Dari : Adri di Taman Galaksi Request : D’Massiv, Cinta ini Membunuhku Dear Sahabat, aku lagi bingung berat nih. Sudah 2 tahun ini aku kenal sama satu cewek dan aku suka sama dia. Pengennya sih nembak dia langsung, cuma aku belum tahu apa dia juga suka sama aku atau nggak. Masalahnya, kalau aku telepon, sms, atau bilang mau ke kosnya, dia kayaknya biasa aja. Jawabannya juga pendek-pendek. Apa mungkin karena dia pendiam yah? Yang pasti, kadang smsku ada yang nggak dijawab. Tapi begitu aku inisiatif ke kosnya dan dia ada, dia menerima aku dengan baik dan kelihatannya cukup senang dikunjungi. Aduh, aku benar-benar bingung. Sulit banget sih nebak isi hati cewek. Tolong aku ya tuntasin masalah ini. Jawaban: Buat Bang Adri di Taman Galaksi yang lagi bingung, jangan bingung. Pegangan dulu deh biar pikiran Abang bisa fokus :D Yah, seperti yang Bang Adri bilang teman cewek Abang ini tergolong pendiam. Itu berarti memang sulit melihat tanda-tanda yang jelas, apakah dia suka juga sama Abang atau tidak, dalam arti cinta. Bagaimanapun, rasa suka bukan berarti nggak bisa dideteksi. Ada beberapa trik yang bisa Abang dan Sahabatku semua perhatikan, yaitu: 1. Tanda-Tanda Verbal dan Nonverbal. Dalam ilmu komunikasi ada dua jenis komunikasi yang biasa dilakukan manusia, yaitu komunikasi verbal dan nonverbal alias lisan dan tidak lisan. Karena teman Abang termasuk tipe pendiam, perhatikan baik-baik komunikasi nonverbalnya. Misalnya, perhatikan nada bicaranya, apakah dia terkesan bosan atau tidak. Perhatikan juga gerak tubuhnya, apakah ketika Abang bicara badannya condong ke depan atau malah ke belakang. Lalu, perhatikan matanya, apakah sering diputar atau melihat ke kiri atau kanan (tanda nggak tertarik), atau menatapmu lalu sesekali menunduk (tanda yang bisa diinterpretasikan cukup positif). Pada prinsipnya, cewek biasanya tanpa sadar melakukan permainan ‘tarik ulur’. Maksudnya apa? Dia mau melihat dulu nih seberapa besar keseriusan Abang dalam mendekati dia. Coba deh untuk pantang menyerah, tapi tetap jaga jarak yang nyaman biar dia nggak merasa ilfill gara-gara sms, telepon, atau usaha pedekatenya Abang. Menurut Nadiah, cowok sering terkesan kelewat memaksa. Yang begitu tuh bukan bikin suka, malah bikin cewek takut. Dan kalau cowok kelewat bicara dan bergombal ria, cewek suka mikirnya cowok itu cerewet dan begitu juga sama cewek lain. Kuncinya berarti kesungguhan. Tunjukkan kalau Abang sungguh-sungguh suka sama dia. Hindari pertanyaan-pertanyaan basi, misalnya sebatas nanyain “Kamu udah makan belum?” atau “Gimana kabarmu hari ini, Yang?”. Yang pertama kelewat basa-basi (kalau tiap hari bosan, Bang!), sedang yang kedua kelewat akrab (SKSD banget deh). Mendingan, Abang ngobrol lebih jauh tentang apa yang disukainya, dibencinya, diimpikannya, dihindarinya, bahkan traumanya. Dari pengalaman, banyak sahabat Nadiah yang akhirnya luluh berkat melihat kesungguhan dari cowok yang mendekatinya. Semakin tulus perjuangan Abang, semakin besar peluang Abang untuk memenangkan hatinya. Dan ingat. Perhatikan benar-benar apa yang diinginkannya dan apa yang Abang inginkan. Dalam cinta, perlu ada kesepahaman, dalam cinta perlu ada kompromi. Dan ini bisa direfleksikan melalui perkataan, sikap, dan perbuatan. 2. Dekat dan Bertanya kepada Teman dan Keluarganya. Selain Abang harus dekat dengan sang cewek inceran, Abang juga perlu dekat dengan lingkungannya. Dua diantaranya tentu teman dan keluarganya. Teman dan keluarga adalah tempat bertanya yang paling aman dan jitu. Selain kita bisa menanyakan isi hati sang cewek, kita juga bisa dapat seseorang yang bisa membantu rencana penembakan kita. Dalam arti, kita bisa memperoleh segala informasi tentang hal-hal yang dibenci, disukai, bahkan tentang perasaan dia ke kita. Istilahnya, There is no one more knowing than God, but best friends and family are more knowing than any other if it comes to the heart. Tambahan lagi, teman dan keluarga sering termasuk penentu utama, apakah incaran akan menerima tembakan kita atau tidak. Masalahnya, cewek khususnya, biasa meminta pendapat orang lain tentang urusan cinta: apakah menerima atau menolak. Keluarga, terutama ortu, punya hak terselubung untuk mengijinkan putrinya pacaran atau taarufan dengan seorang cowok. 3. Mengetahui Posisimu di Hatinya: Teman, Sahabat, atau dianggap Adik/Kakak. Di antara ketiga pilihan posisi tadi, yang tersulit adalah ketika kita terlanjur dianggap sebatas kakak atau adik. Memang, tidak selamanya ini menjadi penghalang, terbukti dulu jaman SMA teman cewek ada yang sengaja memosisikan diri jadi adiknya kakak kelas semata-mata biar dekat dan akhirnya mereka jadian, bahkan melangkah ke pelaminan. Cuma, biasanya posisi kakak atau adik ini bikin kita sudah dianggap seperti saudara kandung sendiri. Dan tahu sendiri. Yang namanya saudara kandung nggak bisa dipacari, apalagi dinikahi. Jadi, hati-hatilah dalam memosisikan diri. Jika baru sebatas teman, tingkatkan jadi sahabat. Jika sudah jadi sahabat, usahakan sesuai keinginanmu naik level jadi pacar, taarufan, atau suami. 4. Berdoa kepada Tuhan. Nggak ada yang lebih mujarab selain berdoa kepada Tuhan. Karena seperti istilah Kun fa yakun, “bila Allah berkehendak, maka terjadilah”, begitu pula dalam urusan cinta. Hanya atas kehendak-Nya, keinginan kita akan terwujud, termasuk urusan membolak-balik hati manusia. Sering terjadi orang yang sangat benci pada kita, tahu-tahu jadi cinta. Itu semata-mata karena Tuhan telah memutuskan demikian. Dari sudut pandang ilmiah, hasil penelitian menunjukkan bahwa benci dan cinta sebetulnya sangat tipis perbedaannya. Professor Semir Zeki dari Universitas London membuktikan bahwa gelombang otak sewaktu seseorang merasa benci dan cinta hampir sama. Makanya, hati-hati. Jangan sampai kelewat benci. Bisa-bisa nanti jadi jatuh cinta loh :)) Oke, gimana, Bang Adri dan Sahabatku, para pejantan tangguh? :D Moga-moga penjelasan ini bisa sedikit mengobati kebingungan dalam melakukan usaha penembakan. (Nadiah Abidin, 4 November 2008, pukul 09:00 buat materi siaran Melati Bhagasasi dan menjawab pertanyaan seorang Sahabat)
