Anda adalah apa yang Anda pikirkan   
 

--- On Mon, 7/14/08, Saprudin Ade Maulana, S.T. <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Saprudin Ade Maulana, S.T. <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: Fw: Persepsi
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], "dewi" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, July 14, 2008, 6:28 AM








--- On Sun, 7/13/08, Suharnoto, S.Si., Apt. <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Suharnoto, S.Si., Apt. <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: Fw: Persepsi
To: "Suharnoto, S.Si., Apt." <[EMAIL PROTECTED]>, "Sonny" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Saprudin Ade Maulana, S.T." <[EMAIL PROTECTED]>, "Nurudin" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "M. Reza El Anshori" <[EMAIL PROTECTED]>, "M. Ali Nurdin" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Heri Pitano" <[EMAIL PROTECTED]>, "Anggun Wibowo" <[EMAIL 
PROTECTED]>
Date: Sunday, July 13, 2008, 9:46 AM

----- Original Message ----- 
From: "suharnotob" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, July 13, 2008 11:45 PM
Subject: Fwd: Fw: Persepsi


--- In [EMAIL PROTECTED], "SWY" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:


----- Original Message ----- 
From: [EMAIL PROTECTED] 
To: PM.LASEGAR ; hadi ; Hengki ; Leo Edwin ; KLM ; Ivan Batuah ;
Irianto T. ; Erry SA ; Eko Purnomo ; ASEN ; Andiyanto ; SWY ; SPO ;
SINDU ; ALX ; AMO ; SLN ; totok ; Roger ; Juap ; Joko ; iman ; Ilham ;
Hemat ; Eddy Chandra ; Amir ; aji santoso 
Cc: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, July 08, 2008 3:07 PM
Subject: Persepsi



      Nice articles.....................





      Persepsi
        
      Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal
sebelumnya berpesan dua hal: 
       
        a.. Pertama: Jangan pernah menagih hutang kepada orang yang
berhutang kepadamu 
        b.. Kedua: Jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai
mukanya terkena sinar matahari. 

        
      Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa
tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang
yang bungsu menjadi semakin miskin. Ibunya yang masih hidup menanyakan
hal itu kepada mereka. Jawab anak yang bungsu: "Ini karena saya
mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih
hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut
karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku
tidak boleh menagih". "Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi
atau
pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar
matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal
sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu,
akibatnya pengeluaranku bertambah banyak". 
        
      Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal
yang sama. Jawab anak sulung: "Ini semua adalah karena saya mentaati
pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada
orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan
sehingga dengan demikian modal tidak susut". "Juga Ayah berpesan agar
supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh
terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari
terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka
sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."
"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi
laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama". ------------ --------- -- 
        
        
      Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi
dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive
attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan
membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya
kesulitan karena rutinitas kita .. pilihan ada di tangan anda.
'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa. _.___

--- End forwarded message ---



      

Kirim email ke