Amerika yang Bangkrut
Kamis, 18 Sep 2008

Amerika telah bangkrut. Tidak ada lagi mitos sebagai superioritas.
Sebagai adidaya. Negeri Paman Sam ini menuju kehidupan pariah.
Kesombongan yang dipertontonkan Presiden George Walker Bush telah
berakhir. Menjelang akhir kekuasaannya George W.Bush hanya menyisakan
cemoohan oleh bangsanya sendiri.

Amerika telah bangkrut. Tidak ada lagi mitos sebagai superioritas.
Sebagai adidaya. Negeri Paman Sam ini menuju kehidupan pariah.
Kesombongan yang dipertontonkan Presiden George Walker Bush telah
berakhir. Menjelang akhir kekuasaannya George W.Bush hanya menyisakan
cemoohan oleh bangsanya sendiri.

Di Iraq Presiden Bush telah gagal. Menteri Pertahanan Robert Gate dan
Jendral David Petraeus, Panglima Komandan Pasukan AS di Iraq,
menyatakan: "Amerika telah kalah di Iraq", tegasnya. Amerika tidak
lagi seperti ketika menyerbu Iraq. Di mana Presiden Bush dengan
gagahnya mengumumkan perang terhadap rejim Saddam Husien. Sesudah
hampir lima tahun, tak berhasil menciptakan stabilitas. Kekacauan
terus berkecamuk. Tentara Amerika banyak yang mati di negeri 1001
malam itu. Presiden Bush dengan malu mengumumkan menarik 8.000, dan
akan dipindahkan ke Afghanistan.

Di Afghanistan Amerika dan sekutunya terseok-seok. Menghadapi Taliban.
Tak berdaya. Armada daratnya tak ampuh. Untuk menghadapi Taliban
menggunakan serangan udara. Justru banyak salah sasaran. Warga sipil
banyak yang mati. Bukan Taliban. Di sebuah buku yang ditulis seorang
peniliti Pakistan, yang berjudul: Afghanistan: "Taliban Return and
Future Scenario", menjelaskan bahwa tentara Amerika dan Nato, tidak
bakal memenangkan perang. Afghanistan mempunyai pengalaman panjang
dalam perang. Pernah menaklukan pasukan Inggris, dan terakhir imperium
Soviet. Jadi di dalam buku digambarkan, Taliban akan kembali mengambil
alih kekuasasan.

Amerika menghadapi serangan alam. Lebih dahsyat. Badai tropis telah
memporak-porandakan pantai Mexico, dan beberapa negara bagian,
terutama Lousiana. Negara bagian ini luluh lantak. Melebihi serangan
militer yang menggunakan senjata atom, seperti yang pernah dijatuhkan
Amerika di Nagasaki dan Hiroshima, waktu Perang Dunia II. Malapetaka
telah mengakibatkan hancurnya bangunan, infrastruktur, dan rumah-rumah
penduduk, dan nilai kerugian mencapai puluhan milyar dolar.

Di tengah-tengah amukan badai tropis yang sangat dahsyat itu, terjadi
peristiwa yang lebih dahsyat, dan dampaknya bersifat global, yaitu
bangkrutnya perusahaan jasa sekuritas Lehman Brothers. Lembaga
sekuritas ini mengalami pailit, dan tidak dapat memenuhi kewajibannya
membayar utang sebesar 635 milyar dolar. Kejatuhan lembaga sekuritas
Lehman Brothers ini mengisyaratkan, bahwa Amerika benar-benar diujung
kebangkrutan. Bahkan, sistem Kapitalisme yang menjadi dasar ideologi
global, menunjukkan kerapuhannya.

Lehman Brothers didirikan seorang keturunan Yahudi Jerman, yang
berimigrasi ke Amerika, bernama Henry Lehman, ke Alabama, tahun l844.
Lehman yang mula-mula membuka toko kecil di Alabama itu, bersama
saudara Emanuel dan Meyer, selanjutnya membuka kantor di New York,
tahun l858. Usaha kelompok keturunan Yahudi Jerman ini berkembang, dan
menuai akhir perjalanannya saat lembaga itu di bawah seorang CEO,
Richard Fuld, ylang bergabung sejak tahun 1969. Kebangkrutan Lehman
Brothers ini, peristiwa krisis yang terakhir. Krisis ini terus
belanjut dan dampaknya sangat luas.Kini, harga saham Lehman di pasar
modal tinggal 21 sen dollar. Padahal, sebelumnya harga saham Lehman di
pasar modal 67, 73 dolar.

Ancaman kebangkrutan masih terus berlanjut termasuk terhadap
perusahaan jasa keuangan Merrill Lynch. Sementara Federal Reserve
(Fed) Bank Sentral Amerika, menalangi AIG (Amerika International
Group) perusahaan asuransi terbesar di dunia, sebesar 87 milyar dolar.
Ini menjaga agar perusahaan jasa asuransi itu tidak ikut bangkrut.

Kebangkrutan Amerika ini akibat sistem dan ideologi yang 'fasad' rusak
dan bathil. Semua yang rusak dan bathil itu, pasti akan menghancurkan
dirinya. "Mereka mendapatkan tulah (akibat) dari kerakusan sendiri,
yang sangat berlebihan dalam mencari untung, tanpa mempertimbangkan
resiko", ujar Prof.Michael Sabino, profesor bisnis dari St. Jonh's
University.

Kebangkrutan politik dan ekonomi yang terjadi di Amerika saat ini,
menunjukkan kegagalan sistem materialisme yang nyata. Perlu perubahan
yang mendasar dalam sistem kehidupan umat manusia dewasa ini. Tidak
lagi terus berkiblat kepada sistem kepitalisme yang sangat
materliastik. Semua ini bersumber dari faham dan pandangan Yahudi.
Wallahu 'alam.

------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke