*cari ide dulu buat ngomen*

On 10/16/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Perjuangan belum selesai...
>
> with best regards
> Vanda
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
> komarudin ibnu mikam
> Sent: Thursday, 16 October, 2008 10:23 AM
> To: [email protected]
> Subject: [sma1bks] Arsitektur Pembangunan BEkasi Utara (2) : Karakter
> Building
>
> ARSITEKTUR PEMBANGUNAN KABUPATEN BEKASI UTARA (2):
> CHARACTER  BUILDING
>
> Character building. Pembangunan karakter. Yakni konstruksi psikologis
> satu masyarakat yang dimiliki sebagai bagian melekat yang memengaruhi
> segala aspek  kehidupan. Karakter ini yang menentukan sikap, visi dan
> kinerja masyarakat. Karakter ini bisa jadi tercipta dengan sendirinya.
> Tapi, bisa juga karakter ini dibangun secara sengaja, terarah dan
> terintegrasi dengan hal yang lain.
> Pembangunan karakter akan menjadi pelengkap dari pembangunan fisik dan
> ruang. Fisik dan ruang selama ini cukup diperhatikan. Sayangnya, untuk
> pembangunan karakter belum tersentuh sama sekali. Di Pemda sudah ada
> Dinas Tata Ruang. Sudah ada RUTR (Rencana Umum Tata Ruang). Untuk
> karakter belum ada RUTK (Rancangan Umum Tata Karakter).
> Sejatinya, konstruksi karakter menjiwai setiap ciri pembangunan fisik
> satu wiayah. Sehingga ketika seseorang masuk ke Bekasi, orang langsung
> 'menyelam nyaman di ruang Bekasi'. Ini kan tidak. Masuk ke Bekasi
> tidak ada bedanya dengan masuk Jakarta. Sulit membedakan. Mana Jakarta
> mana Bekasi. Wajar kemudian kalau kita pergi ke Luar Negeri. Kalau
> ditanya, Anda darimana? Kita langsung menjawab spontan dari Jakarta.
> Jakartanya mana? Kita langsung jawab Jakarta sebelah Timur.  Sonoan
> dikiiit.padahal mah tinggalnya di Babelan..(he..he..he..ini mah
> pengalaman penulis)
> Salah satu contoh wilayah yang pas mengedepankan pembangunan karakter
> adalah Bali. Dengan semangat Hinduismenya, Bali bisa tampil dengan
> komersialisasi budaya yang semakin memperkuat kehadiran karakter
> Bekasi. Bahkan, mereka bersatu mati-matian untuk menolak UU
> Pornografi. Saya yakin kalau mereka ke luar negeri dan ditanya
> draimana asalnya, dengan gagah perkasa pasti dia jawab, "Saya dari
> Bali.."
> Contoh lain barangkali Yogyakarta. Walau, beberapa masa terakhir ini
> banyak yang mengritik pembangunan yang ada menghapus memori  orang
> Yogya, namun tetap saja dibandingkan pembangunan di Bekasi.
> Sebagai pemerhati dan berusaha mendalami karakter orang BEkasi, saya
> tarik  dengan dua hal yang memengaruhi hitam putihnya Bekasi. Tiga hal
> tersebut adalah Kaum Pesantren (santri) dan Jagoan (jawara). Karakter
> santri dan jawara ini melekat kuat dalam diri orang Bekasi.
> SANTRI
> Sifat varian dari santri intelektual dan santun.  Intelektual bermakna
> pula orang Bekasi itu memiliki tradisi  ilmu yang kuat. Hobi dengan
> ilmu. Senang menimba ilmu. Senang berwacana dan berdiskusi. Tak alergi
> dengan kritik, masukan dan perbedaan. Ruang-ruang public diisi dengan
> forum-forum terbuka untuk berbicara bebas. Apa saja.
> Tak mustahil kemudian ada figure semacam KH Noer Alie. Seorang pecinta
> ilmu dan pendiri Pesantren Attaqwa, Ujung Harapan. Ada lagi KH
> Muhajirin yang intelektualitasnya menyangkut ilmu falaq mendapat
> apresiasi yang tinggi di dunia ilmu perfalakan. Selain itu ada juga KH
> Muchtar Tabrani di Kaliabang Nangka dan KH   di CIkarang.
> Maka warna santri Bekasi pun unik. Punya kemandirian sikap. Attaqwa
> misalnya. Tidak bisa dikatakan mereka itu NU atau Muhammadiyah atau
> apa pun. Attaqwa BEkasi ya. Attaqwa. Punya karakter sendiri  beda dari
> yang ada.
> Kaum santri ini yang mewarnai perjalan sejarah Bekasi. Dengan sebutan
> 'guru'. Mereka menjadi pemimpin informal yang mengendalikan
> masyarakat.  Apa pun kata Bupati, harus sesuai dengan apa kata Kiai.
> Orang BEkasi lebih taat ke Kiai dibanding ke aparat. Ketaatan ini
> merasuk ke dalam sumsum tulang nurani orang BEkasi sehingga
> menciptakan mitos tersendiri. Pernah ada kejadian, Kiai Noer Alie
> melarang warga nyetel TV pas malam Ramadhan saat tarawih. Antara jam
> 19.00 - 20.30 wib. Ternyata ada yang melanggar, eh, TV-nya langsung
> meleduk.
> Sifat santri ini tidak hanya melekat di kalangan guru, murid, orang
> yang mondok. Apa pun profesi mereka, sebagai kata benda, sifatnya
> adalah santri. Pedagang rambutan yang santri. Tukang sadoh yang
> santri. Guru yang santri. Makelar yang santri. Petani yang santri.
> Anggota dewan yang santri. Birokrat yang santri.
> "Biar kata cuman tukang rambutan, kalo lo hina agama gue, gue belek
> tenggorokan lo," gitu kata pedagang rambutan yang santri.
> "Saya guru yang santri, makanya saya mencoba professional menjadi
> pendidik," kata guru yang santri.
> "Gue PNS, gaji kecil cuman kalo urusan korupsi, NO WAY Bus way!" tekad
> birokrat santri. Atau ada Camat yang manggil lurahnya dan berkata, "Lo
> jangan kurang ajar jadi Lurah, udah dipilih rkayat tapi gak mikirin
> rakyat. Masa desa lo gelap kagak ada listrik. Padahal Lippo kan deket
> dari sini."
> JAWARA
> Jawara ini sifat gentleman dan jantan orang Bekasi. Berani membela
> kebenaran. Berani mengakui yang benar. Berani melawan kedzaliman dan
> kelaliman. Berani menyatakan TIDAK ketika mayoritas orang mengatakan
> YA untuk kelaliman.
> Sifat jawara ini terrepresentasi dalam kebiasaan orang Bekasi yang
> selalu membekali anak-anaknya dengan ilmu silat. Maen pukul,
> isilahnya. Pokoknya banci dah kalo gak belajar maen pukul. Ini hanya
> soal kebiasaan. Karena memang tidak jaminan untuk selalu menang kalau
> berkelahi. Paling tidak, punya kebisaan maen silat punya cara untuk
> kabur kalau-kalau memang kita gak mampu menang. Modal kari lah,
> istilahnya. Biar kata potongan kecil, tapi nyali kan yang penting.
> Hercules aza badannya kecil. Tapi bisa jadi preman di Jakarta.
> Tradisi kurban setiap lebaran haji merupakan alat didik agama untuk
> mempersiapkan instrument jawara dalam diri orang Islam sebagai
> mayoritas agama yang dianut orang Bekasi. Berani lihat darah. Biar gak
> jadi banci. Berani gorok leher kerbau atau kambing.
> Dua sifat ini bila dipadukan akan menjadi kombinasi sempurna. Seorang
> birokrat yang santri sekaligus jawara. Seorang guru yang santri
> sekaligus jawara. Kiai Noer Alie begit. Ia guru. Santri. Pas perang,
> ia terjun sebagai komandan Hizbullah. Memimpin pasukan menggorok leher
>  Belanda.
>   Ah, alangkah indahnya ada Birokrat yang Jawara dan Santri!
> [komar]
>
> tulisan ini ada di aliansiutara.multiply.com
>
> ------------------------------------
>
> --------------------------------------------------
> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
>
> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
> kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
>
> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
> [EMAIL PROTECTED] Groups Links
>
>
>
>


-- 
Kurniawan
http://www.ptc-vaganza.info

------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke