Ooo...di majalahnya... Salam buat Pak Kemal E. Ganie, Bang... Dengan Mas Ari 
disini...
Btw, majalah edisi CONSUMUNITY itu sdh terbit atau belum, Bang?





________________________________
From: OpiK <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, November 5, 2008 9:24:09 PM
Subject: Re: [sma1bks] Buat yang berminat: SEMINAR CONSUMUNITY dan 2nd 
INDONESIAN CONSUMUNITY EXPO 2008


oh... ane kerja di majalah swa
kebetulan ane bagian angkat2 barang (kuli) untuk event tsb.. 
salam kenal ah mbak/mas (???)


2008/11/5 Arifa Murti Untoro <arifauntoro@ yahoo.com>

Eh..bang opik juga tau event ini rupanya...


Kalo gitu kenalan dulu, bang.. Saya Ari, Tim Survey CONSUMUNITY dari Indepth 
and Associates Consulting untuk Prasetiya Mulya Business School. Bang Opik 
kerja dimana? Majalah SWA atau SWANETWORK, ya?

Regards,
=ARI=




________________________________
From: OpiK <miliscampurcampur@ gmail.com>
To: [EMAIL PROTECTED] .com
Sent: Wednesday, November 5, 2008 9:08:58 PM
Subject: Re: [sma1bks] Buat yang berminat: SEMINAR CONSUMUNITY dan 2nd 
INDONESIAN CONSUMUNITY EXPO 2008


ane jelasin dikit, secara ini sebenernya event majalah ane

Consumunity asalnya dari kata community dan consumtion. Istilah ini awalnya di 
munculkan oleh dua dosen marketing di Prasetya Mulya, Prof Agus dan DR Eka. 
Saat ini, komunitas tumbuh sangat subur. Hampir semua produk memiliki komunitas 
sendiri, entah itu produk otomotif, gadget, sampai makanan punya komunitas 
sendiri. Kek bro Adji (walau dah unsub teutep kesebut) dengan Axic-nya. 

Sebagaian besar komunitas itu dibentuk oleh konsumen, bukan oleh produsen 
(pemilik merek). Nah, lewat teori comsumunity ini coba ditarik benang merahnya, 
untuk melihat kaitan antara komunitas pelanggan itu dengan merek yang 
bersangkutan, entah itu kaitannya dengan pertumbuhan sales, loyalitas yang kian 
eningkat atau brand image yang kian terangkat. Karena itu, banyak produsen 
(pemilik merek) yang akhirnya memberikan support kepada komunitas pelanggannya, 
walau mereka juga tidak mau melakukan intervensi terlalu jauh (karena komunitas 
biasanya punya ego sendiri, dimana mereka mau tetap independen walau membawa 
merek tertentu).

untuk lebih jelasnya, baca deh majalah SWA terbaru.. (iklan dikit gpp kan)




2008/11/5 kurniawan iswanto <kurniawan.iswanto@ gmail.com>

consumunity apa ya?


2008/11/5 Arifa Murti Untoro <arifauntoro@ yahoo.com>


Dear moderator, mohon ijin sebelumnya.. .

Rekan2 sekalian, berikut ada file berisi acara Seminar CONSUMUNITY dan 2nd 
INDONESIAN CONSUMUNITY EXPO. Buat yg berminat silakan... Saya cuma menyampaikan 
saja...
Terima kasih...

Regards,
=ARI=

 


-- 
Kurniawan

 



-- 
OpiK
http://taufiek. wordpress. com

 


-- 
OpiK
http://taufiek. wordpress. com
    


      

Kirim email ke