ini mba lusi tanya2 yg original apa yg bajakan :D --- On Thu, 8/7/08, Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [sma1bks] Re: NCB respon: Atonement...kalo Red Clif? To: [email protected] Date: Thursday, August 7, 2008, 3:59 PM Wah, menarik-menarik nih... dimana bisa dapetin vcd or dvd-nya? :D --- In [EMAIL PROTECTED] .com, "Yudi Aulia" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wah, ada pelem Samkok lagi aka Romance of the Three Kingdom... Bagian cerita > ini emang paling top deh, inspirasi banyak games ampe komik (Legenda Naga, > red)... > > > > Tiga Kerajaan > > > > Menjelang akhir dinasti Han, yang merupakan salah satu dinasti terlama di > antara dinasti-dinasti lain di China, tiga buah negara yaitu Wei, Wu dan Shu > berkompetisi satu dengan yang lain berebut kekuasaan. Cao Cao, yang menjadi > penguasa Wei adalah yang paling kuat di antara ketiganya dan mendominasi > daerah utara. Dia juga menjadi perdana menteri kekaisaran Han yang > sepenuhnya mengontrol raja muda dinasti Han. Dengan menggunakan nama raja, > dia memberi perintah dan menyerang mereka yang tidak mematuhinya. Dia > bermaksud unuk menghancurkan negara Shu dan Wu dan memperluas kekuasaannya > ke seluruh China. Sebagai orang yang bermuka dua, Cao Cao tidak hanya > seorang prajurit profesional yang baik tetapi juga seorang yang > berpendidikan. Tetapi dia sangat kejam, tidak setia dan penuh curiga. > Motonya yang terkenal adalah: "Lebih baik saya mengkhianati seluruh dunia > daripada membiarkan seluruh dunia mengkhianati saya." (Ada nih di pelem > Three Kingdoms: Resurrection > <http://en.wikipedia .org/wiki/ Three_Kingdoms: _Resurrection_ of_the_Dragon> > of the Dragon ) > > > Penguasa Wu adalah Sun Quan, keturunan jenderal Sun Tzu yang terkenal yang > menulis buku Seni Perang. Keluarga Sun menguasai muara Sungai Yangtze selama > bertahun-tahun. Sun Quan menolak untuk menyerah kepada Cao Cao tanpa > perlawanan, tetapi pasukannya tidak sekuat pasukan Cao Cao. > > Yang paling lemah di antara ketiganya adalah Shu, penguasanya adalah Liu > Bei. Liu adalah keturunan ningrat dinasti Han yang menguasai China antara > 206 S.M. sampai 220 M. Liu adalah seorang yang baik, simpatik, dan > sederhana, tidak terlalu pandai ataupun berbakat, tetapi dia mendapatkan > simpati dari rakyat kebanyakan. Dia dan kedua saudara angkatnya telah > mengabdikan diri mereka untuk menciptakan kedamaian dan mengembalikan > > kekuasaan dinasti Han di China. Upayanya mendapat dukungan yang luar biasa > ketika Zhuge Liang bergabung dengannya beberapa tahun kemudian setelah dia > bangkit dan berperang melawan Cao Cao. > > Zhuge Liang (Kong Ming aka Sleeping Dragon) adalah orang dengan bakat yang > sangat unik. Dia sedang menyepi ketika Liu Bei mengunjunginya. > > Baru pada kunjungan ketigalah Liu berhasil bertemu dengannya dan membujuknya > untuk bekerja untuknya. > > Pengetahuan Zhuge Liang tentang politik, strategi militer, ilmu fisika, dan > psikologi manusia tak tertandingi pada zamannya. Pada waktu itu, Cao Cao > telah memenangkan perang strategi melawan Liu Bei di China tengah. > > Analisis Zhuge Liang tentang situasi politik dan militer mencelikkan mata > dan pikiran Liu Bei yang selalu meraba dalam gelap sejak kekalahannya. Zhuge > menjadi perantara terbentuknya hubungan antara Shu dan Wu. > > Periode ini disebut periode Tiga Kerajaan dalam sejarah China, dan menjadi > zaman yang paling menarik dalam sejarah China. > > > > Pada tahun 208 M, Cao Cao memimpin 200.000 tentara, siap menyebrangi Sungai > Yangtze untuk menyerang kerajaan Wu dari arah tenggara. > > Ada dua kubu di pemerintahan Wu, kubu yang memihak untuk menyerah kepada Cao > Cao dan kubu yang lain memutuskan untuk berperang. Liu Bei yang masih > memulihkan diri dari kekalahan yang baru dideritanya, mengirimkan ketua > strateginya, Zhuge Liang ke kerajaan Wu untuk mendiskusikan ancaman Cao Cao. > Baik kerajaan Wu dan Shu menganggap bahwa Cao Cao sebagai seorang > pengkhianat yang menggunakan kaisarnya sebagai boneka untuk mencapai > ambisinya. Zhuge Liang meyakinkan Sun Quan bahwa demi keselamatan > kerajaannya, satu-satunya cara untuk mengalahkan Cao Cao adalah bergabung > dengan Liu Bei, karena gabungan kekuatan dari Wu dan Shu akan memiliki > kesempatan yang baik untuk mengalahkan tentara Cao Cao. > > Zhuge Liang mengunjungi Jenderal Zhou Yu, kepala komandan pasukan Wu yang > merupakan tangan kanan Sun Quan. Kedua negara tersebut lalu menjadi sekutu. > Mereka menggabungkan kekuatan mereka di Tebing Merah, dekat kota yang > sekarang ini bernama Wuhan di China tengah, untuk bertempur melawan Cao Cao. > > Jumlah pasukan Cao Cao jauh lebih banyak daripada jumlah pasukan gabungan > dua kekuatan Wu dan Shu yang hanya berjumlah 50.000 orang. Mereka > ditempatkan di sebelah utara Sungai Yangtze. Kontak senjata awal dengan > angkatan laut Wu menyebabkan kerusakan parah pada pasukan Cao. Kebanyakan > pasukan Cao hampir tidak dapat berdiri dalam perahu yang bergoyang karena > mereka adalah orang utara yang tidak mempunyai pengalaman berperang di air. > Maka Cao Cao memerintahkan dua orang jenderal yang baru direkrut Zhang Yun > dan Cai Mao, yang sebelumnya menjabat sebagai petinggi angkatan laut Wu dan > berkhianat membelot ke pasukan Cao Cao dengan tujuan melatih orang-orang Cao > Cao. Kompi angkatan laut lalu dibentuk; latihan militer dilaksanakan > sepanjang hari; obor-obor yang dinyalakan untuk menerangi medan latihan > menerangi langit. > > Melihat langit yang diterangi obor dan pantulan cahaya di air dari sisi > selatan, Jenderal Zhou Yu merasa tidak enak. Dia lalu berperahu untuk > memata-matai pasukan Cao. Apa yang dilihatnya membuatnya khawatir: kedua > perwira angkatan lautnya yang berkhianat benar-benar tahu apa yang harus > dilakukan. Dia ketahuan oleh penjaga Cao, tetapi dia dan timnya berhasil > kabur melalui sungai. > > Penyelidikan Zhou Yu menggusarkan Cao Cao. > > "Zhou Yu dan saya dulunya adalah rekan sejawat," kata salah satu > penasihatnya yang bernama Jiang Gan. "Jika saya pergi ke sebelah selatan, > mungkin saya dapat memenangkannya. " > > Cao setuju untuk membiarkan penasihatnya mencoba. > > Sumber: detik forum > > > > Liat2 pemain2nya di WIKI, kenapa salah satu tokoh utamanya ga ada ya?? Pang > Tong aka Phoenix Chick (bener ga ye)... Ni dia nih tokoh utama penyebab > kalahnya pasukan Cao Cao, terbakarnya seluruh armada perangnya... > > > > From: [EMAIL PROTECTED] .com [mailto:[EMAIL PROTECTED] .com] On Behalf Of > komarudin ibnu mikam > Sent: 06 Agustus 2008 19:55 > To: [EMAIL PROTECTED] .com > Subject: [sma1bks] NCB respon: Atonement... kalo Red Clif? > > > > Bicara film. Saya lagi kesengsem sama REd Cliff. > > Tahun 208 Sebelum Masehi, hari-hari terakhir pemerintahan Dinasti Han, > Perdana Menteri pandai Cao Cao (Zhang Fengyi) meyakinkan Raja Han bahwa > satu-satunya cara untuk menyatukan seluruh daratan Cina yaitu dengan > menyatakan perang terhadap kerajaan-kerajaan Xu di bagian barat dan East Wu > di bagian selatan. Maka di mulailah kampanye militer besar-besaran, dipimpin > oleh sang Perdana Menteri > > Sejumlah peperangan terjadi, baik di laut maupun daratan, dan akhirnya > memuncak di Perbukitan Merah (Red Cliff). Selama perang berlangsung, dua > ribu kapal dibakar, dan sejarah negeri Cina berubah selamanya > > > Emang kalau film kolosal, top abis. Gimana gak, lha wong buat bayar > pemainnya aza mahal. So, pasti serius dan gak main-main. Beberapa kali > nonton, emang ho oh, bagus punya. > > Yang unik dari film ini ada di beberapa adegan yang sangat personal. Biar > kata ceritanya berbelit soal tahta Dinasti han. Tapi soal personalnya > dibeirkan sentuhan khusus. > > Misalnya ketika Xhing Qe, diplomat militer bantuin kuda lahiran. Wah, top > abis. Sisi manusiawi dari seorang pejabat. Dan, saya baru tahu gitu yah. > Pas, kaki anak kuda cuman satu. Dan, nyangkut gak bisa keluar. Maka, sama > xhinq dimasukin lagi dan terus dari dalam diikat dua kakinya dan ditarik. > Keluar dua-duanya. > > Ada lagi, pas pemimpinnya lagi bikin sandal dari tanaman. > > terakhir, semua peperangan ini karena wanita...... . > > ini dia orangnya.... . >
