thanks tob...
laenwaktu gue komen..
malaminicuapeeeek....
On 10/20/08, Toby Fittivaldy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> trus terang gua baru sempet baca negh bagian 2 ...
> dan baru punya waktu buat ngomentarin....
> hmmm ada yang menggelitik untuk berkomentar terutama kalimat paling bawah
> dari tulisan ini
> yaitu tulisan: Ah, alangkah indahnya ada Birokrat yang Jawara dan Santri!
>
> Birokrat yang Jawara buat gw sih bahasa halusnya preman berseragam... ini
> udah pasti banyak... dimana-mana pasti ada...
> sedangkan Birokrat yang santri... buat gw jadi tanda tanya besar...
> soalnya dua-duanya basenya beda... bisa ga yaaah...???
>
> terlepas dari kesemuanya itu entah dia birokrat, atau pengusaha, atau
> apalah...
> secara mendasar kalo memang karakter orang bekasi mau dibangun
> dan tidak meninggalkan karakter lamanya (Jawara & Santri)
> gw pikir ada paradigma penting yang musti diubah...
> yaitu pola pikir dari masyarakat bekasi sendiri...
> terus terang gw mendarat di bekasi tahun 1984... gara2 proyek jalan tol
> jakarta-cikampek...
>
> temen gw waktu kecil di bekasi... terus terang bejibun... waktu pertama kali
> lulus SD...
> gw nanya ama temen gw yang bejibun itu... elo setelah lulus SD mau kemana???
> ...
> ternyata jawabannya semuanya hampir sama... gw mau mesantren...
> jarang orang yang nge-jawab... gw mau ke SMP trus ke SMA trus Kuliah...
> kalopun ada.... jawabnya sedikit berbeda... gw mau trus ke SMP trus STM...
> trus kerja
> sedangkan yang jawabanya mau mesantren.. terusannya ga jelas... ada yang mau
> nerusin usaha bapanya lah ... ada yang jadi guru ngaji lah...
> dan ada juga yang luntang-lantung sampe sekarang ga jelas kerjaanya.... dan
> yang terakhir ini jumlahnya ga sedikit ... alias buuuanyak.....
>
> gw ga tau persis... paradigma itu sampe sekarang diwariskan ke anak2 mereka
> atau ga...??
> yang jelas gw turut prihatin atas hal tersebut....
>
> mungkin jadi masukan juga buat ALU...
> kalo udah jadi di mekarin BEKUT gimana??? apa rencana... untuk orang2
> seperti mereka.... gw yakin jumlahnya ga sedikit....
> kalo dibiarin aja... yang orang asli situ yaaahh... bakalan begitu2 aja...
> ga bakal berkembang... jadi yang berkembang cuma beberapa gelintir aja...
> dan bahasa halusnya memerataan korupsi kalee yaaa....dan
> orang2 pendatang yang akan menikmati pemekaran itu...
> karena mereka kemungkinan secara pendidikan mungkin jauh lebih siap
> ketimbang orang asli situ...
> so ... please make a plan for those people... a good plan...
> dengan tidak menghilangkan karakterisasi mereka yang JAWARA dan SANTRI...
> mungkin boleh gw cetus kan ide untuk Me-MODERN-isasi sang JAWARA dan
> SANTRI... dengan SKILL yang ada...
> Contohnya ....panjang banget kayanya kalo gw ceritain disini... tapi adalah
> jalannya pasti...
> tapi inget yah... MODERN-isasi bukan WESTERNisasi....
>
> gw kalo denger kata BABELAN... gua jadi ingat... BLENDUNG.... tempat yang
> lebih jauh dari BABELAN....
> jalananya masya allah.... off road bo... terakhir ke sono SMP kelas 2... ga
> tau sekarang mungkin dah di hotmix kali...
> disono markanya timun suri ama semangka.... kalo pulang dari sono pasti di
> bekelin dua buah itu....
> cuma airnya jangan minum disono deh... asli ga enak air tanahnya... ada rasa
> garemnya... hehehe...
> gw juga ga tau tuh.... semangka bisa manis... padahal air tanahnya agak
> asin.... subhanallah....
> emang bukan urusan air ato manuse ... kalo bikin tuh semangka manis...
> tapi Allah...
>
> Gw makan siang dulu bo.... cau dulu... masih banyak sih yang mau gua
> angkat.... tapi keburu laper negh.... met makan siang.....
>
>
>
>
> Toby Fittivaldy
> Fis2 '94
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, October 16, 2008 10:23:06 AM
> Subject: [sma1bks] Arsitektur Pembangunan BEkasi Utara (2) : Karakter
> Building
>
> ARSITEKTUR PEMBANGUNAN KABUPATEN BEKASI UTARA (2):
> CHARACTER BUILDING
>
> Character building. Pembangunan karakter. Yakni konstruksi psikologis
> satu masyarakat yang dimiliki sebagai bagian melekat yang memengaruhi
> segala aspek kehidupan. Karakter ini yang menentukan sikap, visi dan
> kinerja masyarakat. Karakter ini bisa jadi tercipta dengan sendirinya.
> Tapi, bisa juga karakter ini dibangun secara sengaja, terarah dan
> terintegrasi dengan hal yang lain.
> Pembangunan karakter akan menjadi pelengkap dari pembangunan fisik dan
> ruang. Fisik dan ruang selama ini cukup diperhatikan. Sayangnya, untuk
> pembangunan karakter belum tersentuh sama sekali. Di Pemda sudah ada
> Dinas Tata Ruang. Sudah ada RUTR (Rencana Umum Tata Ruang). Untuk
> karakter belum ada RUTK (Rancangan Umum Tata Karakter).
> Sejatinya, konstruksi karakter menjiwai setiap ciri pembangunan fisik
> satu wiayah. Sehingga ketika seseorang masuk ke Bekasi, orang langsung
> 'menyelam nyaman di ruang Bekasi'. Ini kan tidak. Masuk ke Bekasi
> tidak ada bedanya dengan masuk Jakarta. Sulit membedakan. Mana Jakarta
> mana Bekasi.. Wajar kemudian kalau kita pergi ke Luar Negeri. Kalau
> ditanya, Anda darimana? Kita langsung menjawab spontan dari Jakarta.
> Jakartanya mana? Kita langsung jawab Jakarta sebelah Timur. Sonoan
> dikiiit…padahal mah tinggalnya di Babelan….(he..he..he..ini mah
> pengalaman penulis)
> Salah satu contoh wilayah yang pas mengedepankan pembangunan karakter
> adalah Bali. Dengan semangat Hinduismenya, Bali bisa tampil dengan
> komersialisasi budaya yang semakin memperkuat kehadiran karakter
> Bekasi. Bahkan, mereka bersatu mati-matian untuk menolak UU
> Pornografi. Saya yakin kalau mereka ke luar negeri dan ditanya
> draimana asalnya, dengan gagah perkasa pasti dia jawab, "Saya dari
> Bali…."
> Contoh lain barangkali Yogyakarta. Walau, beberapa masa terakhir ini
> banyak yang mengritik pembangunan yang ada menghapus memori orang
> Yogya, namun tetap saja dibandingkan pembangunan di Bekasi.
> Sebagai pemerhati dan berusaha mendalami karakter orang BEkasi, saya
> tarik dengan dua hal yang memengaruhi hitam putihnya Bekasi. Tiga hal
> tersebut adalah Kaum Pesantren (santri) dan Jagoan (jawara). Karakter
> santri dan jawara ini melekat kuat dalam diri orang Bekasi.
> SANTRI
> Sifat varian dari santri intelektual dan santun. Intelektual bermakna
> pula orang Bekasi itu memiliki tradisi ilmu yang kuat. Hobi dengan
> ilmu. Senang menimba ilmu. Senang berwacana dan berdiskusi. Tak alergi
> dengan kritik, masukan dan perbedaan. Ruang-ruang public diisi dengan
> forum-forum terbuka untuk berbicara bebas. Apa saja.
> Tak mustahil kemudian ada figure semacam KH Noer Alie. Seorang pecinta
> ilmu dan pendiri Pesantren Attaqwa, Ujung Harapan. Ada lagi KH
> Muhajirin yang intelektualitasnya menyangkut ilmu falaq mendapat
> apresiasi yang tinggi di dunia ilmu perfalakan. Selain itu ada juga KH
> Muchtar Tabrani di Kaliabang Nangka dan KH di CIkarang.
> Maka warna santri Bekasi pun unik. Punya kemandirian sikap. Attaqwa
> misalnya. Tidak bisa dikatakan mereka itu NU atau Muhammadiyah atau
> apa pun. Attaqwa BEkasi ya… Attaqwa. Punya karakter sendiri beda dari
> yang ada.
> Kaum santri ini yang mewarnai perjalan sejarah Bekasi. Dengan sebutan
> 'guru'. Mereka menjadi pemimpin informal yang mengendalikan
> masyarakat. Apa pun kata Bupati, harus sesuai dengan apa kata Kiai.
> Orang BEkasi lebih taat ke Kiai dibanding ke aparat. Ketaatan ini
> merasuk ke dalam sumsum tulang nurani orang BEkasi sehingga
> menciptakan mitos tersendiri. Pernah ada kejadian, Kiai Noer Alie
> melarang warga nyetel TV pas malam Ramadhan saat tarawih. Antara jam
> 19.00 – 20.30 wib. Ternyata ada yang melanggar, eh, TV-nya langsung
> meleduk.
> Sifat santri ini tidak hanya melekat di kalangan guru, murid, orang
> yang mondok. Apa pun profesi mereka, sebagai kata benda, sifatnya
> adalah santri. Pedagang rambutan yang santri. Tukang sadoh yang
> santri. Guru yang santri. Makelar yang santri. Petani yang santri.
> Anggota dewan yang santri. Birokrat yang santri..
> "Biar kata cuman tukang rambutan, kalo lo hina agama gue, gue belek
> tenggorokan lo," gitu kata pedagang rambutan yang santri.
> "Saya guru yang santri, makanya saya mencoba professional menjadi
> pendidik," kata guru yang santri.
> "Gue PNS, gaji kecil cuman kalo urusan korupsi, NO WAY Bus way!" tekad
> birokrat santri. Atau ada Camat yang manggil lurahnya dan berkata, "Lo
> jangan kurang ajar jadi Lurah, udah dipilih rkayat tapi gak mikirin
> rakyat. Masa desa lo gelap kagak ada listrik. Padahal Lippo kan deket
> dari sini."
> JAWARA
> Jawara ini sifat gentleman dan jantan orang Bekasi. Berani membela
> kebenaran. Berani mengakui yang benar. Berani melawan kedzaliman dan
> kelaliman. Berani menyatakan TIDAK ketika mayoritas orang mengatakan
> YA untuk kelaliman.
> Sifat jawara ini terrepresentasi dalam kebiasaan orang Bekasi yang
> selalu membekali anak-anaknya dengan ilmu silat.. Maen pukul,
> isilahnya. Pokoknya banci dah kalo gak belajar maen pukul. Ini hanya
> soal kebiasaan. Karena memang tidak jaminan untuk selalu menang kalau
> berkelahi. Paling tidak, punya kebisaan maen silat punya cara untuk
> kabur kalau-kalau memang kita gak mampu menang. Modal kari lah,
> istilahnya. Biar kata potongan kecil, tapi nyali kan yang penting.
> Hercules aza badannya kecil. Tapi bisa jadi preman di Jakarta.
> Tradisi kurban setiap lebaran haji merupakan alat didik agama untuk
> mempersiapkan instrument jawara dalam diri orang Islam sebagai
> mayoritas agama yang dianut orang Bekasi. Berani lihat darah. Biar gak
> jadi banci. Berani gorok leher kerbau atau kambing.
> Dua sifat ini bila dipadukan akan menjadi kombinasi sempurna. Seorang
> birokrat yang santri sekaligus jawara. Seorang guru yang santri
> sekaligus jawara. Kiai Noer Alie begit. Ia guru. Santri. Pas perang,
> ia terjun sebagai komandan Hizbullah. Memimpin pasukan menggorok leher
> Belanda.
> Ah, alangkah indahnya ada Birokrat yang Jawara dan Santri!
> [komar]
>
> tulisan ini ada di aliansiutara.multiply.com
>
> ------------------------------------
>
> --------------------------------------------------
> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
>
> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
> kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
>
> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
> [EMAIL PROTECTED] Groups Links
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
--
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply.com
0818721014
karya-karya ;
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
------------------------------------
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/