Wah, ada pelem Samkok lagi aka Romance of the Three Kingdom... Bagian cerita
ini emang paling top deh, inspirasi banyak games ampe komik (Legenda Naga,
red)... 

 

Tiga Kerajaan



Menjelang akhir dinasti Han, yang merupakan salah satu dinasti terlama di
antara dinasti-dinasti lain di China, tiga buah negara yaitu Wei, Wu dan Shu
berkompetisi satu dengan yang lain berebut kekuasaan. Cao Cao, yang menjadi
penguasa Wei adalah yang paling kuat di antara ketiganya dan mendominasi
daerah utara. Dia juga menjadi perdana menteri kekaisaran Han yang
sepenuhnya mengontrol raja muda dinasti Han. Dengan menggunakan nama raja,
dia memberi perintah dan menyerang mereka yang tidak mematuhinya. Dia
bermaksud unuk menghancurkan negara Shu dan Wu dan memperluas kekuasaannya
ke seluruh China. Sebagai orang yang bermuka dua, Cao Cao tidak hanya
seorang prajurit profesional yang baik tetapi juga seorang yang
berpendidikan. Tetapi dia sangat kejam, tidak setia dan penuh curiga.
Motonya yang terkenal adalah: "Lebih baik saya mengkhianati seluruh dunia
daripada membiarkan seluruh dunia mengkhianati saya." (Ada nih di pelem
Three Kingdoms: Resurrection
<http://en.wikipedia.org/wiki/Three_Kingdoms:_Resurrection_of_the_Dragon>
of the Dragon )


Penguasa Wu adalah Sun Quan, keturunan jenderal Sun Tzu yang terkenal yang
menulis buku Seni Perang. Keluarga Sun menguasai muara Sungai Yangtze selama
bertahun-tahun. Sun Quan menolak untuk menyerah kepada Cao Cao tanpa
perlawanan, tetapi pasukannya tidak sekuat pasukan Cao Cao.

Yang paling lemah di antara ketiganya adalah Shu, penguasanya adalah Liu
Bei. Liu adalah keturunan ningrat dinasti Han yang menguasai China antara
206 S.M. sampai 220 M. Liu adalah seorang yang baik, simpatik, dan
sederhana, tidak terlalu pandai ataupun berbakat, tetapi dia mendapatkan
simpati dari rakyat kebanyakan. Dia dan kedua saudara angkatnya telah
mengabdikan diri mereka untuk menciptakan kedamaian dan mengembalikan 

kekuasaan dinasti Han di China. Upayanya mendapat dukungan yang luar biasa
ketika Zhuge Liang bergabung dengannya beberapa tahun kemudian setelah dia
bangkit dan berperang melawan Cao Cao.

Zhuge Liang (Kong Ming aka Sleeping Dragon) adalah orang dengan bakat yang
sangat unik. Dia sedang menyepi ketika Liu Bei mengunjunginya. 

Baru pada kunjungan ketigalah Liu berhasil bertemu dengannya dan membujuknya
untuk bekerja untuknya. 

Pengetahuan Zhuge Liang tentang politik, strategi militer, ilmu fisika, dan
psikologi manusia tak tertandingi pada zamannya. Pada waktu itu, Cao Cao
telah memenangkan perang strategi melawan Liu Bei di China tengah. 

Analisis Zhuge Liang tentang situasi politik dan militer mencelikkan mata
dan pikiran Liu Bei yang selalu meraba dalam gelap sejak kekalahannya. Zhuge
menjadi perantara terbentuknya hubungan antara Shu dan Wu.

Periode ini disebut periode Tiga Kerajaan dalam sejarah China, dan menjadi
zaman yang paling menarik dalam sejarah China.

 

Pada tahun 208 M, Cao Cao memimpin 200.000 tentara, siap menyebrangi Sungai
Yangtze untuk menyerang kerajaan Wu dari arah tenggara.

Ada dua kubu di pemerintahan Wu, kubu yang memihak untuk menyerah kepada Cao
Cao dan kubu yang lain memutuskan untuk berperang. Liu Bei yang masih
memulihkan diri dari kekalahan yang baru dideritanya, mengirimkan ketua
strateginya, Zhuge Liang ke kerajaan Wu untuk mendiskusikan ancaman Cao Cao.
Baik kerajaan Wu dan Shu menganggap bahwa Cao Cao sebagai seorang
pengkhianat yang menggunakan kaisarnya sebagai boneka untuk mencapai
ambisinya. Zhuge Liang meyakinkan Sun Quan bahwa demi keselamatan
kerajaannya, satu-satunya cara untuk mengalahkan Cao Cao adalah bergabung
dengan Liu Bei, karena gabungan kekuatan dari Wu dan Shu akan memiliki
kesempatan yang baik untuk mengalahkan tentara Cao Cao.

Zhuge Liang mengunjungi Jenderal Zhou Yu, kepala komandan pasukan Wu yang
merupakan tangan kanan Sun Quan. Kedua negara tersebut lalu menjadi sekutu.
Mereka menggabungkan kekuatan mereka di Tebing Merah, dekat kota yang
sekarang ini bernama Wuhan di China tengah, untuk bertempur melawan Cao Cao.

Jumlah pasukan Cao Cao jauh lebih banyak daripada jumlah pasukan gabungan
dua kekuatan Wu dan Shu yang hanya berjumlah 50.000 orang. Mereka
ditempatkan di sebelah utara Sungai Yangtze. Kontak senjata awal dengan
angkatan laut Wu menyebabkan kerusakan parah pada pasukan Cao. Kebanyakan
pasukan Cao hampir tidak dapat berdiri dalam perahu yang bergoyang karena
mereka adalah orang utara yang tidak mempunyai pengalaman berperang di air.
Maka Cao Cao memerintahkan dua orang jenderal yang baru direkrut Zhang Yun
dan Cai Mao, yang sebelumnya menjabat sebagai petinggi angkatan laut Wu dan
berkhianat membelot ke pasukan Cao Cao dengan tujuan melatih orang-orang Cao
Cao. Kompi angkatan laut lalu dibentuk; latihan militer dilaksanakan
sepanjang hari; obor-obor yang dinyalakan untuk menerangi medan latihan
menerangi langit.

Melihat langit yang diterangi obor dan pantulan cahaya di air dari sisi
selatan, Jenderal Zhou Yu merasa tidak enak. Dia lalu berperahu untuk
memata-matai pasukan Cao. Apa yang dilihatnya membuatnya khawatir: kedua
perwira angkatan lautnya yang berkhianat benar-benar tahu apa yang harus
dilakukan. Dia ketahuan oleh penjaga Cao, tetapi dia dan timnya berhasil
kabur melalui sungai.

Penyelidikan Zhou Yu menggusarkan Cao Cao.

"Zhou Yu dan saya dulunya adalah rekan sejawat," kata salah satu
penasihatnya yang bernama Jiang Gan. "Jika saya pergi ke sebelah selatan,
mungkin saya dapat memenangkannya."

Cao setuju untuk membiarkan penasihatnya mencoba.

Sumber: detik forum

 

Liat2 pemain2nya di WIKI, kenapa salah satu tokoh utamanya ga ada ya?? Pang
Tong aka Phoenix Chick (bener ga ye)... Ni dia nih tokoh utama penyebab
kalahnya pasukan Cao Cao, terbakarnya seluruh armada perangnya...

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
komarudin ibnu mikam
Sent: 06 Agustus 2008 19:55
To: [email protected]
Subject: [sma1bks] NCB respon: Atonement...kalo Red Clif?

 

Bicara film. Saya lagi kesengsem sama REd Cliff. 

Tahun 208 Sebelum Masehi, hari-hari terakhir pemerintahan Dinasti Han,
Perdana Menteri pandai Cao Cao (Zhang Fengyi) meyakinkan Raja Han bahwa
satu-satunya cara untuk menyatukan seluruh daratan Cina yaitu dengan
menyatakan perang terhadap kerajaan-kerajaan Xu di bagian barat dan East Wu
di bagian selatan. Maka di mulailah kampanye militer besar-besaran, dipimpin
oleh sang Perdana Menteri

Sejumlah peperangan terjadi, baik di laut maupun daratan, dan akhirnya
memuncak di Perbukitan Merah (Red Cliff). Selama perang berlangsung, dua
ribu kapal dibakar, dan sejarah negeri Cina berubah selamanya


Emang kalau film kolosal, top abis. Gimana gak, lha wong buat bayar
pemainnya aza mahal. So, pasti serius dan gak main-main. Beberapa kali
nonton, emang ho oh, bagus punya.

Yang unik dari film ini ada di beberapa adegan yang sangat personal. Biar
kata ceritanya berbelit soal tahta Dinasti han. Tapi soal personalnya
dibeirkan sentuhan khusus.

Misalnya ketika Xhing Qe, diplomat militer bantuin kuda lahiran. Wah, top
abis. Sisi manusiawi dari seorang pejabat. Dan, saya baru tahu gitu yah.
Pas, kaki anak kuda cuman satu. Dan, nyangkut gak bisa keluar. Maka, sama
xhinq dimasukin lagi dan terus dari dalam diikat dua kakinya dan ditarik.
Keluar dua-duanya.

Ada lagi, pas pemimpinnya lagi bikin sandal dari tanaman. 

terakhir, semua peperangan ini karena wanita.......

ini dia orangnya.....




 

Kirim email ke