Training sebetulnya perlu, lho. Cuma kadang-kadang perusahaan memang takut tuh, 
kalau setelah di training, orang yg mendapatkan training malah langsung kabur 
ke perusahaan lain. Apalagi bermodal sertifikasi segala. Masalah sikap sih cuma 
ga bisa disalahkan juga, namanya juga hidup. 
Otodidak memang asyik dan lebih santai, lagipula website berisi tutorial 
bertebaran. Cuma kalo memang ada yg bisa mendampingi kita lebih enak lagi. 
Paling ga kalo udah 'stuck' bisa langsung tanya dan gak harus nunggu jawaban 
dari milis atau forum yang belum tentu langsung mendapat jawaban, atau paling 
ga menunggu.

ahmad sutikno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Boleh 
juga tuch!!!!

 
On 1/15/08, Waskita Bayu Aji <[EMAIL PROTECTED]> wrote:       
boleh juga tuh, kalau bisa trainingnya via email......
  ----- Original Message ----- 
 From:  baskoromovic 
 To: [email protected] 
   Sent: Tuesday, January 15, 2008 4:18 PM
 Subject: Re: [sma1bks] IT Corner - Mari Ngerumpi Seputar IT
 
 
   
mas nugon, saya mau dong ikutan trainingnya...
 tapi kapan, mulai dari apa, dan bagaimana? via email aja bisa ga?
 trims sebelumnya.
  
 salam,
 indra
  
  
  ----- Original Message ----- 
 From: nugon19 
 To: [email protected] 
 Sent: Tuesday, January 15, 2008 4:10 PM
 Subject: [sma1bks] IT Corner - Mari Ngerumpi Seputar IT
 
 
   
IT Corner - Mari Ngerumpi Seputar IT 
 
 Ini adalah pendahuluan dari jurnal IT Corner. 
 
 Di sini penulis akan mencoba mengajak rekan-rekan sekalian terutama yang 
mempunyai concern terhadap segala topik atau issue di sekitar IT untuk 
berdiskusi. Penulis akan melemparkan beberapa topik yang mengganjal di 
benaknya, dan mencoba meminta masukan atau pun tanggapan dari rekan-rekan 
sekalian.  
 
 Demikian, semoga berkenan....Dan dengan ini..marilah kita ngerumpi seputar IT 
di IT Corner. 
 
 Salam, 
 
 
   
 Nugon (Nugroho Laison) 
   
  
---------------------------------
 
 
   
 IT Corner – Training, Nice To Have? 
 
 Berhubung profesi penulis sekarang adalah sebagai trainer, penulis ingin 
membicarakan perihal training. Yaitu apakah training itu suatu keharusan – Is a 
Must , atau hanya pelengkap, sebaiknya ikut training – N  ice to Have ? 
 
 Ada beberapa bos, katakanlah Manager IT yang enggan memberikan kesempatan 
kepada anak buahnya untuk mengikuti training, baik untuk materi yang terkait 
dengan teknologi yang diimplementasikan di kantor, apalagi untuk teknologi yang 
tidak/belum diimplementasikan.  
 
 Semua ini dengan beragam alasan, antara lain: tidak ada budget (untuk yang ini 
no comment) K  ; lebih baik belajar otodidak (sendiri), apalagi banyak 
bertebaran website, buku bacaan dan majalah yang menawarkan segunung tips and 
tricks. 
 Jadi bagi mereka, training itu adalah Nice to Have ! Tapi benarkah begitu? 
 
 Kebalikan dari kubu Nice to Have, training bagi sebagian pihak adalah suatu 
keharusan – Is a Must . Kenapa? Beragam alasan pendukung dapat diutarakan. 
 
 Bisa jadi sebagai kompensasi atau reward, penghargaan sekaligus motivasi bagi 
staff untuk tetap mengembangkan kompetensi dan tetap loyal terhadap perusahaan. 
 
 
 Sudah jadi rahasia umum terutama di negara kita, bahwa di waktu luang (jika 
ada), cenderung dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan non education (bukan 
riset dan pelatihan). Dan cenderung pula tidak terbiasa untuk belajar secara 
otodidak, ini sedikit bisa dimaklumi karena IT telah berkembang begitu pesat 
dan begitu komplek.  
 
 Sebagai contoh perbandingan, ketika penulis belajar Turbo Pascal, hanya cukup 
1 buku yang tebalnya sekitar 200-300 halaman, dikebut beberapa minggu, bisa 
langsung dikuasai dan mencapai tingkatan advance.  
 
 Kini penulis sempat iseng, ingin mencoba mendalami Java atau .Net Framework. 
Ternyata buku yang basic (untuk beginner) saja rata-rata berisi 200-300 
halaman. Itu hanya untuk mendapatkan beginner level saja. Sehingga cukup 
menaikkan gairah untuk malas belajar  J 
 
 Di sisi lain, ada beberapa perusahaan enggan memberikan kompensasi, reward 
ataupun penghargaan secara cuma-cuma, apalagi dalam bentuk nominal (baca: uang) 
tanpa ada suatu `return` yang bermanfaat bagi perusahaan, terlebih bila 
penghargaan selalu diberikan dalam bentuk uang, banyak yang menilai cenderung 
`kurang mendidik`  L . 
 
 Apa pun bagi penulis, terlepas atau tidak dari profesinya sebagai trainer, 
terlepas dari masalah keuangan, juga bertebarannya sumber tips and trick, 
training mempunyai posisi tersendiri  yang sulit digantikan. 
 
 Pertama, training mempunyai keunggulan utama, yaitu bahan yang akan dipelajari 
dikemas secara sistematis . Ini tercermin dalam silabus kursus/training. Ini 
sulit ditandingi oleh tips and tricks yang banyak diposting di berbagai website 
atau pun beberapa buku bacaan dan majalah. Dan umumnya training  sudah 
dipersiapkan sesuai dengan level partisipan yang mengikuti, ada level basic, 
intermediate, advance; atau profile partisipan , semisal: manager, 
professional, clerical staff, dan sebagainya; juga untuk  skenario tertentu 
terutama pada kasus upgrade/migration, persiapan sertifikasi. Jangan lupa, 
umumnya training memberikan sejumlah pelatihan sehingga diharapkan partisipan 
bukan hanya tahu, tetapi dapat menerapkan pengetahuan yang telah didapat.  
 
 Selanjutnya, umumnya bahan training merupakan bahan utama untuk persiapan 
sertifikasi , dan diakui secara formal bahkan beberapa dianggap mempunyai 
kredit tertentu. Itu yang penulis temui dan rasakan pada saat mengambil 
sertifikasi ITIL Foundation, dan itu juga yang dirasakan oleh rekan-rekan yang 
lain yang ingin mengambil sertifikasi CISA, CFA, dan sebagainya.  
 
 Terakhir, perusahaan dapat berkolaborasi dengan training center untuk 
melakukan suatu monitoring, yaitu penilaian perbandingan kompetensi sebelum dan 
sesudah training. Selain itu juga tak jarang perusahaan  merekrut training 
center untuk bertindak sebagai tenaga ahli – auditor, consultant/advisor, 
implementator – dalam pelaksanaan kegiatan khusus (project) berdasarkan materi 
training tersebut, sehingga diharapkan membantu menyelesaikan masalah yang 
dihadapi perusahaan tersebut.  
 
 Demikian dari penulis, semoga dengan wacana atas dapat memberikan wawasan 
lebih sehingga kita dapat menyikapi training dengan lebih bijak. 
 
 Segala masukan yang membangun termasuk koreksi sangat penulis tunggu. 
   
 Salam,   
 
   
 Nugon (Nugroho Laison) 

 
 


 
 



  

---------------------------------
  
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.2/1224 - Release Date: 14/01/2008 
17:39
 

 


 




 
     
                               

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke