Hmmm... Gw jadi inget waktu kelas 1 ato 2  SMA (tahun 92 or 93), waktu masih 
kumpul2 sama Ka Mulyadi, dan rekan - rekan yang lain tiap kamis pagi jam 10 di 
BJI.

Abis ngider baca Quran satu2, Ka Mulyadi ceritain mengenai kondisi global 
beserta analisanya yang diambil dari bacaan kita tersebut.

Setelah Uni Sovyet pecah karena invasi ke afganistan sehingga mereka kehabisan 
dana dan juga masalah internal negara tersebut, amerika sebagai negara adidaya 
mencari tandingan untuk tetap menunjukkan powernya. Dan yang menjadi pilihan 
adalah komunitas terbesar yaitu Islam. Islam akan dianggap sebagai musuh oleh 
amerika. Namun, Amerika sendiri sebagai negara adidaya lama - kelamaan akan 
hancur dengan sendirinya dari dalam negara itu sendiri, yaitu melalui bencana 
alam dan krisis ekonomi.

Setelah beberapa tahun berlalu, gw mulai teringat kejadian2 yang terjadi 
beberapa tahun ini. Dimulai dengan perang teluk pada tahun 90an hingga 9/11 
yang akhirnya mendeklarasikan perang terhadap teroris sehingga sering 
diindentikkan bahwa teroris itu adalah islam.
Hingga saat inipun kesan tersebut masih belum juga menunjukkan selesai, walau 
banyak protes2 mengenai hal tersebut. Akhirnya setelah amerika menginvasi irak 
dengan sejuta alasannya, amerika kesulitan mengenai pendanaan akibat perang 
diirak tersebut, yang saat ini mulai diributkan penarikan pasukannya dari irak.
Dari sisi keuanganpun akhirnya Amerika guncang, dimulai diagustus 2007 dengan 
krisis subprime mortage (kredit perumahan) yang sampai saat ini belum 
menunjukkan berakhir dan menyerempet kearah krisis global. Di Amerika sendiri, 
malah berakibat hancurnya keuangan amerika ditandai dengan kembang kempisnya 
institusi- institusi keuangan amerika seperti Merryl Lynch, Lehman Brother 
sampai yang terakhir adalah AIG (padahal sponsornya MU negh...). Amerika 
sendiri akhirnya mulai menyelamatkan aset2 keuangannya dengan kebijakan2 
keuangan dan menggolontorkan uang ratusan miliar US baik secara langsung 
keinstitusi ataupun melalui bank negaranya (misal melalui FED langsung atau 
Bank of America). Bahkan akhir minggu lalu sudah membentuk kaya Indonesia waktu 
krisis 98 yaitu semacam BPPN nya Amerika untuk menyelamatkan aset2 negaranya 
yang mungkin akan bangkrut selanjutnya (WAMU, Citibank dll) ... Wah... kita 
tunggu aja dech... mo sampe mana negh, krisis diamriknya.

Dari sisi bencana amrikpun kayanya gak kelar2 dech... mulai dari banjir, sampe 
badai (seperti katrina dan yang terakhir ike), yang ngancurin negara bagian 
negara tersebut...Banyak orang meninggal, dan hancurnya rumah dan bangunan 
infrastuktur amerka. Bahkan katanya, salah satu kenaikan harga minyak 
sebelum2nya selain adanya ribut2 di negara penghasil minyak juga adalah 
spekulasi dari spekulan2 di NYMEX yang terjadi akibat berhentinya eksplorasi2 
minyak di daerah2 teluk diamrik karena badai tersebut.

Hmmmmm... kalo inget2 kaya gini... gw jadi kangen banget ama ka Mul... daya 
analisanya tajem betul dah.... beliau sekarang dimana yah....kangen dech... 
kalo ada yang ketemu salamin ye...



--- On Fri, 9/19/08, ACHMAD SUTRIADI <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: ACHMAD SUTRIADI <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [sma1bks] Amerika bangkrut? Pendapat Anda?
To: [email protected]
Date: Friday, September 19, 2008, 11:44 PM










 






    
            

Sejak ane berseragam Putih Biru dulu.... ane udah gak simpatik 
sama Pemerintahan Kolonial Judas eh AS....
Mereka yang mengaku Polisi Dunia itu tidak hanya mengutak ngatik Pemerintahan 
Panama, Iran,  dan Ekuador... tetapi juga Mengutak-ngatik Negeri tercinta 
ini dengan efek luar biasa yang masih dirasakan hingga kini....
Pemerintahan Kolonial tsb selalu menggunakan 3 Jargon mereka dalam mencengkeram 
dunia:
- Ambil Alih dengan Bantuan Ekonomi
- Kebiri dengan Intelijen dan Manipulasi Politik
- Basmi dengan Ekspansi (Militer, red)
 
Selepas USSR Pailit, Kelakuan Pemerintahan Dajjal tsb semakin menjadi-jadi. ..
Menghalalkan segala cara dengan tujuan Minyak semata... Tidak cuma minyak 
dan bahan2 alam lainnya, tapi juga Lokasi Strategis...
Selain itu kebijakan Politik Luar Negeri Pemerintah Serigala Berbulu Domba 
terhadap Saudara2 di Palestine amatlah menyayat hati....
 
Sempat berfikir... Siapa yang mampu mengalahkan mereka di saat mereka cuma 
satu2nya Negera Super Power saat ini?
China kah? Iran kah? ...
Bukan... dari dulu ane udah berfikir... yang mengalahkan mereka adalah mereka 
sendiri....
Kehancuran Negeri Penjajah tsb dimulai dari Negeri mereka sendiri....
 
Wallahu Alam Bi Shawab....
  

------- Original Message -------
Sender : komarudin ibnu mikam<komaribnumikam@ gmail.com>
Date   : Sep 19, 2008 22:50 (GMT+07:00)
Title  : [sma1bks] Amerika bangkrut? Pendapat Anda?


 



    
            Amerika yang Bangkrut

Kamis, 18 Sep 2008



Amerika telah bangkrut. Tidak ada lagi mitos sebagai superioritas.

Sebagai adidaya. Negeri Paman Sam ini menuju kehidupan pariah.

Kesombongan yang dipertontonkan Presiden George Walker Bush telah

berakhir. Menjelang akhir kekuasaannya George W.Bush hanya menyisakan

cemoohan oleh bangsanya sendiri.



Amerika telah bangkrut. Tidak ada lagi mitos sebagai superioritas.

Sebagai adidaya. Negeri Paman Sam ini menuju kehidupan pariah.

Kesombongan yang dipertontonkan Presiden George Walker Bush telah

berakhir. Menjelang akhir kekuasaannya George W.Bush hanya menyisakan

cemoohan oleh bangsanya sendiri.



Di Iraq Presiden Bush telah gagal. Menteri Pertahanan Robert Gate dan

Jendral David Petraeus, Panglima Komandan Pasukan AS di Iraq,

menyatakan: "Amerika telah kalah di Iraq", tegasnya. Amerika tidak

lagi seperti ketika menyerbu Iraq. Di mana Presiden Bush dengan

gagahnya mengumumkan perang terhadap rejim Saddam Husien. Sesudah

hampir lima tahun, tak berhasil menciptakan stabilitas. Kekacauan

terus berkecamuk. Tentara Amerika banyak yang mati di negeri 1001

malam itu. Presiden Bush dengan malu mengumumkan menarik 8.000, dan

akan dipindahkan ke Afghanistan.



Di Afghanistan Amerika dan sekutunya terseok-seok. Menghadapi Taliban.

Tak berdaya. Armada daratnya tak ampuh. Untuk menghadapi Taliban

menggunakan serangan udara. Justru banyak salah sasaran. Warga sipil

banyak yang mati. Bukan Taliban. Di sebuah buku yang ditulis seorang

peniliti Pakistan, yang berjudul: Afghanistan: "Taliban Return and

Future Scenario", menjelaskan bahwa tentara Amerika dan Nato, tidak

bakal memenangkan perang. Afghanistan mempunyai pengalaman panjang

dalam perang. Pernah menaklukan pasukan Inggris, dan terakhir imperium

Soviet. Jadi di dalam buku digambarkan, Taliban akan kembali mengambil

alih kekuasasan.



Amerika menghadapi serangan alam. Lebih dahsyat. Badai tropis telah

memporak-porandakan pantai Mexico, dan beberapa negara bagian,

terutama Lousiana. Negara bagian ini luluh lantak. Melebihi serangan

militer yang menggunakan senjata atom, seperti yang pernah dijatuhkan

Amerika di Nagasaki dan Hiroshima, waktu Perang Dunia II. Malapetaka

telah mengakibatkan hancurnya bangunan, infrastruktur, dan rumah-rumah

penduduk, dan nilai kerugian mencapai puluhan milyar dolar.



Di tengah-tengah amukan badai tropis yang sangat dahsyat itu, terjadi

peristiwa yang lebih dahsyat, dan dampaknya bersifat global, yaitu

bangkrutnya perusahaan jasa sekuritas Lehman Brothers. Lembaga

sekuritas ini mengalami pailit, dan tidak dapat memenuhi kewajibannya

membayar utang sebesar 635 milyar dolar. Kejatuhan lembaga sekuritas

Lehman Brothers ini mengisyaratkan, bahwa Amerika benar-benar diujung

kebangkrutan. Bahkan, sistem Kapitalisme yang menjadi dasar ideologi

global, menunjukkan kerapuhannya.



Lehman Brothers didirikan seorang keturunan Yahudi Jerman, yang

berimigrasi ke Amerika, bernama Henry Lehman, ke Alabama, tahun l844.

Lehman yang mula-mula membuka toko kecil di Alabama itu, bersama

saudara Emanuel dan Meyer, selanjutnya membuka kantor di New York,

tahun l858. Usaha kelompok keturunan Yahudi Jerman ini berkembang, dan

menuai akhir perjalanannya saat lembaga itu di bawah seorang CEO,

Richard Fuld, ylang bergabung sejak tahun 1969. Kebangkrutan Lehman

Brothers ini, peristiwa krisis yang terakhir. Krisis ini terus

belanjut dan dampaknya sangat luas.Kini, harga saham Lehman di pasar

modal tinggal 21 sen dollar. Padahal, sebelumnya harga saham Lehman di

pasar modal 67, 73 dolar.



Ancaman kebangkrutan masih terus berlanjut termasuk terhadap

perusahaan jasa keuangan Merrill Lynch. Sementara Federal Reserve

(Fed) Bank Sentral Amerika, menalangi AIG (Amerika International

Group) perusahaan asuransi terbesar di dunia, sebesar 87 milyar dolar.

Ini menjaga agar perusahaan jasa asuransi itu tidak ikut bangkrut.



Kebangkrutan Amerika ini akibat sistem dan ideologi yang 'fasad' rusak

dan bathil. Semua yang rusak dan bathil itu, pasti akan menghancurkan

dirinya. "Mereka mendapatkan tulah (akibat) dari kerakusan sendiri,

yang sangat berlebihan dalam mencari untung, tanpa mempertimbangkan

resiko", ujar Prof.Michael Sabino, profesor bisnis dari St. Jonh's

University.



Kebangkrutan politik dan ekonomi yang terjadi di Amerika saat ini,

menunjukkan kegagalan sistem materialisme yang nyata. Perlu perubahan

yang mendasar dalam sistem kehidupan umat manusia dewasa ini. Tidak

lagi terus berkiblat kepada sistem kepitalisme yang sangat

materliastik. Semua ini bersumber dari faham dan pandangan Yahudi.

Wallahu 'alam.


      

    
         
        
        

   
  
 


Achmad 
Sutriadi 
 
Strategy 
and Planning Procurement
OMS 
Division
PT 
Samsung Electronics Indonesia       
 
 








 
   
      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      

Kirim email ke