Ha..ha..a.a.a........
Pelik nian case nie....
Belasah jer lah......
He..he..e.e..

Salam,
Morry Infra
+966-533214840
2008/11/7 Nadiah Abidin <[EMAIL PROTECTED]>

>      *Dari                  :* Mida di Jaka Sampurna
>
> *Request           : *Andra & The Backbone "Hitamku"* *
>
>
>
> Mpok Nadiah, aku lagi pusing deh. Udah tiga kali aku punya pacar, tapi
> ujung-ujungnya putus juga. Alasannya, yang pertama karena belum siap. Yang
> kedua, gara-gara orangtuanya minta aku berhenti bekerja. Yang ketiga karena
> suku; cowokku beda suku dan ibunya pengen calonnya sama suku. Sekarang aku
> punya seorang lagi dan aku sebetulnya sayang banget sama dia. Dari segi
> kepribadian boleh lah. Cuma ada satu prinsipnya yang nggak bisa aku terima.
> Dia maunya poligami, sedangkan aku monogami. Dalam hati jadi timbul konflik.
> Di satu sisi aku pengen bilang, "no way, kita putus saja," tapi di sisi lain
> hati pengen terus menjalani. Apalagi, dia seorang dokter, yang boleh
> dibilang masa depan cerah lah. Dan menurut dia aku pasti bisa menjalani
> poligami asalkan aku menguatkan hati. Duh, jadinya, gimana dunx. Apa
> sebaiknya aku nyerah saja soal cinta atau aku pertahankan karena cinta?
> Please kasih masukan yah.
>
> * *
>
> * *
>
> *Jawaban:*
>
> Buat Mpok Mida di Jaka Sampurna yang lagi pusing, yang namanya manusia
> sudah pasti pengen deket sama seseorang. Kita butuh kasih sayang, baik untuk
> mengasihi maupun dikasihi. Cuma, dalam urusan kasih sayang ini kita perlu
> hati-hati. Jangan sampai menyesal kemudian. Nah, buat Mpok Mida dan seluruh
> Sahabatku. Ada beberapa hal yang perlu Sahabat pertimbangkan dalam menjalin
> dan mempertahankan sebuah hubungan, yaitu:
>
> **
>
> *1.* *Pilihlah pasangan dengan akal sehat.* Biasanya kita tertarik pada
> seseorang karena alasan-alasan tertentu. Mungkin dia mirip seseorang di masa
> lalu, mungkin dia memberi kita banyak hadiah, atau dia bikin kita merasa
> penting dan diperhatikan. Apapun alasannya, sebaiknya kita sungguh-sungguh
> mengevaluasi si dia seperti layaknya kita memilih sahabat, mulai dari
> karakternya, nilai-nilai yang dianutnya, kemurahan hatinya untuk berbagi
> semangat, hubungan antara ucapan dan tindakannya, dan hubungan dia dengan
> yang lainnya. Pernah denger kan istilah "pacarku, sahabatku"? Yah, memang
> nggak mesti selalu begitu karena kalau jadi sahabat dulu kadang
> ujung-ujungnya tetap di zona sahabat*.* Yang pasti, kita perlu mengenal si
> dia luar-dalam. *Maksud* *lo*? Weits, jangan salah sangka dulu. Maksudnya,
> kita perlu memahami sifat-sifatnya, apakah bisa kita terima atau nggak,
> terus bisa bikin kita nyaman atau nggak.
>
>
>
> *2.* Sebisa mungkin Sahabat mengetahui bagaimana pasangan *mengartikan
> sebuah hubungan*. Beda orang pasti beda keyakinan dan pengalamannya. Dalam
> kasusnya Mpok Mida, belum jadi suami saja sudah minta poligami. Hm, ini
> bikin tanda tanya. Mpok Mida dilihat seperti apa ya dalam sudut pandangnya?
> Tentu saja ini sesuatu yang prinsipil. Kalau kita merasa kurang sreg dengan
> itu, pertimbangkan terlebih dahulu perasaan Mpok. Ingat, kebahagiaan itu
> berasal dari lubuk hati. Kalau Mpok nggak bahagia, maka Mpok bakal merasa
> sengsara. Kalau Mpok sengsara, bahkan orangtua dan sahabat terdekat pun
> takkan bisa menolong Mpok.
>
>
>
> *3. *Otomatis, itu berarti, Mpok dan Sahabatku perlu *tahu bener apa yang
> Mpok dan Abang rasakan dan inginkan!* Karena hubungan cinta bukan
> permainan (jadi ingat lagu Gita Gutawa nih). Dari pengalaman sih, Nadiah
> sering lihat banyak teman yang takut buat mengungkapkan apa yang dirasakan
> atau diinginkannya. Akibatnya, mereka jadi merasa kecewa bahkan marah karena
> pasangan kayaknya nggak ngerti banget sama keinginan mereka. Makanya, *
> honey,* kejujuran kudu musti harus jadi landasan sebuah hubungan. Karena
> pasangan kita bukan paranormal,  Ketimbang kita nyeletuk *"Kenapa sih kamu
> nggak ngertiin aku banget?" *mendingan kita ngomong langsung. Bahas
> unek-uneknya sampai tuntas. Jangan sampai kita mengira-ngira dan
> berandai-andai. Pokoknya hajar aja, bleh*. *Tanya, tanya, tanya. Diskusi,
> diskusi, diskusi. Jangan biarkan masalah numpuk, apalagi berlarut-larut.
> Kesalahan terbanyak yang bikin hubungan antarpasangan rusak adalah perasaan
> – perasaan terluka sampai ujung-ujungnya kita jadi defensif, bahkan nggak
> jarang malah jadi musuhan.
>
>
>
> *4.* Hormat, hormat, hormat. Ini penting banget dalam mempertahankan
> hubungan cinta, baik dengan pasangan maupun teman. Sayangnya, kita sering
> lupa, bahkan menganggapnya sebagai hal yang sepele saja. Nah, Sahabat,
> jangan sampai nih kita kehilangan rasa hormat kepada pasangan, apalagi
> kehilangan kehormatan di tengah jalannya. Memang kita punya kecenderungan
> pengen jaim dan paling kuasa. Tapi, dalam hubungan yang baik, kita dan si
> dia sama sama berkuasa dilandasi saling menghormati dan percaya. Khusus buat
> Mpok Mida, gimana? Ada nggak rasa hormat si Abang ke ente? Kalo kagak
> hormat, mending dipertegas kalo ente sebagai perempuan juga punya harga diri
> dan dan pantas dihormati.
>
> **
>
> *5.* Dengan kata lain, Mpok dan Abang sama-sama unik, punya harga diri,
> dan terhormat. Makanya, kita kudu melihat diri kita sama pacar atau suami
> sebagai satu tim. Dan ini yang mesti jadi nilai lebih dari Mpok dan Abang,
> jangan sampai timpang. Ada pepatah yang bilang, *"cintai diri sendiri
> dulu, baru orang lain"*, itu memang ada benarnya. Tapi, dalam berpasangan,
> hubungan perlu ditekankan karena jelas butuh dua orang dalam satu hubungan.
>
> **
>
> *6.* Mengerti bagaimana caranya *mengatasi perasaan dan perilaku 
> negatif*terhadap pasangan. Ingat-ingat nih. Perasaan dan perilaku negatif bisa
> menjadi awal dari bencana, termasuk di dalamnya nih sikap menghindar. Jadi,
> coba deh. Meskipun terkadang sulit, memaksakan kehendak tanpa mendengar
> pendapat pasangan adalah sebuah kesalahan, dan kalau kita mengambil sikap
> *pasrah alias terima-terima saja**,* meskipun dengan niat baik tapi
> disertai perasaan negatif yang mengganjal, pada akhirnya bisa menjadi pemicu
> rasa dendam. Maka, kuncinya dengarkan dan amatilah pasangan baik-baik dengan
> penuh empati. Lalu bicaralah! Bicaralah apa adanya sesuai kata hati.
>
> **
>
> *7*. *Menjaga hubungan butuh kerja keras bersama.* Yang namanya hubungan
> yang hangat itu nggak terjadi dengan sendirinya. Biasanya pada masa absen
> atau vakum, mungkin karena kesibukan atau hal lain, orang cenderung menjauh,
> bahkan potensial terlibat cinlok alias affair sama orang lain yang lebih
> dekat. Makanya, perlu Sahabat ingat-ingat. Sebuah hubungan yang baik
> bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah proses seumur hidup yang perlu
> dijaga dengan perhatian yang khusus dan teratur. Ambisi memang bagus dan
> perlu biar kita bisa terus maju. Tetapi ambisi yang kelewat kaku bukan cuma
> bisa merusak sebuah hubungan, tapi juga merusak kehidupan itu sendiri.
>
>
>
> *8.* *Merencanakan jauh ke depan.* Sebuah hubungan tentu ingin berakhir
> dengan kebahagiaan. Ibarat cerita Cinderela, akhirnya adalah hidup bersama
> dalam suka dan duka hingga maut menjelang dan memisahkan kita. Pernikahan
> merupakan sebuah perjanjian untuk menjalani masa depan bersama. Sekarang
> coba bicarakan rencanamu dan rencananya secara terbuka untuk memastikan
> kalian berada di jalan yang sama. Kalau ada perubahan dalam rencana Mpok dan
> Abang, biasakan buat memberitahu pasangan Anda. Kalau ternyata memang tidak
> sejalan, mumpung belum kawin, mungkin bisa diatur kembali biar sejalan. Dan
> kalau benar-benar nggak sejalan, sudahlah. Berarti mungkin belum jodoh.
>
> **
>
> Sebagai penutup, selalulah ingat: Jangan pernah putus asa karena jika
> cinta tidak dapat mengembalikan kekasih hati kepadamu dalam kehidupan ini,
> pastilah cinta dapat menyatukanmu dengannya dalam kehidupan nanti.
>
>
>
> (Sumber: Biawak dengan berbagai pertimbangan pribadi; Nadiah Abidin, 6
> November 2008, 09:00 WIB, buat materi siaran Melati Bhagasasi dan menjawab
> pertanyaan seorang Sahabat yang namanya disamarkan)
>
>
> 
>

Kirim email ke