MasyaAllah...
mau jadi apa yah bangsa Indonesia ini?

thanks
linda
----- Original Message ----- 
From: DWI ITSUWA 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, September 24, 2008 1:41 PM
Subject: [femina & friends] [jasakom-perjuangan] [oot] Beli Ijazah Tidak Susah



Tangan Bacalah atau klik link nya , masuk Jawapos kemarin

Gile bener sampe jasanya dibikin di website -_-'

kalo sertifikasi CCIE, SCJP, dsb bisa dibikin juga gak yah?

PARAH !!!!!

Subject: Beli Ijazah Tidak Susah : Rektor Tinggal Tanda Tangan Bacalah 
atau klik link nya , masuk Jawapos kemarin
To:

Ruaaarrr... biiiiaaasssaaaa. .

http://www.jasadupl ikat.page. tl/HOME.htm

__._,_.

BERIKUT INI ADALAH HARGA-HARGA DARI BEBERAPA SURAT-SURAT YANG 
KAMI KERJAKAN :

IJAZAH SD RP.2.500.000, -

IJAZAH SLTP RP.2.550.000, -

IJAZAH SMU RP.2.700.000, -

IJAZAH S1

1. ITB
Rp.6.500.000, -
1. UNTAG
Rp .5.500.000,-
1. Universitas Jayabaya
Rp.5.500.000, -
1. Budi luhur
Rp.4.500.000, -
1. Perbanas
Rp.6.500.000, -
1. YAI
Rp. 5.500.000,-
1. Trisakti
Rp. 4.500.000,-
1. Guna darma
Rp.4.500.000, -
1. Borobudur
Rp.5.500.000, -
1. LPMI
Rp .5.500.000,-
1. Untar
Rp. 4.500.000,-
1. Unkris
Rp. 5.500.000,-
1. AKPINDO
Rp .5.500.000,-
1. Pancasila
Rp. 5.500.000,-
1. Atmajaya
Rp. 5.500.000,-
1. BINUS
Rp. 5.500.000,-
1. LondonSchool
Rp5.500.000, -
1. ITS
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Jayabaya
Rp.5.500.000, -
1. IKIP semarang
Rp.5.500.000, -
1. BSI
Rp. 5.500.000,-
1. IPB
Rp. 5.500.000,-
1. Politeknik Negeri Semarang
Rp. 5.500.000,-
1. President Business Institute
Rp.5.500.000, -
1. STIE Keuangan PERBANAS
Rp. 5.500.000,-
1. STIKOM BUDILUHUR
Rp .4.500.000,-
1. UKRIDA
Rp .5.500.000,-
1. UNISMA
Rp. 5.500.000,-
1. Universitas Andalas
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Darma Persana
Rp.5.500.000, -
1. UGM
Rp. 6.500.000,-
1. Universitas Jakarta
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Mercu Buana
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Mpu Tantular
Rp.5.500.000, -
1. Unika Petra
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Pakuan
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Pancasila
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Nasional
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Bhayangkara
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Syah Kuala
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Kerta Negara
Rp.5.500.000, -
1. Universitas Terbuka
Rp.5.500.000, -
1. UTP PALEMBANG
Rp.5.500.000, -
1. STIE SETIABUDI
Rp. 5.500.000,-
1. ISTN Jakarta
Rp. 5.500.000,-
1. Institut Teknologi Budi Utomo Jakarta
Rp.5.500.000, -
1. Akper Mitra Keluarga
Rp.5.500.000, -
1. STIE JAYAKARTA
Rp. 5.500.000,-
1. UI
Rp. 6.500.000,-
1. USU
Rp. 5.500.000,-
1. dll request Rp. (email, Ym,sms)

IJAZAH S2

1. ITB
Rp.11.000.000, -
1. UNTAG
Rp .10.000.000, -
1. Universitas Jayabaya
Rp.10.000.000, -
1. Budi luhur
Rp.10.000.000, -
1. Perbanas
Rp.10.000.000, -
1. YAI
Rp. 10.000.000,-
1. Trisakti
Rp. 7.000.000,-
1. Guna darma
Rp.10.000.000, -
1. Borobudur
Rp.10.000.000, -
1. LPMI
Rp .10.000.000, -
1. Untar
Rp.10.000.000, -
1. Unkris
Rp.10.000.000, -
1. AKPINDO
Rp .10.000.000, -
1. Pancasila
Rp.10.000.000, -
1. Atmajaya
Rp.10.500.000, -
1. BINUS
Rp.10.500.000, -
1. LondonSchool
Rp.10.000.000, -
1. ITS
Rp.10.000.000, -
1. Universitas Jayabaya
Rp.10.000.000, -
1. IKIP semarang
Rp.10.000.000, -
1. BSI
Rp.10.000.000, -
1. IPB
Rp.10.000.000, -
1. Politeknik Negeri Semarang
Rp. 10.000.000,-
1. President Business Institute
Rp.10.000.000, -
1. STIE Keuangan PERBANAS
Rp.10.000.000, -
1. STIKOM BUDILUHUR
Rp .10.000.000, -
1. UKRIDA
Rp .10.000.000, -
1. UNISMA
Rp. 10.000.000,-
1. Universitas Andalas
Rp.10.00.000, -
1. Universitas Darma Persana
Rp.10.000.000, -
1. UGM
Rp. 11.000.000,-
1. Universitas Jakarta
Rp.10.000.000, -
1. Universitas Mercu Buana
Rp.10.000.000, -
1. Universitas Mpu Tantular
Rp.10.000.000, -
1. Unika Petra
Rp.10.000.000, -
1. Universitas Pakuan
Rp.10.000.000, -
1. Universitas Pancasila
Rp.10.000.000, -
1. Universitas Nasional
Rp.10.000.000, -
1. Universitas Bhayangkara
Rp.10.000.000, -
1. Universitas Syah Kuala
Rp.10.000.000, -
1. Universitas Kerta Negara
Rp.10.000.000, -
1. Universitas Terbuka
Rp.10.000.000, -
1. UTP PALEMBANG [Magister Manajemen]
Rp.10.000.000, -
1. STIE SETIABUDI
Rp. 10.000.000,-
1. ISTN Jakarta
Rp.10.000.000, -
1. Institut Teknologi Budi Utomo Jakarta
Rp.10.000.000, -
1. Akper Mitra Keluarga
Rp.10.000.000, -
1. STIE JAYAKARTA
Rp. 10.000.000,-
1. UI
Rp. 11.000.000,-
1. ITB
Rp. 11.000.000,-
dll request Rp. (email, Ym,sms)

KTP ASLI(JAKARTA TIMUR dan JAKARTA BARAT )
Rp.800.000,-

KTP ASPAL(BISA SELURUH INDONESIA)
Rp.350.000,-

KARTU KELUARGA ASLI
Rp.600.000,-

KARTU KELUARGA ASPAL
Rp.400.000,-

SURATNIKAH ASPAL
Rp. 1.700.000,-

AKTE LAHIR ASPAL
Rp1.500.000, -

STNK ASPAL SEPEDA MOTOR
Rp.2.500.000, -

STNK ASPAL MOTOR GEDE
Rp.2.800.000, -

STNK ASPAL MOBIL
Rp.2.800.000, -

REKENING KORAN ASPAL
Rp.600.000,-

SERTIFIKAT RUMAH ASPAL
Rp.6.000.000, -

SERTIFIKAT TANAH ASPAL
RP. 6.000.000,-

PBB ASPAL
Rp.1.000.000

SERTIFIKAT TOEFL
Rp.3.700.000, -

SURAT CERAI ASPAL
Rp. ------------ --

BUKU TABUNGAN (TRANSAKSI) ASPAL
Rp. 1.700.000,-

D1,D2,D3
Rp.--------( Sama Dengan Harga IJazah S1 dari Universitas Yang 
sama)

SIUP ASPAL
Rp.1.650.000, -

NPWP ASPAL
Rp. 1.200.000,-

TDP ASPAL
Rp.--------- ---

TOELF (LIA )
Rp.4.500.000, -

BPKB( ASLI)
Rp.9.000.000, -

SURAT NIKAH ASPAL MUSLIM
Rp. 2.000.000,-

SURAT NIKAH ASPAL NON MUSLIM
di atas Tahun 2006 Rp.2.200.000, -
di bawah Tahun 2005 Rp.2.000.000, -

<!--[if !supportLists] --

NB: HARGA SEWAKTU-WAKTU BISA BERUBAH

Silakan kunjungi web dibawah ini kalau mau pesan ..
http://www.jasadupl ikat.page. tl/HOME.htm

Sebelum mencalonkan diri jadi Caleg atau Cari kerjaan, tidak ada
salahnya pesan Ijasah dulu .. yg mau kredit atau pinjam uang di 
bank
juga bisa bikin sertifkat rumah dulu.
Di Indonesia apa yg ngga bisa ..?

Salam,
Herry

2008/9/19 Julius Singara <julius.singara@ gmail.com

Belum ketemu bagian 1.

www.jawapos. com
[ Jum'at, 19 September 2008 ]
Rektor Tinggal Tanda Tangan
Beli Ijazah Tidak Susah - Episode II (Habis)

Jaringan makelar ijazah cukup rapi. Ada marketing, ada 
administrasi. Tapi, dari total pembayaran ijazah instan, mereka hanya dapat 
bagian kecil. Separo untuk rektor, separo lagi dibagi-bagi untuk banyak 
orang.

---

Selama beberapa minggu mengikuti proses pembelian gelar sarjana 
instan, Jawa Posmempelajari bagaimana jaringan Topan (bukan nama sebenarnya) 
bekerja. Ternyata, cara kerja mereka cukup rapi. Setelah ditelusuri, pada 
prinsipnya mereka terbagi atas dua bagian:marketing dan administrasi.

Bagian marketing dipegang sendiri oleh Topan. Di Surabaya, ayah 
dua anak itu seperti koordinator lapangan. Dia memiliki beberapa anak buah.

Untuk menjaring konsumen, Topan dan tim menerapkan banyak 
strategi. Yang paling efektif adalah dengan bekerja aktif di lapangan. Topan 
menyebarkan timnya ke beberapa tempat yang dinilai memiliki banyak potensi 
pembeli ijazah instan. Dalam hal ini, instansi pemerintahan adalah sasaran 
empuk (baca edisi kemarin).

Lewat diri sendiri atau anak buah, Topan menawarkan beberapa 
pelayanan ijazah instan. Biasanya tidak langsung ke Topan. Biasanya lewat 
anak buah dulu untuk penyaringan. Begitu terlihat meyakinkan, baru deal 
langsung dengan Topan. Kebetulan, ijazah yang dibeli Jawa Posdiproses 
langsung lewat Topan. Tidak perlu lewat anak buahnya.

Cara lain jaringan tersebut mendapatkan pembeli adalah lewat 
iklan di media massa. Salah satunya lewat iklan baris yang dipasang di 
sebuah harian kriminalitas di Surabaya. Pada edisi 8 Mei lalu, ada iklan 
Topan yang sepintas seperti iklan lain yang menawarkan jasa privat atau 
kursus.

Namun, jika isi iklan tersebut diteliti, tertulis bahwa dia 
siap membantu pengurusan ijazah untuk jenjang pendidikan S-1, S-2, S-3, atau 
akta mengajar dalam waktu singkat dengan beragam fakultas. Misalnya, hukum, 
ekonomi, psikologi, dan teknik. Di bagian bawahnya tertera nama asli Topan 
berikut nomor handphone-nya.

Hanya, di sana tidak disebutkan nama kampus dan besaran biaya 
yang dibutuhkan. Selain untuk mengirit biaya iklan, hal itu dilakukan untuk 
mengaburkan bahwa isi iklan tersebut bukan jual beli ijazah. ''Kalau ada 
yang tertarik, langsung telepon. Tapi, jumlahnya tidak seberapa,'' kata 
Topan.

Sama dengan berhubungan langsung, Topan dan timnya menyaring 
dulu peminat lewat iklan ini. Dengan begitu, risiko bisa dikurangi. Kalau 
ada anak buah yang ditangkap aparat, yang kena hanya kaki tangan. Sedangkan 
pelaku utamanya masih aman, dan kemudian bisa membantu agar hukuman sang 
anak buah tidak terlalu berat.

Jawa Pos sendiri sempat dicurigai sebagai polisi yang menyamar. 
Saat baru ketemu, Topan meminta agar Jawa Pos menunjukkan KTP. Karena 
khawatir, Jawa Pos menolak menunjukkannya. Tiba-tiba, Topan menjadi marah. 
''Ojo-ojo awakmu polisi,'' ujarnya. Namun, setelah diyakinkan bukan polisi, 
dia pun mau tenang kembali.

***

Mendapatkan konsumen hanyalah satu bagian dari usaha ijazah 
instan. Yang paling penting, dan yang paling bikin penasaran, adalah 
administrasinya. Untuk jaringan Topan, bagian ini dipegang seorang perempuan 
bernama Sari (juga bukan nama sebenarnya).

Ibu satu anak yang tinggal di kawasan Rungkut itulah yang 
bekerja di dalam kampus, dan membangun jaringan antarkampus. Bukan hanya di 
Surabaya, juga di kota-kota lain hingga di Kalimantan. Dia menerima order 
dan semua persyaratan ijazah dari Topan, lantas memprosesnya hingga menjadi 
ijazah dan transkrip.

Dengan jaringan yang dibangun Sari, Topan bisa memenuhi 
permintaan pembeli ijazah instan dari luar pulau. Atau sebaliknya, 
menyediakan ijazah dari universitas di luar pulau untuk orang yang tinggal 
di Surabaya.

Jaringan Sari tersebut sebenarnya terbentuk dengan sedikit 
kebetulan. Dia memang pegawai tata usaha di sebuah universitas teknologi di 
Surabaya. Dari sanalah dia bisa menggandeng teman-teman di bidang yang sama 
untuk membantu mengurus pembuatan ijazah. Lama-kelamaan, hubungan pertemanan 
itu berlanjut menjadi jaringan jual beli ijazah antarkampus.

***

Dalam mengurus ijazah instan, Sari menerima beberapa berkas 
persyaratan dari Topan. Syarat tersebut, antara lain, fotokopi ijazah 
sekolah sebelumnya, pasfoto ukuran 3 x 4 (delapan lembar hitam putih dan 
lima lembar warna). Selain itu, ada nama lengkap dan keterangan tempat 
tanggal lahir.

Data tersebut kemudian dijadikan dasar dalam mengurus 
administrasi di kampus, agar nama klien tercatat sebagai mahasiswa di kampus 
tersebut. Namun, klien itu tidak dicatat sebagai mahasiswa baru. Sari 
memasukkan nama klien sebagai mahasiswa angkatan empat tahun sebelumnya.

Ijazah instan yang dibeli Jawa Pos, misalnya. Meski dipesan 
pada 2008 ini, Jawa Pos tertulis sudah menjadi mahasiswa sejak 2004. Itu 
untuk mengelabui data. Agar masa pendidikan terhitung sama dengan mahasiswa 
reguler jalur resmi.

Untuk memasukkan nama klien menjadi mahasiswa, bukan 
asal-asalan. Sari membuat daftar absen kuliah fiktif. Di absen itu 
seolah-olah klien benar-benar kuliah selama empat tahun. Padahal, ke kampus 
saja belum tentu pernah. Dengan absen fiktif tersebut, klien terlihat 
seperti mahasiswa aktif. Terbukti ada nama lengkap beserta nomor induk 
mahasiswanya.

Absen fiktif itu juga dilakukan untuk menutupi aksi jaringan 
tersebut saat ada tim pengawas kampus yang mengecek administrasi 
kemahasiswaan.

Sari menyatakan, kadang nama-nama lain yang ada dalam absen itu 
adalah rekayasa. Dia mengaku punya banyak stok nama dan tanda tangan supaya 
punya daftar absen ''lengkap''.

Terkadang, nama-nama yang tertera di daftar hadir tersebut 
adalah nama pembeli ijazah instan lain. Karena itulah, kadang pembuatan 
ijazah instan menjadi molor, karena harus menunggu calon klien lain yang 
masih dalam proses negosiasi.

''Bagi kami, mending telat dua atau tiga minggu ketimbang harus 
bikin angkatan mahasiswa baru lagi,'' ucap Topan.

Menurut dia, semakin banyak klien yang mendaftar dalam waktu 
bersamaan, semakin mudah pula proses menata absennya.

***

Begitu identitas pembeli ijazah instan tercatat di kampus, data 
tersebut diajukan ke fakultas untuk diproses ke jenjang selanjutnya. Yaitu 
di meja dekan. Karena itu, praktik ijazah instan tersebut tidak lepas dari 
peran dekan yang mengepalai fakultas. Namun, dekan hanya berperan pasif. Dia 
hanya menerima data dan menandatanganinya. Setelah itu, dia mengembalikan 
data mahasiswa ''palsu'' tersebut kepada Sari.

Dari sana, Sari meneruskan data ke meja rektor. Orang nomor 
satu di kampus itu pun terlibat dalam pembuatan ijazah instan. Sama seperti 
dekan, rektor hanya berperan pasif. Data datang, rektor tinggal 
menandatangani berkas ijazah dan transkrip. Proses selanjutnya diselesaikan 
oleh Sari.

Data yang sudah ditandatangani rektor itu lantas diteruskan ke 
Kopertis untuk didaftarkan. Karena itulah, ijazah yang dikeluarkan jaringan 
Topan dan Sari tersebut asli. Tidak berbeda dari ijazah mahasiswa yang 
menempuh jalur reguler. ''Kalau ragu, cek saja nomor ijazah ini ke Kopertis, 
pasti terdaftar,'' tegas Topan mantap.

Usut punya usut, Sari juga punya orang dalam di Kopertis yang 
bertugas meng-entry data mahasiswa baru siluman itu. Tidak aneh, nama 
mahasiswa gadungan tersebut terdata, meski tidak pernah ikut kuliah. Mereka 
bisa memasukkan data ke Kopertis sewaktu-waktu bila dibutuhkan.

Begitu semua urusan administrasi selesai, Sari menyerahkan 
hasilnya ke Topan, untuk diberikan kepada pemesan. Beres. (Tim Jawa 
Pos/Habis)




--------------------------------------------------------------------------------
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br> Cepat sebelum diambil orang lain!

 

Kirim email ke