Pemekaran bagi gua adalah pemiskinan yang makin terstruktur... Beberapa waktu lalu gua sempat ke Kalimantan Tengah dan mengunjungi kabupaten hasil pemekaran, Pulang Pisau. Daerah ini dulunya adalah kecamatan dan bagian dari Kabupaten Kapuas. Lima tahun berdiri belum ada kemajuan berarti yang dimiliki Pulang Pisau selain gedung-gedung pemerintahan yang direnovasi. Bangunan baru yang nampak menonjol adalah bangunan Polres Pulang Pisau yang terletak dipinggir jalan jalur utama Kapuas-Palangkaraya. Pusat kotanya sendiri tak lebih besar dari sebuah kecamatan di Bekasi, katakanlah Rawalumbu (yang hasil pemekaran juga dari Kecamatan Bekasi Timur), dan memang lebih terlihat seperti kota kecamatan ketimbang kota kabupaten.
Penduduk Pulang Pisau masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Penyebabnya adalah pertumbuhan ekonomi yang lambat akibat lambatnya penyediaan infrastruktur. Jalan, gedung pemerintahan, tata birokrasi masih dalam taraf belajar lima tahun terakhir. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah yang tidak begitu besar membuat Pulang Pisau semakin tertinggal di banding daerah pemekaran yang lain. PAD ini juga entah didapat dari mana..Mau dari Hutan, sudah gundul, dari sungai juga tak seberapa, perkebunan dan pertanian agak sulit mengingat struktur tanah di Kalimantan yang memang tidak cocok untuk pertanian. Jadi masyarakatnya tetap saja miskin, dan yang kaya (mungkin) elit daerah. Isu pemekaran di Bekasi mestinya dilihat dari keberadaan birokrasi, sebab birokrasi lah yang akan menentukan jalannya pemerintahan. Jangan sampai misalnya, Bekasi Utara punya PAD besar tapi mental birokrat yang masih amburadul malah membuat wilayah Utara makin tertinggal dari wilayah lainnya. Jangan hanya dijanjikan jalan aspal mulus saja masyarakat dilibatkan, tapi juga jadikan sebagai bagian kritik. Selama ini persoalan utama pemekaran adalah "bagi-bagi kue" yang dianggap tidak merata. PAD juga harus dijadikan pertimbangan untuk pemekaran. Juga akses ke wilayah utara. Apakah sudah diperhitungkan? Gua pikir belum, karena semuanya masih soal jalan dan infrastruktur yang sedikit tertinggal. Belum lagi soal lahan. Gua liat masih banyak sawah di Wilayah Bekasi Utara, masih bisa berfungsi sebagai mata pencaharian bagi petani di daerah sekitar. Juga bisa menjadi daerah resapan, mengingat wilayahnya yang dekat dengan laut. Kalo sawah-sawah itu berubah menjadi ruko dan perumahan apa yang terjadi?? Pasti pengangguran juga karena petani tak punya sawah. Kriminalitas pula muncul...Maka dari itu, apakah masyarakat sekitar mengetahui soal-soal kayak gini? Gak juga, karena cuman dijadiin objek segelintir "jagoan kampung" yang bercita-cita wilayahnya jadi elit... So, kalo mo mekar, dipupuk dulu dan disiram yang rajin biar mekarnya enak, wangi...Kalo kerontang dipaksa mekar yang ada malah mati...Jangan sampai pemekaran di Bekasi Utara jadi ajang pemiskinan secara terstruktur. It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] omongkosongku.blogspot.com answerlieswithin.multiply.com ----- Original Message ---- From: komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, April 20, 2008 1:25:48 PM Subject: Re: [sma1bks] mengapa AKTIF DI PEMEKARAN KAB. BEKASI? kenapa pemekaran menjadi solusi yang ditawarkan ketika terjadi perbedaan kesenjangan sosial? jawabannya banyak dan relatif komplek. Lhat udah berape tahun Bekasi berdiri? lalu,bagaimana perhatian pemda terhadap wilayah utara. Udah berapa banyak pembangunan baik fisik maupun mental dilakukan dibanding di wilayah selatan. Lalu, kita saksikan betapa pembangunan pusat pemerintahan akan memancing pembangunan yang lain. Karena kecenderungan memusat menjadi trdisi kita akibat kemudahan birokrasi dan transportasi. Tentu, dalam pelaksanaannya harus melalui sejumlah tahapan diantaranya sapirasi masyarakat-kajian akademik dan persetujuan DPRD-DPR prop-bupati- gubernur- presiden- dprri. relatif panjang dan erliku. Tapi namanya perjuangan tetap harus dilakukan. Kita berharap tingkat pelayanan publik harus lebih baik. Pun begitu perlu ada sejumlah langkah dan strategi efektif agar pemekaran ini bermakna pencerahan bagi umat. birokrat dan siapa saja. Sehingga arsitektur pemda yag nanti terbentuk bisa lebih baik. Dalam konteks ini kita sedang belajar terhadap semua persoalan yangterjadi di wilyaha selatan.... ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
