benar kok.. BBM naik, rakyat miskin akan berkurang..... kenapa bisa begitu ?
karena, teorinya ...harga BBM naik, harga bahan pokok naik, rakyat miskin ga 
mampu beli, ga makan, hingga akhirnya....( * semoga ga kejadiaaaannn.. )
jadi.. bener tuh komennya si ucup..
  ----- Original Message ----- 
  From: OpiK 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, May 22, 2008 9:12 AM
  Subject: Re: [sma1bks] FW: Amien Rais: Silakan Demo Terus Tolak Kenaikan BBM!


  demo yuk! ane juga geram sama pemerintahan SBY-JK. Apalagi tuh si ucup yang 
suka ngomong sembarangan. Dia gak pernah susah sih, jadi enak ajah ngomongnya 
"BBM naik, jumlah rakyat miskin berkurang". Kalo datanya dari BPS sih mungkin 
aja bener, soale sebelum ngeluarin data, BPS harus ada acc dari pemerintah. 
Tapi liat kenyataan duoonnkkk!!!!


  2008/5/22 Tubagus Farid <[EMAIL PROTECTED]>:


    Dari milis sebelah…

    Silahkan demo, tapi jangan merusak barang milik orang lain (terutama barang 
alumni smansa bks..he…he..he..), barang milik umum dan milik negara….dan juga 
milik orang Tambun…he…he..he..



    From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Nur Zaidan
    Sent: Thursday, May 22, 2008 8:33 AM
    To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim
    Subject: [milist-fupm-mm2100] Amien Rais: Silakan Demo Terus Tolak Kenaikan 
BBM!



    Amien Rais: Silakan Demo Terus Tolak Kenaikan BBM!
    Kamis, 22 Mei 08 08:06 WIB

    Sikap pemerintah SBY-JK yang ngotot ingin menaikkan harga BBM dinilai 
banyak kalangan sebagai langkah yang kelewat malas untuk mencari alternatif 
lain. Masih teramat banyak hal yang bisa dilakukan, antara lain menyikat habis 
menteri-menteri dan pejabat terkait yang berurusan dengan Migas, Perdagangan, 
dan Keuangan yang cenderung lebih mengakomodir keinginan Washington ketimbang 
membela bangsa sendiri, lalu bisa juga secara sepihak membuat kontrak kerja 
baru terhadap perusahaan-perusahaan migas asing yang bekerja di negeri ini di 
mana mereka sesungguhnya telah puluhan tahun merampok kekayaan negeri ini 
dengan semena-mena.

    Sikap pemerintah SBY-JK yang kelewat malas (atau kelewat pengecut?) inilah 
yang menuai antipati dan penolakan dari rakyat banyak yang akan langsung 
terkena imbas kenaikan harga BBM, yang berujung pada demonstrasi yang kian hari 
kian membesar.

    Muhammad Amien Rais, mantan Ketua MPR-RI, dalam satu acara di Yogyakarta 
kemarin (21/5) mengatakan, "Ada pameo di negeri kita ini, kalau yang demo 
jumlahnya seribu dibubarkan, kalau 10.000 itu diawasi, dan jika sudah diikuti 
ratusan ribu orang maka TNI ikut. Jadi saya kira tergantung demonya, bisa 
banyak tidak. Kalau demonya itu betul-betul mewakili rakyat, saya kira TNI dan 
Polri akan ikut. Karena mereka bukan mendukung pemerintah tapi mendukung 
rakyat."

    Amien juga menyatakan akan kembali turun ke jalan menolak naiknya harga BBM 
jika demo yang dilakukan sudah mencapai ratusan ribu orang. "Demo itu hak 
demokrasi sepenuhnya. Di negara demokrasi, demonstrasi itu punya bagian yang 
sah atau legitimate. Jadi silahkan demo terus untuk menyatakan BBM dinaikkan 
itu keliru fatal. Bahwa kemudian pemerintah nekad, tanggung sendiri risikonya. 
Kalau sudah ratusan ribu mungkin saya ikut, '' tegas Amien.

    "Jadi, kalau demo ini bisa menggelembung di mana-mana, tak usah ada 
rekayasa dan rekayasa juga tak mungkin terlalu membutuhkan biaya di luar akal 
sehat. Jadi betul-betul alami kalau misalnya demo sampai sangat besar dan itu 
adalah suara rakyat saya pikir alat negarapun akan ikut, '' tambah Amien.

    Amien juga pesimis bila SBY-JK tetap akan bertahan selama 14 bulan ke depan 
jika tetap nekat menaikkan harga BBM. ''Saya tidak tahu apakah masih mungkin 14 
bulan yang tersisa ini SBY dan JK bisa membenahi atau tinggal mempertahankan 
yang ada….Tapi kita tunggu saja sampai masanya selesai. Tinggal kita cari 
pemimpin masa depan yang pro rakyat."

    Menurut Amein, selama empat tahun pemerintahan SBY-JK, reformasi di 
Indonesia belum berjalan jauh. Secara politik kehidupan di Indonesia memang 
agak merdeka, tapi secara ekonomi, raportnya merah semua. Pemulihan krisis 
masih jauh dari harapan, bahkan kian memprihatinkan karena kedaulatan ekonomi 
Indonesia justru digadaikan ke korporasi asing. Itu bisa dilihat di bidang 
pertambangan, perkebunan, pelayaran, telekomunikasi yang sebagian besar sudah 
dicengkeram kepentingan asing.(rz)




  -- 
  OpiK
  http://taufiek.wordpress.com  

Kirim email ke