Itu sih saya gak tau bener ato nggak...Niat mo bikin reality show, tapi ekspresi dan feelnya orang Indonesia kurang layak dijual...makannya agak ganjil juga kalo ngeliat tayangan serupa, macam Playboy Kabel dan Kontak Jodoh. Tapi menurut teorinya si, gak ada reality show (bahkan di AS sono) yang murni realitas, semuanya by design, karena ada unsur show, show harus menghibur dan menimbulkan perasaan tertentu bagi penikmat dan penontonnya. Kalau itu gak terbangun, gak diciptakan, show akan terasa hambar. Buat korban dan talent utama sejauh ini gak ada komplain, mungkin karena reality show itu gak murni realitas yang tertangkap kamera jadi ada pendekatan dulu. Saya gak tau persis alur produksi tayangan ini bagaimana, karena yang membuatnya adalah Divisi Produksi, sedang saya di Divisi Pemberitaan.. Semoga mencerahkan...
It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] omongkosongku.blogspot.com answerlieswithin.multiply.com ----- Original Message ---- From: Linda Susanti <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, August 27, 2008 4:16:17 PM Subject: Re: [sma1bks] Fatwa MUI untuk mas dicky.. mau nanya dong acara "termehek-mehek" di TRANS TV itu bener nggak sih?maksudnya bukan rekayasa? apa TRANS TV nggak takut disomasi ama yg jd korbanya. mohon pencerahan thanks ----- Original Message ----- From: Dicky Kurniawan To: SMA 1 Bekasi Sent: Wednesday, August 27, 2008 3:48 PM Subject: [sma1bks] Fatwa MUI "Untuk itu, pihaknya meminta jika MUI memfatwakan merokok haram supaya diperjelas soal haramnya, karena di dalam nash Al-Quran tidak dinyatakan haram. "Yang ada di dalam nash Al-Quran diharamkan minuman keras," katanya.(*) " Ini yang jadi perdebatan, kalangan ulama aja berbeda pendapat dengan nashnya....artinya tafsiran bisa bermacam-macam. Toh coba tanyakan juga ke ustad-ustad itu, beneran gak mereka gak ngerokok? Atau jangan2 ini cuma soal "setoran" aja ke MUI yang kurang dari industri rokok. Yang bikin heran, kenapa Korupsi tidak pernah menjadi perhatian si MUI? Atau saya yang ketinggalan berita ya??? Bagi saya merokok itu pilihan, mo ngerokok silakan, nggak ya udah. Masalah beli, kayaknya berlebihan deh kalo menggambarkan orangtuanya lebih seneng beli rokok ketimbang biaya sekolah...kaya cerita sinetron aja penggambaran itu. Kalau alasannya kesehatan, kenapa gak sekalian aja MUI bikin fatwa penebangan hutan itu haram, karena menyebabkan udara tidak sehat dan berpotensi mendatangkan masalah bagi kesehatan. Atau bilang juga kalo nambang batubara sama minyak itu haram, karena merusak alam ciptaan Allah. Kalo diharamkan, bagaimana nasib ribuan buruh pabrik rokok di Indonesia? Adakah yang memikirkannya selain fatwa MUI? Karena ini jadi satu rangkaian besar, jadi mesti ikut difatwakan kalo yang bikin fatwa itu mengakibatkan mudharat (pengangguran) ya haram juga dong...hehehe It's only a transition.. . Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 marcial_riquelme@ yahoo.com dicky.kurniawan@ gmail.com omongkosongku. blogspot. com answerlieswithin. multiply. com
