Komisi Nasional anti kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) pada tahun
2004, mencatat kekerasan terhadap istri 73%, kekerasan dalam pacaran 13%,
kekerasan terhadap anak 10%, kekerasan terhadap pekerja rumah tangga 3% dan
kekerasan ekonomi 1%.
***
Sejak kecil kita sudah terbiasa dengan pembagian peran antara
laki-laki dan perempuan. Kita secara tidak langsung dibentuk bahwa perempuan
harus feminin, lemah lembut, dan senang dengan urusan “rumah”. Sedangkan
laki-laki secara tak langsung dibentuk sebagai sosok yang tidak boleh cengeng,
kuat, dan dominan.
Di Indonesia yang sebagian besar masyarakatnya menganut budaya
patriakat, berlaku pula pelemahan terhadap perempuan. Dalam sebuah rumah
tangga, kekuasaan tertinggi seolah berada di tangan laki-laki (suami),
sedangkan perempuan (istri) dan anak-anak harus tunduk dan patuh padanya.
Dengan kekuasaan yang dimilikinya itu, suami pada akhirnya merasa berhak
melakukan apapun terhadap “aset” nya itu.
***
Budaya, serta berbagai mainstream negatif yg berkembang, ditambah
pemberitaan KDRT di media massa, turut andil dalam peningkatan kasus KDRT
setiap tahunnya.
***
Kupas tuntas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) :
“KDRT dalam Perspektif Budaya”
Minggu, 09 September 2007
Pukul 13.00 WIB
Tempat:
Sekretariat Komunitas Budaya Pangkalan Bambu, One Center,
Jl. Sarbini, Kp Pangkalan Bambu, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi
(belakang Mega Bekasi Hypermal/Giant).
-ONE CENTRE-
cp:
One Center 021-98265691
Ali Anwar 081318161243
Fira 081584043432
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
http://searchmarketing.yahoo.com/