Ternyata Irvan Hermala ini alumni SMA 1 Bks juga... :D
--- In [email protected], Irvan_FEUI <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Hahahaha.........
>
> Kayaknya bukan begitu deh maksud utama Bang Komar. Intinya tuh,
kalo mau survive dan ga terlalu terpengaruh dengan krisis global yah
emang bagusnya bergerak di sektor riil. Terutama yang bisnis ritel
semacam tukang bakso, dkk. Soalnya, tukang bakso ga bakal kena biaya
bunga yang tinggi karena sedikit sekali tukang bakso yang ambil
kredit di bank.
>
> Mengenai krisis keuangan sekarang ini sih sebenarnya tidak perlu
dikhawatirkan, hal ini karena peran media saja yang terlalu menebar
sentimen negatif sehingga iklimnya jadi tidak kondusif. Cuma, ada
beberapa hal yang harus diwaspadai:
>
> 1. Untuk sementara waktu jangan mengambil kredit terlebih dahulu
(termasuk penggunaan kartu kredit). Tahan dulu pengeluaran besar
yang harus dilakukan dengan kredit untuk sementara waktu. Justru
sekarang ini lebih baik memasukkan dana di instrumen investasi yang
risk-free seperti deposito karena tingkat pengembaliannya sedang
tinggi.
>
> 2. Bagi yang bermain di Pasar Modal sebaiknya tidak usah panik
atau melakukan aksi ikut-ikutan. Kalo Anda memang investor sejati,
tidak semestinya Anda panik, wait and see aja dulu. Kecuali jika
Anda bermain di Pasar Modal sebagai seorang spekulan. Yah itu sih
tergantung hati nurani Anda saja, tapi SBY kan bilang: "Spekulan
adalah Pengkhianat Rakyat".
>
> 3. Tidak usah ikut-ikutan beli dollar lah, selain Anda merugikan
negara Anda sendiri, toh kenaikan harga dollar itu sebenarnya
kenaikan yang semu. Logikanya, Amerika tuh sedang resesi, secara
fundamental ekonomi kondisinya sedang carut marut. Jadi, kenaikan
dollar itu murni karena permainan di Pasar Valas. Karena BEI tutup,
para spekulan mengalihkan dananya ke Valas yang akibatnya menaikkan
nilai dollar karena permintaan terhadap dollar besar. Nanti, kalau
pasar keuangan sudah kembali beroperasi dengan normal lagi (BEI ga
ditutup), normalnya nilai dollar bakalan melemah.
>
> 4. Sebaiknya hindari konsumsi, atau lebih tepatnya kurangi dan
mengalihkannya ke saving (tabungan). Kondisi semacam ini biasanya
menimbulkan kepanikan sehingga banyak orang yang menarik dananya
dari tabungan untuk motif berjaga-jaga. Itu hal yang wajar karena
kondisi pasar menjadi unpredictable. Hanya saja, jika kita mau
sedikit "berpuasa" (toh masih belom lama kita meninggalkan bulan
puasa, jadi mestinya masih kuat lah...) itu akan lebih
menguntungkan. Pertama kita bisa menghemat uang, dan berharap
kondisi lebih baik di masa mendatang. Kedua, secara perekonomian
makro kalo semua orang mau nahan uangnya di tabungan, itu bisa
menekan angka inflasi.
>
> Mungkin itu dulu....Tapi bagi para analis ekonomi dan keuangan
yang lain jika ingin menambahkan, yah silakan, monggo....
>
> 5. ....
> 6. .....
> 7. ....
>
> -Irvan Hermala, SE-
> Department Management, Faculty of Economics, University of
Indonesia
>
> --- On Mon, 10/13/08, kurniawan iswanto <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> From: kurniawan iswanto <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [sma1bks] SUbprime morgagge, (2)
> To: [email protected]
> Date: Monday, October 13, 2008, 10:59 AM
>
>
>
>
>
>
>
> jangan ngejelek2in karyawan atau pegawai, setiap orang punya
posisi masing2. kalo mau jadi tukang bakso ya monggo.
>
> ga kebayang kalo tiba2 semua karyawan telkom berhenti dari telkom
buat buka usaha masing2, bisa2 ga bisa nelpon deh. pas nelpon call
centernya, suara rekaman menyambut dengan ucapan "maaf, saat ini
tidak ada cutomer service yang bisa melayani anda".
>
> atau tiba2 pegawai bank berhenti semua, repot kan kalo mau ngurus
kredit atau KPR.
>
> menjadi besar bukan berarti merendahkan yang kecil
>
>
> 2008/10/13 komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com>
>
>
>
>
>
>
>
> friends,
> Met kerja dan kembali aktif lagi....(dah seminggu...kali)
>
> kembali soal Subprime morgage,
> Kalao baca dan mendengar banyak analisa, kayaknya kita boleh lebih
optimis. Bahwa krisis saat ini jauuuuh lebih baik dari yang lalu.
> Lihat saja kompas hal pertama. Misalnya NPL (kredit bermasalah) th
98 itu 60 persen, sekarang 2persen.
> KRisis ini baru terbatas di pasar saham. Dan, orang indonesia
hanya 1 juta. Bandingin dengan 230juta yang lain.
>
> Dan, hikmah yang laen. Bisnis retail emang lebih menjanjikan ya?
> Di Indopos beberapa waktu yang lalu di halaman muka diulas. DI
atas krisis amrik, dihal bawahnya profil tukang bakso dengan omset
22 milyar...TOP!
>
> gue mikir, aih...mendingan jadi tukang bakso ieeeuy.....
> jadi karyawan, status doang neh yang keren...duitnya mah
letoooy....
> mendingan jadi tukang bakso.....
>
> di wisma asri kabarnya ada yang punya 6 warteg...... ia hidup
mapan...
> top pisan
>
> Ya seriusnya gini, kayaknya kita mesti ngelirik bisnis kecil2an
yang gak keitung deh. Persoalannya emang di ritel itu gak se-megah
kerja dikantoran.. ...
>
> he..he..he.. ...kalau gue masih mikir. Mungkin ada yang mau share
gitu.....
> pengalaman jadi tukang bakso.....?
> atau, temanya gini Asyiknya Jadi Tukang Mie....
>
> ............ ......... .......
>
>
>
> --
> Kurniawan
> http://www.ptc- vaganza.info
>
------------------------------------
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/