Dit, siapapun dia, Karen ataupun bukan Karen, atau cuma nyisipin tulisan Karen. Pro Islam atau sebaliknya. Tolong jangan menilai dari situ aja. Saya juga baca tulisannya, cuma tetap ga bisa setuju. Judulnya 'ngaco' penjabaran isinya ga nyambung sama judul. Sejarahnya yang ada ga bisa dipercaya. Itu masalahnya. Bukan Karen-nya yang jadi masalah. Kualitasnya ga bisa saya terima karena banyak cacat, bisa menimbulkan kerancuan. Ini bukan kampanye yang cari pendukung asal-asalan ga peduli kualitasnya. Jadi pro atau pun kontra Islam, akar masalahnya ga disitu. Alasannya jelas atas ketidak setujuan saya adalah bagi saya bisa menimbulkan kerancuan.
O iya, kutipan dari tulisan kamu sendiri : "Di sisi lain, ia (Karen) mengajak kpd umat Islam agar melihat kelahiran Yesus sbg kelahiran Isa, bukan ia sebagai Tuhan." Ga salah nulis, Dit? :D Kalo benar kayak diatas ya inilah salah satu contoh ke rancuan yang dikuatirkan oleh saya. andito aja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salam. Artikel Karen berjudul Nabi Muslim maksudnya memang Nabi Isa as. Dalam pahaman orang Islam, Isa putra Maryam itu adalah Nabi, bukan Tuhan.. Jadi, boleh dan sah saja dikatakan bahwa Isa putra Maryam adalah Nabi [milik] Muslim. Saya lihat, kritik lebih karena judul, bukan pada substansi isi. Karena judulnya Itulah yg paling saya khwatirkan. Jangan2 teman2 hanya membaca judul tapi tidak membaca artikel tsb sepenuhnya. Kalo kita baca sepenuhnya, maka sangat terasa pembelaan Karen yg sangat pro-Islam dan ia berupaya 'meluruskan pahaman' umat Kristen. Di sisi lain, ia mengajak kpd umat Islam agar melihat kelahiran Yesus sbg kelahiran Isa, bukan ia sebagai Tuhan. Demikian. Wassalam Andito ----- Original Message ---- From: boy eliza <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, February 12, 2008 4:11:39 PM Subject: Re: [sma1bks] Re: Nabi Muslim Lahir di Bethlehem (Karen Armstrong) Sori kalo dobel post ya, abis ga keliatan di my inbox :P Iya, Ronn, kalo melihat perbedaan ya itulah perbedaan. Ga memaksakan. Malah sangat ga memaksa. Yg lain melihat kebenaran yg beda, silakan banget. Dan setuju serta tidak setuju dengan tulisan diskusi kita, juga merupakan salah satu bentuk perbedaan yang harus dilihat kan? Makanya ada debat dalam diskusi, karena ada 2 atau lebih pihak yang berpendapat beda. Dan salah satu persamaan yang bisa dilihat adalah "we are agree to disagree" pendapat satu sama lain. 2008/2/12 boy eliza <[EMAIL PROTECTED] com>: Kalo gue pikir liat konteks aja deh, bro ! Sumpeh ga niat nyinggung siapa2 nih, just a thought, bukan ga setuju forwardnya, cuma kritik (dalam arti ga setuju) aja atas isi tulisan tersebut. Ga nyalahin yang forward juga. Kembali ke konteks buat tulisan di diskusi kita 1. Judul udah ga menggambarkan isi, "Nabi Muslim Lahir di Betlehem". Ini maksudnya siapa? Nabi Muhammad s.a.w. udah pasti bukan. Nabi Isa bin Maryam a.s. bukan juga karena yang di gambarkan Yesus. Pasti beda lah Nabi Isa bin Maryam sama Yesus. Gue rasa yg Kristen juga setuju. Lah terus nabi muslim ini siapa? Yang jelas nabi muslim itu yg pertama ikrar pake syahadat yg umat Islam pake sampai sekarang ya Nabi Muhammad. 2. Trus menggambarkan sejarah yang ga pernah ada di hadist, pertama soal lukisan. Kalo ini sebuah cara supaya org pada toleransi dalam beragama, jelas udah merupakan 'pembodohan' buat Islam. Ga usah bikin sejarah 'bohong' kalo cuma sekedar ingin bertoleransi, supaya ga sombong dalam beragama dan alasan lain yang dibuat-buat. Ga perlu kita cari cerita 'utopis' yang ga sesuai kenyataan. Kalo ga mau sombong ya cukup bersandar pada agama masing2 dengan teguh dan menjalankan. Gue yakin ga bakal ada yang bilang agamanya ngajarin sombong :P Kalo hal ini dibaca yg udah tau, mungkin ga masalah. Gimana buat orang-orang yg baru belajar? Sedangkan didalam tulisan sama sekali ga menjabarkan yang tertera pada judul. Dan jangan juga mem 'punish' muslim yang hanya mau menggunakan rujukan dari Quran dan hadist aja. Bukan kita ga mau baca, cuma semua informasi tadi kita balikin lagi ke rujukan dasar kita Al Quran dan hadist. Selain dengan alasan ada dasar hukum sunnahnya dari riwayat shahih juga banyak alasan lain yang sangat kuat dan banyak salah satunya 'kesalahan' diatas. Silakan aja menyajikan karya intelektual tapi semua ke 'intelektual' an kembali dibandingkan dengan nilai2 kebenaran di Quran dan hadist. Karena pada dasarnya yg kami pegang agama bukan sebagai ilmu semata tapi juga pegangan hidup. Sukur2 apa2 yang diomongin bisa ada dipraktekan. Karen ataupun selain Karen, karena ini sebagai jalan hidup yg kudu di pertanggung jawab kan, gue harus nge-balikin penilaian ke Quran dan hadist. Dan ga keberatan jika umat Kristiani juga mengembalikan penilaian ke Bible. Gimana temen2? kurniawan iswanto <kurniawan.iswanto@ gmail.com> wrote: kan ga semua 'barang' baru harus dilalap bos, tergantung kepentingan dan interestnya. jaman sekarang, informasi dapat diperoleh dengan mudahnya, dah kayak banjir, sehingga diperlukan filter untuk menyaring mana yang sampah dan mana yang bukan. terlebih lagi untuk hal yang fundamental, seperti masalah agama. bisa jadi tradisi keilmuan bung komar tidak payoyeh sehingga mudah untuk bersikap objektif terhadap buku2 sejenis. cuma ane ga kebayang aja, jika suatu saat nanti, kita menceritakan tentang sejarah islam dimulai dengan kata-kata "menurut karen amstrong, pada suatu malam nabi muhammad mengalami peristiwa isra dan mi'raj" daripada "menurut hadits riwayat ...." 2008/2/12 komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com>: ASYIIIIk.... MANTAP NEH...kalao diterusin bisa 124 sks jurusan pemikiran islam atau oksidentalisme. TOP lah...ini yang gue mau. Tidak ada bantahan soal Karen Armstrong. Buku-bukunya buat gue termasuk yang wajib beli. Buat referens. Ia terkenal objektif. Persoalannya memang ada 'curigation' dari sejumlah orang kita terhadap karya-karya barat. Karena disana, selembut apa pun, ada ideologi yang mendasari. Dan, cenderung anti Islam. Khawatirnya ketika dibaca merasuk dan merusak. Hanya, dalam hemat gue, segalanya bisa terjadi baik merusak atau malah menguatkan keyakinan (good impact). Persoalannya tradisi ilmu di lingkungan kita cenderung payah. Bener, payoyeh! Terkadang, belum apa-apa sudah maen punish. Tanpa dilihat secara objektif, mana yang item, mana yang putih. Sendal bagus ambil, sendal jepit buang ke laut. Khan mestinya gitu.... Ah, alangkah indahnya...bila ketika mendapatkan informasi baru. Segera diskusikan. Diwacanakan menjadi sesuatu yang mampu menjadi intelectual discourse. Mematangkan. Mendewasakan. Plus, mencerdaskan. Lebih bagus lagi kalau kemudian dibukukan. Sehingga, pas meninggal ada warisannya gitu lho.... So, mulai sekarang...gue pikir waktu yang tepat untuk berubah. Menatap masa depan yang lebih baik. Mengambil yang terbaik. Dari manapun datangnya. ok..salut buat semuanya! -- Kurniawan I Kanwil DJP Kaltim www.kurniawan. co.nr --------------------------------- Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. -- Kurniawan I Kanwil DJP Kaltim www.kurniawan. co.nr --------------------------------- Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. --------------------------------- Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
