Jadi inget avatar episode Bumi, waktu ngasih nama untuk bayi perempuan
yang baru lahir setelah melewati jalan naga untuk sampai ke kerajaan
Bumi. Anak itu diberi nama: Hope.

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Lusiana M. Hevita
Sent: Monday, September 22, 2008 2:01 PM
To: [email protected]; sma satu; Jip 92
Subject: [smansabks] Noon Coffee Break: Hope

Apakah anda
termasuk orang yang punya kemauan keras? Apakah anda tahu persis tujuan
hidup
anda? Apakah anda merasa dapat mengendalikan nasib sendiri? Apakah anda
cukup
persisten (bersedia mengorbankan waktu anda) untuk menyelesaikan tugas
yang
telah anda tetapkan sendiri? Sulitkah bagi orang lain untuk membelokkan
anda
dari tujuan anda? Apakah anda cenderung menetapkan sendiri tujuan anda?
Apakah
tujuan yang anda tetapkan sangat menantang? Apakah anda senang terikat
dengan
tujuan-tujuan yang anda tetapkan tersebut?
Jika mostly jawaban
anda adalah "ya" pada pertanyaan-pertanyaan di atas, anda telah
menunjukkan
"willpower", salah satu komponen dari "hope" ("harapan", but I tend to
use the
word "hope" hereafter). Willpower saja belum cukup untuk menunjukkan
anda punya
PsyCap Hope. Selain itu, anda juga harus memiliki pathways (cara) untuk
mencapai tujuan anda. Agar anda juga memiliki komponen pathways, maka
anda
harus memiliki jawaban afirmatif untuk pertanyaan-pertanyaan berikut:
Apakah
anda secara proaktif menentukan cara-cara untuk mencapai tujuan anda?
Apakah
anda selalu mencari cara alternatif untuk mencapai tujuan anda? Jika
menemui
hambatan dalam pencapaian tujuan, apakah anda sudah punya alternatif
lain untuk
mengatasi hambatan tersebut? Apakah anda punya kekuatan (strength) untuk
mengimbangi kelemahan-kelemahan anda?
Hope sering
digunakan dalam pembicaraan sehari-hari, dan seringkali pula ada
mispersepsi
tentang makna "hope". Banyak yang mengartikan hope sebagai wishful
thinking
(mungkin "harapan" juga dalam bahasa indonesia), tidak lebih dari sebuah
sikap
positif, atau bahkan sebuah ilusi. Padahal hope adalah something beyond
that,
karena komponen pathways itu.  Jika seseorang gets stuck on the pathway
dan tidak melihat alternatif lain, ia tidak hanya mengalami
frustrasi,tetapi
sudah mengalami tahap awal "learned helplessness".
Orang yang hopeful
(high-hopers) adalah pemikir independen yang memiliki internal locus of
control, membutuhkan tingkat otonomi yang cukup tinggi dan tidak suka
diatur.
Mereka memiliki motivasi besar untuk terus bertumbuh dan intrinsically
motivated by enriched jobs. Mereka cenderung kreatif dan resourceful,
dan
sangat mungkin menjadi "successful entrepreneurs."
Sementara itu,
orang yang tidak memiliki hope (low-hopers) seringkali konform dengan
peraturan
perusahaan dan patuh pada atasan. Atasan bisa saja melihat low-hopers
sebagai
bawahan yang kooperatif, "good soldiers" padahal mereka seringkali
menjadi
orang yang disengaged dan suka terlihat "sibuk" di kantor.
Bagaimana dengan
rata-rata orang Indonesia? Kalau boleh jujur, orang Indonesia bukanlah
'high-hopers'. Seringkali kita melontarkan harapan-harapan, padahal yang
kita
maksud lebih kepada 'harapan kosong' atau wishful thinking. Instead of
using
the word "I hope...", we are to use the word "I wish...". Cobalah
tanyakan seorang
teman anda apa harapannya dan bagaimana cara ia memenuhi harapan
tersebut.
Jawaban terhadap cara memenuhi harapannya  hampir pasti: "belum tahu,
dijalani sajalah..." Kebiasaan menyerahkan segala sesuatu kepada Yang
Maha Kuasa
membuat locus of control kita cenderung eksternal. Kita juga tidak
terbiasa
melakukan perencanaan, cenderung spontan dan menerima saja keadaan tak
menguntungkan tanpa ada usaha untuk merubah keadaan tersebut. Sounds
familiar?
Have a nice day!
by: Debora Eflina
Sumber bacaan:
Luthan, F; Youssef, C.M.; & Avolio, B.J. (2007). Psychological Capital:
Developing the Human Competitive Edge. NY: Oxford University Press.


ps. NCB kali ini diisi oleh penulis tamu, kakak senior yang kemudian
mendalami psikologi.
Thanks mbak Debby! (debbypepin.multiply.com)


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Yahoo! Groups Links





CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke