udah [EMAIL PROTECTED]@... Vivi ikut jum'atan juga.... udah ganti kelamin...!!! apa ikut aliran baru mpok...??? wah mungkin ini salah satu contoh dari yang empat.... tadinya gw mau ngeledekin ajie...hehehe.... tapi kayanya yang ini boleh juga hihihi.....
--- On Fri, 8/29/08, vivi fajar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: vivi fajar <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [sma1bks] NCB: Jiwa Yang 'Autis' :) To: [email protected] Date: Friday, August 29, 2008, 8:05 AM Mbak Vit...kok judulnya 'jiwa yg autis' yang dibahas 'kegilaan'.. .mmmm.... jadi...analogi autis = gila..ya?... duuuhhhh...lieur niy...udah jumatan gini...kalo baca sesuatu suka nggak bisa 'nyerna... :) --- "Lusiana M. Hevita" <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > Apakah anda percaya kalau 1 dari 4 orang Indonesia > sakit jiwa? Seperti yang dibincangkan Media > Indonesia Minggu lalu dalam Editorial (dan headline > 24/8)nya, konon kalau ada empat orang (Indonesia) > berkumpul, satu diantaranya gila. Weleh… > > Gara-gara itu, kemarin saya menebak-nebak dari empat > orang ini siapa ya yang gila hehehe… kebetulan > kami berkumpul satu meja berempat. Ada ibu Dosen > dari Manado, rekan sejawat dari Paramadina, Kakak > senior saya yang kerja di LPPM, dan saya. Keempatnya > sama sekali tidak mencirikan kegilaan apapun. > Apalagi kami bertemu dalam sebuah kegiatan > ‘intelektual’ yang keren gitu loh…:p > > Penyakit gila memang banyak ragamnya. Kalau Andrea > Hirata dalam Trilogi Laskar Pelanginya pernah > mengemukakan penyakit gila nomor enambelas (dst..) > mungkin sebenarnya lebih banyak dari itu. Jenisnya > bisa 1-100 atau 1000? Kalau sudah begitu, bisa jadi > berita dari Media itu benar. Gila karena cinta, > harta, kekuasaan, mungkin masuk dalam 3 besarnya ☺ > > > Menurut teman saya yang psikolog, semua orang memang > punya potensi sakit jiwa, mungkin ada 0,00 sekian > prosen. Hampir sama seperti penyakit asam urat (kaku > di persendian?) . Konon hampir semua orang berpotensi > asam urat, tinggal bagaimana gaya hidupnya. Nah, > sakit jiwa juga begitu, kalau ‘gaya hidupnya’ > condong terus pada ‘kegilaan’ ya jadi gila > betulan…hehehe. Bedanya orang yang kadar > kewarasannya masih tinggi, masih bisa lah ngebedain > mana yang gila dan mana yang normal :p (hihi kalee > yeee) > > Cerita yang satu ini memang ‘gila’ betulan. > Kemarin di bis yang saya tumpangi menuju Bekasi, > kemasukan pengamen (ini sih normal ya..). Tapi > begitu si pengamen mulai nyanyi..ya ampun syairnya > ngaco-ngaco deh. Nadanya juga nggak jelas… bahkan > hampir semua nyanyiannya tidak ada yang kami kenali > (ini nyanyi lagu apaan sih?) Begitu ada nyanyian > yang rada mendingan, pengamen itu mengulang-ulang > bait yang sama sekali bukan reff. (syair yang biasa > diulang-ulang) . Kayak kaset rusak beneran..pusiiiing > dengernya. > > Sepertinya, sedikit saja kita meluangkan waktu > memerhatikan sekeliling (juga diri kita sendiri? > :D), semakin jadi mengerti kenapa Media (Indonesia) > mengeluarkan editorial macam itu. Mudah-mudahkan > Ramadhan besok bisa mengembalikan diri kita semua > pada fitrah manusia yang sebenarnya. Membersihkan > lagi dari unsur-unsur yang mungkin membawa > ‘kegilaan’. Membersihkan dari virus-virus > penyakit jiwa, mental, hati dll. Amiiin. Maaf lahir > batin atas semua perkataan yang salah, baik sengaja > maupun tidak disengaja. Tiga puluh hari membersihkan > diri, semoga ke depan kita menjadi manusia yang jauh > lebih baik lagi dan…tidak sakit jiwa tentunya..:) > > Selamat menjalankan Ibadah puasa… > > > > > >
