Boss Arafat,

Thanks udah share dari sisi Down Stream.....
Kalau dari orang up stream (mong omong orang2 IATMI di KL dan Saudi),
itung2an kasar Pak Kwik soal Crude perlu dikoreksi biaya lifting... yang
berbeda di tiap field dan operator.... artinya walaupun jumlah produksi kita
let's say 900 ribu per hari paling yang milik negara setelah dipotong ongkos
lifting dan PSC term cuma 450 ribuan per hari (CMIIW)...
Belum lagi ketika dijual dan terus beli dari luar dan diolah.... keuntungan
jual crude bagus (light crude) dan beli crude jelek (heavy crude) buat
diolah jadi abis karena crude jelek presentasi hasilnya juga rendah....
belum lagi fuel yang dihasilkan, kualitasnyapun kurang bagus dibandingkan
kalau me-refine light crude.
Belum lagi kebutuhan dalam negeri soal fuel yang luar biasa besarnya....
plus harus mensubsidi dari Sabang sampai Merauke...
Praktis kita memang sedikit kekurangan... walau tidak sebesar angka2 yang
dibilang pemerintah...
Negara kita saat ini memang untung sangat sedikit ketimbang dibilang banyak
seperti hitungan Pak Kwik dan Arafat di bawah.
Dan usulan Arafat di alinea terakhir.... sangat bener dan didukung.....

Salam,
Morry Infra
+966-533214840

On 5/19/08, Arafat Bayu. Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Dear all,
> Sorry for late response.
>
> Kind regards,
>
>
>  *Arafat Bayu Nugroho*
> *Nothing*
> *Nowhere*
> **
>
> 
>
>

Kirim email ke