knapa ya statistik untuk kekerasan terhadap suami gak ada? padahal saya pernah membaca berita tentang suami yg dipotong kemaluannya atau disiram dengan minyak tanah dan dibakar. kejadian itu gak sekali dua kali kok. apa karena yg menderita itu laki-laki maka dianggap biasa saja dan tidak perlu dibela? pada masa sekarang ini, pengidentikan bahwa wanita adalah mahluk lemah dan lelaki adalah sosok yang (sok) berkuasa masih saja didengung-dengungkan. padahal di sisi lain, para wanita tidaklah selemah itu, dan para pria sekarang ini harus berjuang mati-matian untuk mengembalikan kredibilitasnya sebagai kepala rumah tangga. banyak juga kejadian dimana ternyata pelaku kekerasan terhadap anak ternyata dilakukan oleh ibunya, tapi sepertinya hal ini jarang diekspos. jadi inget waktu kasus reza-adjie massaid, waktu awal-awal kejadian, hampir semua orang (atau ibu2?) menyalahkan adjie dan membela reza, ternyata ujung-ujungnya ketahuan belangnya reza. gak beda jauh deh dengan kasus tamara-teuku rafli.
On 9/3/07, ELFIRA ROSA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > * Komisi Nasional anti kekerasan terhadap Perempuan (Komnas > Perempuan) pada tahun 2004, mencatat kekerasan terhadap istri 73%, kekerasan > dalam pacaran 13%, kekerasan terhadap anak 10%, kekerasan terhadap pekerja > rumah tangga 3% dan kekerasan ekonomi 1%.* > > *** > > Sejak kecil kita sudah terbiasa dengan pembagian peran antara > laki-laki dan perempuan. Kita secara tidak langsung dibentuk bahwa perempuan > harus feminin, lemah lembut, dan senang dengan urusan "rumah". Sedangkan > laki-laki secara tak langsung dibentuk sebagai sosok yang tidak boleh > cengeng, kuat, dan dominan. > > Di Indonesia yang sebagian besar masyarakatnya menganut budaya > patriakat, berlaku pula pelemahan terhadap perempuan. Dalam sebuah rumah > tangga, kekuasaan tertinggi seolah berada di tangan laki-laki (suami), > sedangkan perempuan (istri) dan anak-anak harus tunduk dan patuh padanya. > Dengan > kekuasaan yang dimilikinya itu, suami pada akhirnya merasa berhak melakukan > apapun terhadap "aset" nya itu. > > *** > > Budaya, serta berbagai *mainstream* negatif yg berkembang, > ditambah pemberitaan KDRT di media massa, turut andil dalam peningkatan > kasus KDRT setiap tahunnya. > > *** > > > > Kupas tuntas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) : > > "KDRT dalam Perspektif Budaya" > > *Minggu, 09 September 2007* > > *Pukul 13.00 WIB* > > Tempat: > > Sekretariat Komunitas Budaya Pangkalan Bambu, One Center, > Jl. Sarbini, Kp Pangkalan Bambu, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi > > (belakang Mega Bekasi Hypermal/Giant). > > *-ONE CENTRE-* > > > > cp: > > One Center 021-98265691 > Ali Anwar 081318161243 > > Fira 081584043432 > > > > > > ------------------------------ > Luggage? GPS? Comic books? > Check out fitting gifts for > grads<http://us.rd.yahoo.com/evt=48249/*http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz>at > Yahoo! Search. > > > -- Kurniawan I Kanwil DJP Kaltim www.kur-kur.co.nr
