seperti yg udah gw tulis sebelumnya... kita harus bijak dalam menforwad suatu 
email..
itu doank kok... piss aaahhh....
  ----- Original Message ----- 
  From: kurniawan iswanto 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, December 13, 2007 10:56 AM
  Subject: Re: Bls: [sma1bks] Alasan itu selalu bisa di buat kan


  tapi waktu ada yg forward gambar penis waktu itu dan juga postingan sara 
waktu, pada ribut juga, padahal ga ada larangannya juga kan? 
  hanya karena suatu hal tidak ada larangannya bukan berarti dapat berbuat 
seenak aja kan, seperti kirim email nyampah, forward double, forward/postingan 
yang berisi pornographi, sara, dan sejenisnya. 
  lagi itu kalo ga salah ada yg pernah ngusulin ke moderatornya untuk bikin 
peraturan mengenai milis ini, tapi toh gak ada tanggapannya.



  On Dec 13, 2007 10:34 AM, Ochep < [EMAIL PROTECTED]> wrote:


    salah satu resiko masuk sebuah milist yg tidak ada aturan untuk larangan 
men-forward adalah yaaaa.. siapkan inbox anda dengan email-email forward-an...  
Jadi sah-sah aja kalo ada yg forward selama ga ada aturan yang jelas-jelas 
melarang untuk men-forward, kalo gw sih.. cueks beibeh... kadang forward-an 
juga berguna buat kita kok.. gak semuanya omong kosong.... tinggal sekarang 
bagaimana kita sdapat sebijak mungkin untuk menforward suatu email..

    Ochep

    * Dji.. jangan lupa.. angkatan 90-an ngefans sama Jason Donovan...tuh 
kaosnya masih ada kekekeke
      ----- Original Message ----- 
      From: Adji Pratomo 
      To: [email protected] 
      Sent: Wednesday, December 12, 2007 4:23 PM
      Subject: Re: Bls: [sma1bks] Alasan itu selalu bisa di buat kan


      hahahahaa

      pnasaran gw barusan di sms sama seorang teman suruh buka milis ini

      pnasaran ada apaan

      ternyataaa eh ternyataaaa.

      no comment ahhh

      kalo gw seh ekstrem aja slama ini

      kalo liat ada FWD imel, gw langsung apus dehhhh 

      penuh2in inbox

      hehehehehe


      pisss ah...


      hahaahhhhaa

      hahahahaha

      On 12/12/07, kurniawan iswanto < [EMAIL PROTECTED]> wrote: 
        mau dikasih tau alasannya? ups alasan kan selalu bisa dibuat :P 




        On Dec 12, 2007 4:03 PM, miendha risfianthi < [EMAIL PROTECTED]> wrote:

          ini apa2 an seh...gak kurang dr 15 menit ada postingan yg isinya 
sama???? 
          kayanya kok milist ini dari hari ke hari hanya berisi forward-an 
doank...


          ----- Pesan Asli ----
          Dari: Noverto Aji Prasetyo < [EMAIL PROTECTED]>
          Terkirim: Rabu, 12 Desember, 2007 2:49:22
          Topik: [sma1bks] Alasan itu selalu bisa di buat kan



          nice to read

          klo dah pernah dapet sori yach



          Cheers

          @ji





          ALASAN ITU SELALU BISA DIBUAT, KAN ?

          Akan selalu saja ada alasan untuk melogiskan sebuah penolakan. 
          Akan selalu saja ada alasan untuk melakukan sesuatu yang tidak baik.
          Akan selalu saja ada alasan, untuk sebuah kejahatan... jadi
          "seolah-olah"
          benar. Yah jadi "seolah-olah" tepat.

          Kenapa kamu kok ga dateng ke meeting ini?
          Duuuh sibuk, kurang enak badan, kecapean, de el el...
          Kamu ini nampaknya bener2 sibuk kerja sekali ya?
          Yah begitulah... Tapi kok masih sempet jalan2, chatting, ngobrol?!? 

          Contoh lain....
          Kenapa kok kamu ga masukin orang ini dalam teammu?
          Dia ga punya pengalaman apa2, kita kan perlu orang yang memenuhi
          kualifikasi dong. Orang yang ini sangat capable kok, kenapa kamu ga 
terima?
          Yah qta kan mau berikan kesempatan pada orang2 baru.

          Kenapa kok kamu berbuat begitu "kejam" ke orang itu? 
          Ini demi kebaikan dia kok. Supaya dia sadar akan kesalahannya. ..

          Kenapa kok kamu sering banget datang telat?
          Bus macet, kesiangan banyak kerjaan jadi begadang sampai pagi, dan
          beraneka alasan lainnya. 

          Sebuah alasan bisa saja logis dan bisa diterima akal sehat ketika 
sekali
          dua kali alasan itu disampaikan. Setelah itu jika kesalahan serupa 
masih terjadi 

          berarti masalahnya bukan alasan. Masalah dah ada di tingkat 
karakter...

          Bahkan untuk hal2 yang jelas salah, mungkin aja kalo mau 
dirasionalisasi dan dilogiskan bisa kok... 

          Kenapa kok kamu mencuri barang orang? Itu kan dosa...
          Dia terlalu kaya. Saya melakukan ini demi pemerataan pendapatan dan
          keadilan sosial.

          Kenapa kok kamu membunuh?
          Saya tolong orang itu supaya cepat bertemu dengan Tuhan-Nya. 

          Kenapa kamu berpoligami?
          Ini untuk mengetes kesetiaan dan kemurnian hati pasangan saya.

          dan lain-lain... dan lain2...

          Semuanya relatif... Meski sesungguhnya untuk sesuatu yang salah tetap 
haruslah salah adanya... 

          Sikap yang tidak komit tetaplah tidak komit. Itu ada di masalah 
          karakter...
          Masalah ada di dalam diri orang, bukan di luar...

          Perkara menolak tetaplah menolak...
          Betapapun kita mencoba merasionalisasi segala sesuatu menjadi terasa 
logis.
          Mencari-cari alasan sedemikian rupa sehingga kelihatan valid dan 
objektif.
          Tetap saja sisi subjektivitas pastilah ada... Tidak mungkin 
dipungkiri, 
          itu wajar dan itu normal kok. Bukan untuk disembunyikan. .. tp faktor 
itu toh masih mungkin untuk ditekan.

          Ketika kamu berpikir bahwa kamu sudah cukup objektif dalam menilai
          orang, yah biasanya saat itulah kamu sama sekali bersikap tidak 
objektif. 

          Terkadang saya bertanya kenapa yah ngga banyak orang mau mengakui 
kelemahan diri... dan berkata... 

          Ini salah saya, saya akan memperbaiki diri dari posisi yang ada 
sekarang..
          Saya keliru, maafkan saya. Yah memang jarang ada kata2 semacam itu 
yang diucapkan dengan tulus, 

          bukan sekedar basa-basi untuk menarik simpati.

          Kenapa sih ya manusia harus mencari alasan?

          Yah, mungkin saja karena memang manusia itu tak pernah mau 
disalahkan.. . 
          Lagian, untuk setiap kesalahan... alasan itu selalu bisa dibuat, kan 
??
          seperti keadaan kepemimpinan dan masyarakat indonesia saat ini sering 
membuat alasan untuk membenarkan yang salah... 

          ayo kita mulai gerakan kembali ke hati nurani, untuk diri sendiri, 
masyarakat, dan bangsa indonesia ... .mari sukses bersama...

          "lebih baik mengakui kelemahan dan kesalahan untuk diperbaiki, 
daripada menutupi yang akan membodohkan kita terus...." 

          " Ayo akuilah kelemahan kita untuk kebaikan kita, Beranilah berkata
          jujur walau itu menyakitkan



          This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and 
cleared by NetIQ MailMarshal 




----------------------------------------------------------------------
          Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di 
Yahoo! Answers 




        -- 
        Kurniawan I
        Kanwil DJP Kaltim
        www.kurniawan.co.nr 




      -- 
      regards,
      Adji Pratomo
      KPP Pratama Jakarta Kelapa Gading 



  -- 
  Kurniawan I
  Kanwil DJP Kaltim
  www.kurniawan.co.nr  

Kirim email ke