Ada tau kebenaran berita ini???
Mohon pencerahannya...
(sorry kaga bemaksud daftarin anak, sodara atau siapapun buat ikut
beginian)...

-----Original Message-----
From: aDe Rizky [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 12 September 2008 23:23
To: 'Annisa'; A-BUDIONO; 'tyo'; ryan; Ade Rinto; Anna & Ina; Bactiar
Siagian; 'Happy Setiawan'; 'Eris Spv WH'; Evie Nurbaiti;
[EMAIL PROTECTED]; Anna & Ina; hary; 'Happy Rachmat'; sri
suhartini; [EMAIL PROTECTED]; Mas Wahyu; MOh Febri;
[EMAIL PROTECTED]; Poppy; [EMAIL PROTECTED]; 'ppc2'; 'Rizka
Ratna Herawati'; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
sri suhartini; [EMAIL PROTECTED]; 'Saiful Ahmad Kurnaiwan'; Sri
Mulyani; 'Sita Oktafitri'; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Gila SMS (Pilihlah aq)..Menyesatkan, PErjudian.


Dear All, 

Attentions 4 this message.

Regards, 


aDe


TOLONG BACA DAN JANGAN
COBA2 IKUT WALAU PUN HANYA
Rp 2000 MAKANYA BACA OK !!

Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi
Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari
kehidupan mereka.

Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di
teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.

Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah.
Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms
putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI
itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan
seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms.
Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.

Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI
2005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta.
Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya
emang sedikit mahal RP 500..000. Namun itu dipilih karena pertimbangan
hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (m asih bagusan kos gw gitu
loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua
kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem and kehidupan glamor,
lha makan aja susah.

Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll.

Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga
bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil.
Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI
seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga
dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat
makan aja mereka susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat
minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh.
Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar.

Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak
Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat
di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar.
Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada
manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang
gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.

Nah acara ini dan acara sejenis m asih banyak, Pildacil juga begitu.
Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah
penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat
tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai
masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang
yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.

mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw
punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image
publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak
dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.

JUDI SMS MENGGILAAAA ......

Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan.
Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri
Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit
penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya
adalah SMS premium.

Bisnis ini sangat menggiurkan,
lagi pula aman dari jeratan hukum -- setidaknya sampai saat ini. Mari
kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya
--anggaplah- - Rp 2000.
Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center
(Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk "bandar"
(penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk
sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan
membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini "bandar" mendapat
40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5%
saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang
kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%),
maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000
(baca: Delapan puluh milyar rupiah).
Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ?
rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25%
dari keuntungan yang diraupnya sebagai "biaya promosi"! Dan ingat, satu
orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta
mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan
"siapa tahu" mendapat hadiah. Kata "siapa tahu" adalah untung-untungan,
yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang.
Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.

Begitu menggiurkannya bisnis ini,
sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan.
Pemirsa televisi diminta menebak, "buka" atau "sahur", lalu jawabannya
dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, "dapatkan
handphone... " Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa
menyangka : "Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll
free), saya bisa mendapat handphone gratis".

Kondisi ini sudah sangat menyedihkan.
Bahkan sangat gawat.
Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB.
Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu
zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa
berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone! ..
Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda,
kampanye ini akan meredup dan sia-sia belakan

Semoga berita ini dapat mencelikan kita semua agar jangan mau lagi
dijadikan alat & membantu perjudian modern ala era Informasi saat ini.





------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke