makanya harus mulai belajar bikin bisnis sendiri ya bang komar?

2008/8/13 komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]>

>   kalau bertahan di perusahaan kayak conoco seh, pas pensiun happy...
> lha kalo bertahan di pabrik,waaah...gak bisa nyekolain anak ampe
> universitas...
>
>
> On 8/13/08, Morry Infra <[EMAIL PROTECTED] <morry.infra%40gmail.com>>
> wrote:
> > Bagus banget artikelnya....
> > Make sense banget....
> >
> > He...he.e..e.e.. buat orang yang suka pindah2 kerja... mungkin bisa
> ngaca...
> > betul 'nggak yach.....
> > Buat yang dah happy di tempat kerja... hingga pensiun...
> > Selamat... anda memang orang beruntung....
> >
> > Salam,
> > Morry Infra
> > +966-533214840
> > ---------- Forwarded message ----------
> > From: paul kristianto <[EMAIL PROTECTED]<paulcahbaguskristianto%40gmail.com>
> >
> > Date: 2008/8/13
> > Subject: [IATMI-KL] Pindah Kerja ?
> > To: iatmi-kl <[EMAIL PROTECTED] <IATMI-KL%40googlegroups.com>>
> >
> >
> > Hi All,
> > Mungkin ada yang sudah dapat, mungkin juga belum. Cuman ada hal yang bisa
> > menjadi alasan tepat kenapa karyawan pindah (bukan hanya sekedar
> "mengejar
> > uang semata" (or may be I am wrong)
> >
> > Rgds'
> > Cah Bagus
> >
> >
> >> Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering
> >> ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang
> >> berjudul: Azim Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania 2007).
> >>
> >>
> >>
> >> Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
> >>
> >>
> >>
> >> Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian
> >> karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang
> >> meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih
> >> menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan
> >> pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.
> >>
> >>
> >>
> >> Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer
> >> software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan
> >> internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India
> >> sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah
> >> mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering
> >>
> >> dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat.
> >> Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor
> >> yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang
> >> menyediakan makanan lezat.
> >>
> >>
> >>
> >> Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri
> >> untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru",
> >> katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat
> >> dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah
> >> dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran
> >> lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana
> >> lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.
> >>
> >>
> >>
> >> Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia
> >> pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung
> >> karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi
> >> walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama
> >> yang mendorong banyak orang berbakat pergi.
> >>
> >>
> >>
> >> Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan
> >> oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta
> >> karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam
> >> sebuah buku berjudul First Break All the Rules.
> >>
> >>
> >>
> >> Penemuannya adalah sebagai berikut:
> >>
> >>
> >>
> >> Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan
> >> langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia
> >> adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia
> >> adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman,
> >> dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang
> >> meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus
> >> Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.
> >>
> >>
> >>
> >> Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan
> >> mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar,
> >> fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab
> >> kebanyakan orang keluar adalah manajer.. Kalau Anda punya masalah
> >> pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda
> >> terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu
> >> sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan
> >> uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai.
> >> Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.
> >>
> >>
> >>
> >> Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang
> >> bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa
> >> hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang
> >> sulit.
> >>
> >>
> >>
> >> Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan
> >> yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional
> >> dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk
> >> tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang
> >> paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan
> >> mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam.
> >> Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya,
> >> dia mulai mencari pekerjaan yang lain.
> >>
> >>
> >>
> >> Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka
> >> melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan
> >> memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan
> >> tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang
> >> krusial kepada sang bos.
> >>
> >>
> >>
> >> Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang
> >> tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah.
> >> Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu.
> >>
> >>
> >>
> >> Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda:
> >> dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu,
> >> juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset
> >> tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama,
> >> seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak
> >> remeh.
> >>
> >>
> >>
> >> Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99
> >> pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan
> >> pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau
> >> alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan,
> >> kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti
> >> yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari
> >> puluhan orang seperti kamu.
> >>
> >>
> >>
> >> Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat
> >> biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari
> >> penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki
> >> seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan
> >> klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril
> >> sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang
> >> dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja,
> >> kehilangan reputasi perusahaan.
> >>
> >>
> >>
> >> Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya,
> >> entah tentang kebaikan atau keburukan. Demikian pesan Azim Premji.
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?
> >
> > --
> > *"The only thing necessary for the triumph of evil, is for good men to do
> > nothing"
> > *
> >
> > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
> > Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
> > IATMI-KL : [EMAIL PROTECTED] <IATMI-KL%40googlegroups.com>
> > Cerita santai : [EMAIL PROTECTED]<Guyonan-KL%40googlegroups.com>
> > Postingan bebas selama tak menyerang SARA : [EMAIL 
> > PROTECTED]<serba-KL%40googlegroups.com>
> > -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
> >
>
> --
> Komarudin Ibnu Mikam
> WTS - Writer Trainer Speaker
> komarmikam.multiply.com
> 0818721014
> karya-karya ;
> sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
> prahara buddenovsky (GIP)
> dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
> sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
> nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
> merit yuk! (qultum media)
> rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
>  
>



-- 
The New World is not America
It is Internet
.....and I wanna take my share in the New World

Kirim email ke