JANGAN TAKUT 'PUTIH'

Oleh Hamba Allah

 

Seorang presiden sebuah negara paling berkuasa di dunia saat ini, pernah
berkata 'ada orang-orang yang memaksakan jalan hidupnya pada kita'. Ingin
rasanya membisikan beliau : " Tuan bukan begitu, kami tidak diajarkan untuk
memaksakan keyakinan, kalau dipaksa bukan iman namanya". Kami hanya ingin
mengingatkan bahwa ada kehidupan besar setelah kematian, kehidupan kekal,
selama-lamanya. Kehidupan tempat kita mempertanggungjawabkan tindak tanduk
kita. Kami ingin mengingatkan bahwa Tuhan Semesta Alam adalah satu.

 

Islam bukanlah agama paksaan, Islam tidak mengajarkan kita untuk memaksakan
keyakinan kepada yang bukan Islam (QS Al Kafiruun ayat  6: " Untukmulah
agamamu dan untukkulah agamaku"). Islam memerintahkan kita untuk berdakwah,
menyampaikan, mau atau tidak adalah pilihan. Bagaimana Rasululullah SAW
mendakwahkan paman yang dicintainya agar mau menerima Islam, tetapi sang
paman memilih tidak. Ini membuat hati Rasulullah SAW menjadi sedih, pilu,
karena beliau (Rasulullah SAW) tahu konsekuensi yang akan ditanggung sang
paman di akhirat nanti.

  

Setelah jatuhnya Orde Baru, era yang lebih demokrasi mewarnai Indonesia.
Masyarakat lebih bebas bergerak dan berbuat, lebih bebas berbuat munkar dan
lebih bebas berbuat baik. Ada kecenderungan masyarakat untuk kembali kepada
Islam, mengenal Islam lebih dekat. Hal ini membuat khawatir banyak pihak di
negeri ini bahkan ditingkat regional dan international, khawatir secara
politis akan terancam (hilang kedudukan), khawatir  kalau kebebasan mereka
jadi terbatas. Tidak boleh berzina, tidak boleh minum alcohol, pokoknya akan
membuat hidup mereka tidak nyaman, begitu pikir mereka. Segala upaya
dilakukan untuk memojokan kaum muslimin, repotnya, ada juga orang-orang
Islam di barisan sana. Mudah-mudahan Allah memberi petunjuk buat mereka.

 

Dulu Hamka pernah dikurung, sekarang beliau telah tiada. Pembesar yang telah
mengurung Hamka, sekarang juga telah tiada. Dua-duanya akan menghadapi
pengadilan akhirat. Hasan al Banna dihukum gantung, telah tiada, pembesar
yang menghukumnya juga telah tiada. Kehidupan ini tidak kekal, ada ujungnya,
kematian. Jika sekarang orang-orang sholeh, para ulama ditangkapi, bukanlah
hal baru, tetapi lagu lama. Tetapi perlu diingat, ada masa-masa, dimana
orang-orang sholeh betul-betul tertindas, tetapi ada juga masa-masa di mana
mereka akan memimpin. Kehidupan berputar.

 

Jangan takut "putih" (baca: jangan takut Islam), kalau kami kasar,
menghardik pengemis, menendang binatang, tidak tertib itu karena kami telah
meninggalkan ajaran agama ini. Itu perilaku kami, bukan ajaran agama kami.
Tambah lagi, jangan ragukan kesetian kami pada tanah air. Toh kalau saja ada
yang hendak menduduki negeri ini, kami akan bangkit, seperti pendahulu kami.
Di abad ke XV Portugis sebuah Negara adidaya saat itu berusaha untuk
menduduki kepulauan di nusantara. Di Aceh, Portugis gagal masuk, karena
dibendung oleh Sultan Aceh. Mereka mundur kea rah timur, dan berusaha
menduduki Palembang, Sultan Badaruddin menghalau mereka. Portugis tidak
menyerah, mereka berlayar lagi ke timur, berusaha memasuki Banten, sultan
Banten pun menghalau mereka. Tidak jera juga, mereka mencoba ke timur lagi,
mencoba menduduki Makassar, raja Goa mengusir mereka. Lalu mereka mencoba
menduduki Ternate, Pangeran Nuku mementang mereka. Akhirnya Portugis,
berlayar lagi ke selatan dan menduduki Timor-Timur yang saat itu hanya
diperintah oleh sebuah kerajaan yang lemah. Siapakah mereka yang telah
berhasil memukul mundur Portugis ? Meraka adalah para mujahid dari
kerajaan-kerajaan Islam nusantara. Bung Tomo dan saudara-saudara kita di
Surabaya, dengan takbirnya yang lantang, berhasil memukul mundur pasukan
pemenang perang dunia ke II. Darah yang sama mengalir pada kita semua.

 

Apakah akan kita biarkan diri kita, anak-istri kita, saudara-saudara kita,
tetangga kita, rekan-rekan kita, pemimpin kita, bahkan para non-muslim
sekali pun berada dalam panas api yang hitam pekat ? yang Rasullullah SAW
tidak mampu lagi tertawa lebar-lebar setelah mendengarnya.  

 

Sekali lagi, Islam agama yang menyenangkan. Rasulullah SAW seorang yang
gemar berolah raga. Beliau pernah berlomba lari dengan istrinya Aisyah ra.
Rasulullah gemar menuruni bukit sambil berlari kecil, hidupnya indah,
keindahan dibawah bimbingan Rabb Semesta Alam. Nabi SAW pernah ditantang
gulat dengan seorang pegulat yang tak terkalahkan saat itu, nabi pun menang.
Nabi SAW mencintai pepohonan, menanamnya, menyiraminya, sungguh sebuah
sunnah yang telah jauh dari kita. Bahkan Rasullullah melarang kita menebang
pohon dalam peperangan sekalipun.

 

Ada seorang Arab Badui yang datang pada Rasullullah SAW terus bertanya :
'wahai Rasullullah apakah di syurga nanti ada Unta ?', sebuah pertanyaan
polos dari seorang sahabat Badui. 'Ada jawab Rasullullah, tetapi ia tidak
makan dan minum, tidak mengeluarkan kotoran, dan kecepatannya sejauh mata
memandang'. Sebuah deskripsi kendaraan yang melebihi kendaraan manapun di
muka bumi ini, meski di zaman modern ini.

 

Islam bukan agama yang menakutkan, apa saja boleh kecuali yang diharamkan.
Mau rally mobil ? main ski ? main bowling ? Buggy jump ? Main bola ?
silahkan, tetapi jangan lalai, jangan lupakan sholat, jangan lupa membayar
zakat, lakukan puasa dan ingat ada kehidupan yang lebih indah dari di sini,
kehidupan kekal abadi, selama-lamanya. Kehidupan yang salah satu langitnya
berwarna hijau (QS Ar Rahmaan : 64). Kehidupan di mana kita dapat menatap Al
Khaliq, Pencipta Alam Semesta, Pencipta diri kita, mengingat ini rasanya
ingin berlama-lama sujud.

 

Wahai pemimpin besar,jangan perangi kami, kalau engkau lakukan itu kami akan
bertahan. Engkau kirimi saudara-saudara kami di Iraq dan Afghanistan, tank
Abrams yang kokoh lagi mahal, salah, mereka tidak gentar itu. Jika engkau
ingin melihat mereka (mujahidin Afhanistan dan Iraq) gemetar, minta mereka
membacakan ayat-ayat al Qur'an tentang neraka. 

 

Sekali lagi saya ingin bisikan kepada sang pemimpin besar, kepada
saudara-saudara muslim dan rekan-rekan non-muslim, da'wah kami didasari oleh
cinta bukan kebencian. Cinta yang telah diwariskan oleh Rasullullah SAW.   

Wallahu'alam.

 

 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.2.0/1495 - Release Date: 6/10/2008 5:11 
PM

Kirim email ke