menarik juga setelah mendengar tanggapan dari kakak-kakak tentang rokok.
 
saya punya cerita konyol dari pengalaman kakak saya.
kakak saya berprofesi sebagai guru kelas 3 SMP.
muridnya ada yang bilang, mereka merokok supaya tidak dibilang (maaf)' bencong'.
trus kakak saya jawab, "bencong aja ada yang ngerokok..." 
muridnya ga bisa jawab lagi deh. . 
hhahhaah.....
 
 
ada lagi cerita tentang kunjungan teman saya ke pabrik rokok Gudang Garam.
katanya siih, dari sekitar 300 pekerja di sana, TIDAK ADA satupun yang merokok.
karena mereka sendiri paham zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok serta 
risiko2 yang akan dialami seorang perokok.
walaupun mereka sendiri yang memproduksinya. yaa, namanya juga mata pencaharian.
(kalu bicara soal ini agak sensitipp,,hhee)
apalagi rokok penyumbang cukai terbesar negara kita.
 
 
oiya bang dicky, tentang nasib para buruh yang kerja di pabrik itu,
kata temen saya juga, ada semacam kertas peresap asap rokok, atau semacam itu 
lah, saya lupaa, yang dipasang, jadi kaya filter, antara ruang uji rokok sama 
tempat pekerja, supaya para buruh itu gak menghirup asap rokok.
begitu.


      

Kirim email ke