasit karate tanpa sebab, tul ga dhir? Malaysia kan Truly Asia, ya ga dhir? ---Truly Asia dari Hongkong?--- On 8/30/07, QiDHiR Abdul Salam <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Lebih baik kita intropeksi diri, kejadian ini ibarat sebuah puncak > gunung es dari problem yang lebih mendasar. Polisi malaysia tidak serta > merta atau mendadak berprilaku seperti demikian tanpa ada sebab musababnya. > > Tanya kenapa ? > > > > > > *Adi Pradana <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > ngak perlu sedih... justru harus semakin semangat u/ "HAJAR" Mereka. Saya > juga ngak abiz pikir, knp kejadian-2 tsb belum menjadikan perhatian > serius jadi bisa jadi image Indonesia bangsa yg lembek, remeh .. bla.. > bla... > perlu di catet kejadian ini bukan cuma dg Malaysia tp jg dg Negara lain, > jadi perlu sikap yg kritis & tegas agar kejadian tsb tdk berulang lagi > Kalo Perlu "GANYANG MALAYSIA !!!" > SALAM MERDEKA > Saprudin (3 Ipa 2'97) > > *malik <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Sedih saya membaca ini,....Sudah habiskah harga diri kita di mata bangsa > lain walaupun itu serumpun...... > > *Majulah indonesia biar jangan dihina oleh bangsa lain.......!!!!!* > > (dari milis Pantau): > ============ ========= ===== > > Nama saya Budiman Bachtiar Harsa, 37 tahun, > WNI asal Banten, karyawan di BUMN berkantor di > Jakarta. > > Kasus pemukulan wasit Donald Peter di Malaysia, BUKAN > kejadian pertama. Behubung sdr Donald adalah seorang > "Tamu Negara" hingga kasusnya terexpose besar-besaran. > Padahal kasus serupa sering menimpa WNI di Malaysia. > BUKAN HANYA TKI Atau Pendatang Haram, tapi juga > WISATAWAN. > > Tahun 2006, bulan Juni, saya dan keluarga (istri, 2 > anak, adik ipar), pertama kalinya kami "melancong" ke > Kuala Lumpur Malaysia. (Kami sudah pernah berwisata ke > negara2 lain, sudah biasa dengan berbagai aturan > imigrasi). > Hari pertama dan kedua tour bersama Travel agent ke > Genting Highland, berjalan lancar, kaluarga bahagia > anak-anak gembira. > > Hari ketiga city tour di KL, juga berjalan normal. > Malam harinya, kami mengunjungi KLCC yang ternyata > sangat dekat dari Hotel Nikko, tempat kami menginap. > Usai makan malam, berbelanja sedikit, adik ipar dan > anak-anak saya pulang ke hotel karena kelelahan, > menumpang shuttle service yang disediakan Nikko Hotel. > Saya dan istri berniat berjalan-jalan, menikmati udara > malam seperti yg biasa kami lakukan di Orchrad > Singapore, toh kabarnya KL cukup aman. > Mengambil jalan memutar, pukul 22.30, di dekat HSC > medical, lapangan dengan view cukup bagus ke arah Twin > Tower. > > Saat berjalan santai, tiba2 sebuah mobil Proton > berhenti, 2 pria turun mendekati saya dan istri. > Mereka tiba-tiba meminta identitas saya dan istri, > saya balas bertanya apa mau mereka. Mereka bilang > "Polis", memperlihatkan kartu sekilas, lalu saya > jelaskan saya Turis, menginap di Nikko hotel. Mereka > memaksa minta passport, yang TIDAK saya bawa. (Masak > sih di negeri tetangga, sesama melayu, speak the same > language, saya dan istri bisa berbahasa inggris, > negara yg tak butuh visa, kita masih harus bawa > passport?). Salah satu "polis" ini bicara dengan HT, > entah apa yg mereka katakan dengan logat melayunya, > sementara seorang rekannya tetap memaksa saya > mengeluarkan identitas. Perliaku mereka mulai tak > sopan dan Istri saya mulai ketakutan. Saya buka > dompet, keluarkan KTP. Sambil melotot, dia tanya > :"kerja ape kau disini?" saya melongo... kan turis, > wisata. Ya jalan-jalan aja lah, gitu saya jawab. Pak > polis membentak dan mendekatkan mukanya ke wajah saya: > KAU KERJA APE? Punya Licence buat kerja? > > Wah kali dia pikir saya TKI ilegal. Saya coba tetap > tenang, saya bilang saya bekerja di Jakarta, ke KL > untuk wisata. Tiba-tiba salah satu dari mereka mencoba > memegang tas istri, dan bilang: "mana kunci Hotel? > "... wah celakanya kunci 2 kamar kami dibawa anak dan > ipar saya yg pulang duluan ke hotel. > > Saya ajak mereka ke hotel yang tak jauh dari lokasi > kami. Namun pak Polis malah makin marah, memegangi > tangan saya, sambil bilang: Indon... dont lie to us. > Saya kurung kalian... > > Jelas saya menolak dan mulai marah. Saya ajak mereka > ke hotel Nikko, dan saya bilang akan tuntut mereka > habis2an. sambil memegangi tangan saya, tuan polis > meludah kesamping, dan bilang: kalian semua sama > saja... > > Saat itu sebuah mobil polisi lainnya datang, pake logo > polisi, seorang polisi berseragam mendekat. Di dadanya > tertulis nama: Rasheed. > > Saya merapat ke pagar taman sambil memegang istri yang > mulai menangis. Melawan 3 polis, tak mungkin. Mereka > berbicara beritga, mirip berunding. Wah, apa polis > malaysia juga sama aja, perlu mau nyari kesalahan > orang ujung2nya merampok? > > Petugas berseragam lalu mendekati saya, meminta kami > untuk tetap tenang. Saya bertanya, apa 2 orang preman > melayu itu polisi, lalu polisi berseragam itu > mengiyakan. Rupanya karena saya mempertanyakan > dirinya, sang preman marah dan mendekati saya, > mencengkram leher jaket saya, dan siap memukul, namun > dicegah polisi berseragam. > > Polisi berseragam mengajak saya kembali ke Hotel untuk > membuktikan identitas diri. saya langsung setuju, > namun keberatan bila harus menumpang mobil polisi. > Saya minta untuk tetap berjalan kaki menuju Nikko > Hotel, dan mereka boleh mengiringi tapi tak boleh > menyentuh kami. Akhirnya kami bersepakat, namun polisi > preman yang sempat hampir memukul saya sempat berkata: > if those indon run, just shoot them... katanya sambil > menunjuk istri saya. Saya cuma bisa istigfar saat itu, > ini rupanya nasib orang Indonesia di negeri tetangga > yang sering kita banggakan sebagai "sesama melayu". > Diantar polisi berseragam saya tiba di Nikko Hotel. > > Saya minta resepsionis mencocokan identitas kami, dan > saya menelpon adik ipar untuk membawakan kunci. Pihak > Nikko melarang adik saya, dan mengatakan kepada sang > Polis, bahwa saya adalah tamu hotel mereka, WNI yang > menyewa suites family, datang ke Malaysia dengan > Business class pada Flight Malayasia Airlines. > Pak Polis preman mendadak ramah, mencoba menjelaskan > bahwa di Malaysia mereka harus selalu waspada. > Saya tak mau bicara apapun dan mengatakan bahwa saya > sangat tersinggung, dan akan mengadukan kasus ini, dan > "membatalkan rencana bisnis dengan sejumlah rekan di > malaysia" (padahal saya tak punya rekan bisnis di > negeri sial ini). > > Polisi berseragam berusaha tersenyum semanis mungkin, > berusaha keras untuk akrab dan ramah, petugas Nikko > Hotel kelimpungan dan berusaha membuat kami tersenyum. > Setelah istri saya mulai tenang, saya mengambil HP > P9901 saya dan merekam wajah kedua polisi ini. > Keduanya berusaha menutupi wajah, meminta saya untuk > tidak merekam wajah mereka. > Istri saya minta kita mengakhiri konflik ini, dan > sayapun lelah. Kami tinggalkan melayu-melayu keparat > ini, tanpa berjabat tangan. > > Sepanjang malam saya sangat gusar, dan esoknya kami > membatalkan tur ke Johor baru, mengontak travel agent > agar mencari seat ke Singapore. Siang usai makan > siang, saya tinggalkan Malaysia dengan perasaan > dongkol, dan melanjutkan liburan di Singapore. > > Mungkin saya sial? ya. Mungkin saya hanya 1 dari 1000 > WNI yang apes di Malaysia? bisa. Tapi saya catat bahwa > bila saya pernah dihina, diancam, bahkan hampir > dipukuli, bukan tak mungkin masih ada orang lain > mengalami hal yg sama. > > Jadi, kalau hendak berlibur di Malaysia, sebaiknya > pikir masak2. Jangankan turis, Rombongan atlet saja > bisa dihajar polisi Malaysia. > Bayangkan bila perlakuan seperti ini dilakukan > dihadapan anak kita. Tentu anak akan trauma, sekaligus > sedih. > > Hati-hati pada PROMOSI WISATA MALAYSIA. Di Malaysia, > WNI diperlakukan seperti Kriminal. > > . > > > ------------------------------ > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! > Play Monopoly Here and > Now<http://us.rd.yahoo.com/evt=48223/*http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow>(it's > updated for today's economy) at Yahoo! Games. > > > ------------------------------ > Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car > Finder > tool.<http://us.rd.yahoo.com/evt=48518/*http://autos.yahoo.com/carfinder/;_ylc=X3oDMTE3NWsyMDd2BF9TAzk3MTA3MDc2BHNlYwNtYWlsdGFncwRzbGsDY2FyLWZpbmRlcg--+> > > > -- Kurniawan I Kanwil DJP Kaltim www.kurniawan.co.nr
