gimana dengan mu bro?


  ----- Original Message ----- 
  From: Morry Infra 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, July 25, 2008 2:16 PM
  Subject: Re: [sma1bks] Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?



  Dalem banget.......
   
  Salam,
  Morry Infra
  +966-533214840
   
  On 7/25/08, Noverto Aji Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

    Artikel yang bagus untuk yang sudah menikah atau belum menikah.
    buat yang ngirim artikel ini thanks yach... B-).



    Cheers
    @ji


    Apakah saya menikah dengan orang yang tepat? 

    Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba 
    melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, 'Bagaimana saya tahu kalo 
    saya menikah dengan orang yang tepat?' 
    Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi 
    saya menjawab 'Ya.. tergantung. Apakah pria di sebelah anda itu suami 
    anda?' 
    Dengan sangat serius dia balik bertanya 'Bagaimana anda tahu?!' 

    'Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.' 

    Inilah jawabannya! 
    SETIAP ikatan memiliki siklus. 
    Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan 
    pasangan anda. 
    Telepon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian 
    sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang 
    bersemangat, begitu menyenangkan. 

    Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. 
    Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu 
    spontan. Ngga perlu berbuat apapun. 
    Makanya dikatakan 'jatuh' cinta! 

    Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan 'aku mabuk cinta' 
    Bayangkan ekspresi tersebut! 
    Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba 
    sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda. 

    Jatuh cinta itu mudah. 
    Sesuatu yang pasif dan spontan. 
    Tapi? 
    Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar, 
    perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. 

    Perlahan tapi pasti.. telepon darinya menjadi hal yang merepotkan, 
    belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat 
    bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada… 

    Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, 
    namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, 
    anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, 
    pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan 
    pada tahapan-tahapan selanjutnya. 

    Dan pada situasi inilah pertanyaan 'Did I marry the right person?' mulai 
    muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. 
    Nah lho! 

    Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta 
    yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami 
    eforia-eforia cinta itu dengan orang lain. 
    Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas? 
    Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu 
    dan mencari pelampiasan diluar. 
    Berbagai macam cara, bentuk, dan ukuran untuk pelampiasan ini. 
    Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. 

    Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, 
    hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal- 
    hal yang menyolok lainnya. 

    Tapi tau ngga?! 
    Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya 
    ada didalam pernikahan itu sendiri. 

    Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya. 
    Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, 
    Anda bisa! 

    Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan 
    merasa lebih baik. 
    Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan 
    mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda). 
    Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah 
    anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. 
    Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati 
    keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang. 
    Itu adalah siklus... JANGAN KORBANKAN pernikahan ada hanya karena 
selingkuhan, pekerjaan, karir, dan hal yang sepele. 

    Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) 
    KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, 
    NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR 
    MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..! 

    Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan 
    Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi! 
    Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya 
    Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. 

    Benar juga ungkapan 'diperbudak cinta' 
    Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. 
    Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK 
    Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga 
    berjalan dengan baik . 

    Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini. 
    Cinta bukanlah MISTERI 

    Adabeberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan 
    ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. 
    Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gayaGrafitasi), 
    dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. 
    Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat 
    tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga 
    juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. 
    Ini merupakan reaksi sebab akibat. 

    Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita 
    bisa 'MEMBUAT' cinta, bukannya 'JATUH'. 

    Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan 
    sebuah DECISION, 
    dan bukan cuma PERASAAN..! 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia tidak mendengar... 
    namun senantiasa bergetar.... 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia tidak buta.. 
    namun senantiasa melihat dan merasa.. 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia tidak menyiksa.. 
    namun senantiasa menguji.. 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia tidak memaksa.. 
    namun senantiasa berusaha.. 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia tidak cantik.. 
    namun senantiasa menarik.. 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia tidak datang dengan kata-kata.. 
    namun senantiasa menghampiri dengan hati.. 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia tidak terucap dengan kata.. 
    namun senantiasa hadir dengan sinar mata.. 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia tidak hanya berjanji.. 
    namun senantiasa mencoba memenangi.. 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia mungkin tidak suci.. 
    namun senantiasa tulus.. 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia tidak hadir karena permintaan.. 
    namun hadir karena ketentuan... 

    jika ia sebuah cinta..... 
    ia tidak hadir dengan kekayaan dan 
    kebendaan... 
    namun hadir karena pengorbanan dan 
    kesetiaan.. 

    CINTAILAH pasangan anda, seperti anda INGIN DICINTAI olehnya… 
    SETIALAH pada pasangan anda, seperti anda INGIN MENDAPATKAN KESETIAANNYA…



----------------------------------------------------------------------------
    This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by 
NetIQ MailMarshal 
----------------------------------------------------------------------------






   

Kirim email ke