Saya juga baru tau kalo Mba Vita tuh alumni SMANSASI. Saya kirain alumni SMA 1 
Tambun, soalnya dulu Pak Rustam pernah bilang katanya Mba Vita tinggal di 
Tambun. hehehe. Walaupun ga mesti juga sih, orang Tambun gak sekolah di 
SMANSASI.

--- On Mon, 10/13/08, Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [sma1bks] Re: SUbprime morgagge, (2)
To: [email protected]
Date: Monday, October 13, 2008, 12:30 PM






Ternyata Irvan Hermala ini alumni SMA 1 Bks juga... :D 

--- In [EMAIL PROTECTED] .com, Irvan_FEUI <leaderofmysoul@ ...> 
wrote:
>
> Hahahaha.... .....
>  
> Kayaknya bukan begitu deh maksud utama Bang Komar. Intinya tuh, 
kalo mau survive dan ga terlalu terpengaruh dengan krisis global yah 
emang bagusnya bergerak di sektor riil. Terutama yang bisnis ritel 
semacam tukang bakso, dkk. Soalnya, tukang bakso ga bakal kena biaya 
bunga yang tinggi karena sedikit sekali tukang bakso yang ambil 
kredit di bank.
>  
> Mengenai krisis keuangan sekarang ini sih sebenarnya tidak perlu 
dikhawatirkan, hal ini karena peran media saja yang terlalu menebar 
sentimen negatif sehingga iklimnya jadi tidak kondusif. Cuma, ada 
beberapa hal yang harus diwaspadai:
>  
> 1. Untuk sementara waktu jangan mengambil kredit terlebih dahulu 
(termasuk penggunaan kartu kredit). Tahan dulu pengeluaran besar 
yang harus dilakukan dengan kredit untuk sementara waktu. Justru 
sekarang ini lebih baik memasukkan dana di instrumen investasi yang 
risk-free seperti deposito karena tingkat pengembaliannya sedang 
tinggi.
>  
> 2. Bagi yang bermain di Pasar Modal sebaiknya tidak usah panik 
atau melakukan aksi ikut-ikutan. Kalo Anda memang investor sejati, 
tidak semestinya Anda panik, wait and see aja dulu. Kecuali jika 
Anda bermain di Pasar Modal sebagai seorang spekulan. Yah itu sih 
tergantung hati nurani Anda saja, tapi SBY kan bilang: "Spekulan 
adalah Pengkhianat Rakyat".
>  
> 3. Tidak usah ikut-ikutan beli dollar lah, selain Anda merugikan 
negara Anda sendiri, toh kenaikan harga dollar itu sebenarnya 
kenaikan yang semu. Logikanya, Amerika tuh sedang resesi, secara 
fundamental ekonomi kondisinya sedang carut marut. Jadi, kenaikan 
dollar itu murni karena permainan di Pasar Valas. Karena BEI tutup, 
para spekulan mengalihkan dananya ke Valas yang akibatnya menaikkan 
nilai dollar karena permintaan terhadap dollar besar. Nanti, kalau 
pasar keuangan sudah kembali  beroperasi dengan normal lagi (BEI ga 
ditutup), normalnya nilai dollar bakalan melemah.
>  
> 4. Sebaiknya hindari konsumsi, atau lebih tepatnya kurangi dan 
mengalihkannya ke saving (tabungan). Kondisi semacam ini biasanya 
menimbulkan kepanikan sehingga banyak orang yang menarik dananya 
dari tabungan untuk motif berjaga-jaga. Itu hal yang wajar karena 
kondisi pasar menjadi unpredictable. Hanya saja, jika kita mau 
sedikit "berpuasa" (toh masih belom lama kita meninggalkan bulan 
puasa, jadi mestinya masih kuat lah...) itu akan lebih 
menguntungkan. Pertama kita bisa menghemat uang, dan berharap 
kondisi lebih baik di masa mendatang. Kedua, secara perekonomian 
makro kalo semua orang mau nahan uangnya di tabungan, itu bisa 
menekan angka inflasi.
>  
> Mungkin itu dulu....Tapi bagi para analis ekonomi dan keuangan 
yang lain jika ingin menambahkan, yah silakan, monggo....
>  
> 5. ....
> 6. .....
> 7. ....
>  
> -Irvan Hermala, SE-
> Department Management, Faculty of Economics, University of 
Indonesia
>  
> --- On Mon, 10/13/08, kurniawan iswanto <kurniawan.iswanto@ ...> 
wrote:
> 
> From: kurniawan iswanto <kurniawan.iswanto@ ...>
> Subject: Re: [sma1bks] SUbprime morgagge, (2)
> To: [EMAIL PROTECTED] .com
> Date: Monday, October 13, 2008, 10:59 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> jangan ngejelek2in karyawan atau pegawai, setiap orang punya 
posisi masing2. kalo mau jadi tukang bakso ya monggo.
> 
> ga kebayang kalo tiba2 semua karyawan telkom berhenti dari telkom 
buat buka usaha masing2, bisa2 ga bisa nelpon deh. pas nelpon call 
centernya, suara rekaman menyambut dengan ucapan "maaf, saat ini 
tidak ada cutomer service yang bisa melayani anda".
> 
> atau tiba2 pegawai bank berhenti semua, repot kan kalo mau ngurus 
kredit atau KPR.
> 
> menjadi besar bukan berarti merendahkan yang kecil
> 
> 
> 2008/10/13 komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com>
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> friends,
> Met kerja dan kembali aktif lagi....(dah seminggu...kali)
>  
> kembali soal Subprime morgage,
> Kalao baca dan mendengar banyak analisa, kayaknya kita boleh lebih 
optimis. Bahwa krisis saat ini jauuuuh lebih baik dari yang lalu.
> Lihat saja kompas hal pertama. Misalnya NPL (kredit bermasalah) th 
98 itu 60 persen, sekarang 2persen.
> KRisis ini baru terbatas di pasar saham. Dan, orang indonesia 
hanya 1 juta. Bandingin dengan 230juta yang lain.
>  
> Dan, hikmah yang laen. Bisnis retail emang lebih menjanjikan ya?
> Di Indopos beberapa waktu yang lalu di halaman muka diulas. DI 
atas krisis amrik, dihal bawahnya profil tukang bakso dengan omset 
22 milyar...TOP!
>  
> gue mikir, aih...mendingan jadi tukang bakso ieeeuy.....
> jadi karyawan, status doang neh yang keren...duitnya mah 
letoooy....
> mendingan jadi tukang bakso.....
>  
> di wisma asri kabarnya ada yang punya 6 warteg...... ia hidup 
mapan...
> top pisan
>  
> Ya seriusnya gini, kayaknya kita mesti ngelirik bisnis kecil2an 
yang gak keitung deh. Persoalannya emang di ritel itu gak se-megah 
kerja dikantoran.. ...
>  
> he..he..he.. ...kalau gue masih mikir. Mungkin ada yang mau share 
gitu.....
> pengalaman jadi tukang bakso.....?
> atau, temanya gini Asyiknya Jadi Tukang Mie....
>  
> ............ ......... .......
>  
> 
> 
> -- 
> Kurniawan
> http://www.ptc- vaganza.info
>

 














      

Kirim email ke