Kucing, Anak Jalanan dan Cowok Keren 
(just for cats lover :)
 
Bunyi kecrekan dari tutup-tutup botol teh botol memecah
kebisingan kantin di tengah hari yang panasnya mencari 40 derajad (nggak 
bener-bener segitu sih..). Biasa, anak
jalanan ngamen. Perasaan anak-anak ini (nggak cuma satu) udah sering ‘cari
makan’ di kantin  sejak mereka
masih bocah banget. Begitu besar, masih aja ngamen.
 
Mereka berjalan dari meja ke meja, menghampiri mahasiswa dan orang-orang yang 
sedang makan siang. Ada yang berbaik hati memberi, ada yang menolak. Itu biasa. 
Ketika dia semakin mendekati meja saya, saya mulai
coba merogoh-rogoh kantong mencari uang gopekan. Tapi, lho kok meja saya
dilewati? Oo, tidak tahunya dia lebih tertarik pada sesuatu yang lain. Ada
makhluk imut tidak jauh dari kaki saya. Tangan mungilnya langsung meraih si
manis berkumis itu, dan di dekapnya dengan gemas. Saya jadi takjub. Dia sama
sekali sudah tidak peduli lagi dengan pekerjaan wajibnya mengamen demi sesuap 
makan
siang gara-gara makhluk berbulu itu (padahal saya sudah siap-siap memberi).
 
Saya perhatikan anak jalanan itu memanggil temannya. Lalu
keduanya, yang sama-sama menggendong kucing bermain gembira. Mencium, mengelus,
memeluk dengan gemas bahkan sampai giginya gemerutuk. Ah…mau tak mau saya jadi
pengen tertawa. Dua anak jalanan itu tiba-tiba ceria, matanya berbinar dan
mulutnya tersenyum lebar. Anak-anak kucing itu juga tidak berdaya. Nurut 
diperlakukan
apa saja. Mungkin tahu, dua bocah ini baik dan tidak akan menyakiti mereka. 
 
Hati ini terenyuh begitu saja melihat pemandangan itu. Ah,
andai mereka anak yang terpelihara baik-baik di dalam lindungan rumah yang
nyaman dan serba kecukupan, pastinya mereka sudah memelihara satu, dua atau
tiga anak kucing. Bahkan mereka bisa memilih jenis kucing apa saja yang mereka
inginkan. Bukan kucing buluk dan kumal itu, yang sama lusuhnya dengan mereka
sendiri. Bagaimana ya kalau mereka ketemu dengan si Michi, kucing putih super
gendut yang selalu kelaparan dari waktu ke waktu peliharaan saya di rumah.
Dijamin, mereka akan jauuuuh lebih gemas.
 
Mereka berdua memang cuma anak-anak, yang mengungkapkan kasih dan
sayang pada seekor binatang. Kasih sayang yang belum tentu mereka sendiri
dapatkan. Mungkinkah karena itu fitrah yang keluar dari jiwa polosnya? Apakah
mereka juga diciumi orang tua mereka? Dipeluk, dibelai dan diberi perlindungan
dan rasa nyaman yang sudah sepantasnya mereka dapatkan? Tiba-tiba saya jadi 
ingin
memeluk mereka. Mendekapnya erat-erat sama seperti mereka mendekap anak kucing
itu. Tapi tiba-tiba muncul pikiran iseng….andai anak-anak jalanan itu cowok 
keren, pasti saya sudah jatuh cinta
mati padanya..hahahaha…..*dasar cats lover*

Have a nice day!


      

Kirim email ke