Kalau di SMP 1 ada bu Ida biologi, bu uning PMP. Kalau di SMA 1 ya bu heni
termasuk favorit juga tuch

 

with best regards 
Vanda 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Lusiana M. Hevita
Sent: Tuesday, 28 October, 2008 3:30 PM
To: [email protected]; sma satu; Jip 92
Subject: [sma1bks] Noon Coffee Break: Guruku Tersayang

 

GURUKU TERSAYANG

 

Punya guru favorit? Guru waktu SD, SMP atau SMA? Siapa gerangan kah beliau? 

 

Dulu pernah ada voting di milis SMA, pemenang guru favoritnya adalah Bu
Heni. Beliau guru matematika, hebat euy. ada guru matematika jadi favorit.
Mengapa jadi favorit? Karena Bu Heni ini enak kalau ngajar (kayaknya
matematik jadi lebih gampang deh), nggak galak, cantik, dan paling hobi
menyemangati dan memotivasi murid-muridnya. Bersyukur kelas saya dulu sempat
diajar beliau, jadi begitu nama bu Heni disebut-sebut dalam bursa guru
favorit, langsung kebayang gimana saat dulu dia mengajar.

 

Waktu SMP guru favorit saya guru matematika juga. Pak Handono namanya.
Belajar matematika jadi menarik, seru, karena beliau juga hobi bercerita.
Macam-macam ceritanya. Saking suka bercerita, saya sampai nggak terlalu
inget sebenarnya kalau dia ini guru matematika atau apa :D. Gara-gara kedua
guru matematik yang seru ini, pelajaran matematika bukan lagi momok yang
menakutkan (meski nilai matematik saya tetep standar-standar saja.hehehe).

 

Waktu SD, guru favorit saya adalah guru IPS dan guru IPA. Dua-duanya
laki-laki, dan sama-sama menyenangkan. Mereka bagai seorang Bapak di
sekolah. Tidak pernah marah, cuma menasehati. Kalau pun marah, marahnya
nggak beneran. Guru IPS saya ini (yang pernah jadi wali kelas waktu kelas
2?) juga senang bercerita. Semua disampaikan dengan cara seperti mendongeng.
Soal sejarah Indonesia sampai ASEAN. Dari peta buta sampai menghapal
singkatan. Dari dia kami belajar mengenal nama-nama negara, dan
tempat-tempat bersejarah di dunia.

 

Guru IPS ini juga yang sempat memboncengkan saya di sepeda onthelnya.
Menempuh jarak belasan kilometer, ke arena pertandingan PORSENI tingkat SD.
Beruntung kami menang, pulang membawa piala dan bahagia rasanya melihat
beliau bangga.

 

Guru IPA beda lagi. Ia memperlakukan kami tidak seperti anak-anak (padahal
anak SD), jadi kami merasa dihargai. Orangnya serius, tapi santai. Jarang
becanda, tapi tidak pernah membuat kami suntuk. Nggak tau tuh gimana
caranya. Pendekatan personalnya bagus, semua murid jadi merasa istimewa.
Kendaraan beliau bukan sepeda onthel, melainkan sekuter. Saat kami mengikuti
lomba cerdas cermat tingkat propinsi, beliau salah satu guru yang mengantar
ke lokasi lomba menempuh jarak puluhan kilometer. Sayangnya kalah. Habis
'jagoan'nya mabok, masuk angin sih.:p Meski kalah kami ditraktir,
makan-makan di restoran. Tak tersirat sedikitpun kekecewaan dari wajah
beliau  (beliau ini satu-satuya guru yang menggembleng kami mati-matian
mempersiapkan lomba), padahal kami (yang waktu itu bertiga) sedih banget
rasanya. Hiks...

 

Hmm, begitu denger lagu "Guruku tersayang" - yang pernah mengiringi episode
Laskar Pelangi di Kick Andy (yang menghadirkan Bu Muslimah), rasanya memang
tidak berlebihan puja dan pujian itu.

 

 ***

Pagiku cerahku

Matahari bersinar

Kugendong tas merahku

Di pundak.

 

Slamat pagi semua

Kunantikan dirimu

Di depan kelasmu

Menantikan kami

 

Guruku tersayang

Guruku tercinta

Tanpamu apa jadinya aku

Tak bisa baca tulis

Mengerti banyak hal

Guruku, terima kasihku

 

Nyatanya diriku, kadang buatmu marah

Namun segala maaf kau berikan.

 

***

 

Kalau mau tau lagunya kayak apa, bisa di dengar di blog ini
http://mywritten. <http://mywritten.multiply.com/reviews/item/183>
multiply.com/reviews/item/183 siapa tau mau mengajari si kecil menyanyi? ;)

 

Have a nice day!

 

 

 

Kirim email ke